Kompas.com - 29/01/2021, 21:31 WIB
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Riset dan inovasi merupakan cara untuk membangkitkan daya saing bangsa.

Penguatan investasi di bidang riset dan pengembangan, akan meningkatkan kemampuan Indonesia dalam hal inovasi.

Demi membangun ekosistem riset di level perguruan tinggi, Universitas Pertamina bersama PT Pertamina (Persero) menyelenggarakan kegiatan Scientific Paper Competition (SPACE-UP).

Baca juga: Unpad Perbaiki Kinerja Demi Lebih Baik di Pemeringkatan Webometrics

Kompetisi yang diikuti mahasiswa dan mahasiswi seluruh perguruan tinggi ini menghadirkan empat kategori, dengan tema Living with Covid-19 in New Normal Era.

Kategorinya adalah Documentary Film Competition, Scientific Paper Competition, Industrial Case Competition, dan Scientific Poster Competition.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerja Sama Universitas Pertamina, Budi W. Soetjipto menyatakan, kompetisi semacam ini harus terus digalakkan.

Itu bertujuan agar mahasiswa terbiasa melakukan riset sehingga mereka menjadi pembelajar sepanjang hayat.

"Dengan memberikan kesempatan sebesar-besarnya kepada mahasiswa untuk terlibat dalam riset, inovasi baru akan terus lahir dan berkembang," kata dia dalam siaran persnya, Jumat (29/1/2021).

Lalu, sebut dia, mahasiswa juga akan lebih terbiasa dan dekat dengan isu-isu di dunia industri. Sehingga, akan lebih sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Penguatan riset perlu dilakukan

SVP Strategy & Investment Pertamina, Daniel S. Purba mengungkapkan, penguatan riset memang diperlukan di masa transisi pandemi Covid-19.

Oleh karena, penting bagi perusahaan untuk memodifikasi semua sektor bisnis, agar profit perusahaan tidak berada di posisi minus.

Baca juga: Mahasiswa, IPB Berikan 7 Keringanan UKT dan Biaya Pendidikan

"Dalam proses penerapan modifikasi tersebut tentu memerlukan penelitian mendalam," jelas dia.

Budi menjelaskan, proses pengiriman berkas dan seleksi untuk keempat kategori lomba telah dilaksanakan sejak September 2020.

Sementara itu, grand final digelar pada tanggal 23-24 Januari 2021 secara daring.

Penjurian seluruh kategori lomba dilakukan secara objektif dengan melibatkan para pakar dan ahli di bidangnya.

Hasil dari lomba, juara pertama dari keempat kategori lomba diraih oleh Universitas Indonesia untuk kategori Scientific Poster Competition, Telkom University untuk kategori Documentary Film Competition.

Lalu ada Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk kategori Scientific Paper Competition, dan Institut Teknologi Bandung (ITB) untuk kategori Industrial Case Competition.

Baca juga: Alasan Sinetron Ikatan Cinta Booming Menurut Pakar Unair

Sementara Universitas Pertamina menyabet juara ketiga dalam kategori Scientific Poster Competition, Juara 2 dan Favorite Documentary Film dalam kategori Documentary Film Competition, Juara 2 dan Best Paper dalam kategori Scientific Paper Competition.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.