Kompas.com - 12/07/2022, 08:33 WIB

KOMPAS.com - Arti sukses nyatanya tak sebatas mampu mencapai nilai tinggi atau bekerja di perusahaan ternama. Sukses, juga diukur dari seberapa besar seseorang berdampak bagi sekitarnya.

Inilah salah satu nilai yang ditekankan Tanoto Foundation kepada semua mahasiswa penerima beasiswa TELADAN Tanoto Scholars 2022 untuk bisa menjadi pemimpin yang berdampak positif bagi kemajuan bangsa.

Selain memberikan beasiswa finansial, program TELADAN juga memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah jiwa kepemimpinan, berani mengutarakan aspirasi, mendapatkan pengalaman di dunia profesional, hingga mengembangkan kemampuan berwirausaha.

Head of Leadership Development and Scholarship, Tanoto Foundation, Aryanti Savitri mengatakan, untuk menyiapkan pemimpin-pemimpin unggul, dibutuhkan upaya-upaya yang terstruktur.

Baca juga: Wujudkan Pembelajaran Aktif Berfokus pada Murid, Tanoto Foundation Latih 960 Guru

"Pemimpin masa depan itu artinya apa? Tidak harus manager atau bos, tetapi bagaimana dia memberi dampak pada sekitar. Bagaimana seseorang bisa memberi dampak? Tanoto Foundation punya program terstruktur," ungkapnya di sela rangkaikan acara Tanoto Scholars Gathering 2022, Pangkalan Kerinci, Riau.

Aryanti menjelaskan, ada sejumlah Program Pengembangan Kepemimpinan TELADAN yang telah dilakukan Tanoto Foundation kepada para mahasiswa penerima beasiswa Tanoto Foundation atau disebut Tanoto Scholars, yakni Tanoto Scholars Association (TSA), Tanoto Student Research Award (TSRA), Pay it Forward, Tanoto Scholars Gathering (TSG), Sponsorship, Internship & Tanoto Future Leader Business Acumen.

Tanoto Scholars Gathering 2022Dok. Tanoto Foundation Tanoto Scholars Gathering 2022

TSG 2022, wadah bagi mahasiswa mengenal dunia kerja hingga perluas relasi

Melalui TSG misalnya, pada kegiatan yang diadakan pertama kali pada 2010 ini, seluruh Tanoto Scholars dari seluruh mitra perguruan tinggi Tanoto Foundation bertemu untuk memperkuat semangat belajar dan memimpin, memperluas wawasan tentang pembangunan berkelanjutan, mengembangkan jejaring, serta mengasah soft-skill.

Mahasiswa diajak mengunjungi RGE Technology Center, pabrik kertas APRIL, pabrik rayon APR, kebun kelapa sawit Asian Agri, pembibitan akasia dan eucalyptus Kerinci Central Nursery, dan pusat pengembangan masyarakat PT RAPP.

Mahasiswa juga diajak untuk belajar tentang praktik-praktik sustainability yang diterapkan di perusahaan RGE Group. Kegiatan ini untuk memberikan wawasan kepada peserta tentang dunia kerja setelah lulus kuliah.

"TSG semacam transisi, memberikan pengalaman belajar. Bagaimana nanti dari melihat praktik baik berkelanjutan, praktik bisnis ini, mereka punya ide untuk menjalankan proyek lead others. Karena untuk lead others mereka harus membuat proyek perubahan," tutur Aryanti.

Baca juga: Kalau Guru Berhenti Belajar, Selesai Sudah Pendidikan Indonesia

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.