Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sosok Nila Armelia, Raih Gelar Doktor di Usia 27 Tahun

Kompas.com - 10/05/2024, 17:51 WIB
Sania Mashabi,
Ayunda Pininta Kasih

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dosen Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM) Institut Teknologi Bandung (ITB) Nila Armelia Windasari berhasil meraih gelar Doctor of Philosophy (Ph.D.) pada usia 27 tahun.

Nila berhasil meraih gelar itu dalam usia yang terbilang muda karena mengikuti kelas akselerasi ketika di SMA, kemudian meraih gelar master atau S2 pada tiga semester di Asia University, Taiwan dan studi S3 Nila jalani di National Tsing Hua University, Hsinchu, Taiwan.

Setelah lulus, Nila menyibukkan dirinya dengan menjadi seorang dosen di Universitas Terbuka di Taiwan selama empat tahun, baru kemudian pindah ke SBM ITB.

Baca juga: Kisah Razzaq Kena DBD, Tetap Pakai Infus Saat Tes UTBK di Unesa

Mengajar bagi Nila bukan hal baru, karena keluarganya banyak yang berprofesi sebagai guru. Oleh karena itu, ia merasa senang ketika bisa mengajar apalagi saat belajar bersama mahasiswanya.

"Terutama ketika di SBM dan di level postgraduate, dari diskusi di kelas, saya belajar sesuatu dari mereka, dari pengalaman dan praktek mereka yang tentu industrinya bervariasi," kata Nila dikutip dari laman resmi ITB, Jumat (3/5/2024).

"Dan ketika bisa membantu mereka untuk belajar lebih dalam, buat saya itu rewarding," lanjutnya.

Ingat tesis buatan mahasiswanya

Nila juga selalu berhasil mengingat semua tesis buatan mahasiswanya karena ia berprinsip tidak hanya ingin mahasiswa sekadar lulus, tetapi juga menciptakan solusi untuk masalah dalam topik yang dibahas.

Oleh karena itu, tidak jarang mahasiswa bimbingannya selalu kerap melakukan revisi tesis dilakukan berkali-kali dan menurut Nila, hal itu menunjukkan kompleksitas permasalah yang dibawa mahasiswa.

Baca juga: 4 Beasiswa S2-S3 ke Luar Negeri yang Uang Sakunya Melimpah

"Tesis di MBA itu problem solving yang riil, bukan hanya hypothetical. Itu permasalahan yang riil dari perusahaan yang mereka bawa. Penting bagi mereka untuk betul-betul bukan hanya selesai tapi masalahnya solved," ujarnya.

Nila mengatakan, menjadi bagian di SBM ITB, membuatnya mendapatkan standar mengajar yang cukup menantang untuk mahasiswa.

Saat ini, Nila juga tengah banyak membimbing mahasiswa magister dan sarjana serta membimbing dua mahasiswa program doktor.

"Artinya tidak harus di depan mahasiswa, tapi mereka harus tahu bahwa selama mereka menjadi mahasiswa ITB, kapanpun mereka butuh saya mereka bisa hubungi saya," pungkas Nila.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com