Apa Bedanya Food Loss dan Food Waste? Limbah Makanan yang Jadi Masalah

Kompas.com - 10/10/2020, 17:11 WIB
Ilustrasi sampah makanan Evan Lorne/ShutterstockIlustrasi sampah makanan


KOMPAS.com – Kamu mungkin sering mendengar istilah food loss dan food waste ketika membicarakan soal masalah pangan yang tercecer atau terbuang. 

Sekilas, kedua istilah tersebut sepertinya sama saja.

Keduanya sama-sama bisa mendeskripsikan pangan yang terbuang begitu saja dan akhirnya jadi limbah.

Namun sebenarnya menurut Prof. Dr. Purwiyatno Hariyadi, MSc., CFS.,Vice Chairperson of CODEX Alimentarius Commission dalam webinar “Foodcycle World Food Day 2020" pada Jumat (9/10/2020), kedua istilah tersebut mendeskripsikan dua hal yang berbeda.

Baca juga: Tips Kurangi Sampah Makanan, Olah Semua Bagian Bahan Makanan

“Pada dasarnya food loss adalah kehilangan pangan yang utamanya terjadi karena proses produksi,” kata Purwiyatno.

Proses produksi tersebut meliputi tahap panen, pasca-panen, dan distribusi.

Biasanya penyebab terjadinya kehilangan tersebut adalah kurangnya sarana dan pra-sarana produksi seperti kurangnya teknologi.

Ilsutrasi buang makanan atau limbah makanan. Dok. Shutterstock/ nito Ilsutrasi buang makanan atau limbah makanan.

Teknologi yang dimaksud meliputi teknologi transportasi, rantai dingin (cold chain), dan lainnya yang bisa menyebabkan pangan jadi mudah rusak ataupun susut.

Sementara food waste merupakan pangan yang terbuang atau limbah pangan. Biasanya food waste terjadi di tingkat retail dan konsumsi.

Food waste ini sering berhubungan dengan kebiasan dan perilaku konsumen dalam menilai dan menghargai pangan,” jelas Purwiyatno.

Baca juga: Suka Coba Makanan dan ke Kafe Baru? Jangan Lupa Habiskan Makanannya

Konsumen seringkali menilai pangan hanya berdasarkan aspek sensori saja. Hal-hal yang terlihat bagus, seperti warna dan bentuknya.

Sehingga jika ada produk yang bentuknya tidak sesuai dengan keinginan atau ekspektasi konsumen, seringkali produk tersebut disisihkan dan akhirnya terbuang.

Ilustrasi limbah makanan. Dok. Shutterstock/ joerngebhardt68 Ilustrasi limbah makanan.

Jumlah food waste dan food loss

Berdasarkan laporan dari Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) yang disampaikan oleh Purwayitno, secara umum jumlah food waste cenderung lebih besar daripada food loss.

Lebih dari 40 persen food waste terjadi di negara-negara maju.

Artinya, limbah makanan lebih banyak terjadi kehilangan pangan di bagian retail dan konsumen daripada di tingkat panen, pasca-panen, distribusi, dan pengolahan.

Baca juga: FoodCycle Indonesia, Bantu Kurangi Limbah Makanan di Jabodetabek

Sebaliknya, di negara-negara berkembang total kehilangan ini lebih dari 40 persen terjadi pada tingkat pasca-panen, panen, serta distribusi dan pengolahan,” tutur Purwayitno.

Di area Asia Selatan dan Asia Tenggara, termasuk di Indonesia, terjadi kehilangan pangan sekitar 120 – 125 kilogram per kapita per tahun.

Data tersebut menunjukkan bahwa kehilangan pangan mayoritas terjadi pada tingkat produksi dan retail daripada di ranah retail dan konsumen.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X