Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bangun Pemikiran Kritis, IKJ Gelar Diskusi Bedah Buku "Jiwa, Cita, dan Nuansa" Nunung WS

Kompas.com - 08/05/2024, 16:04 WIB
Yohanes Enggar Harususilo

Penulis

KOMPAS.com - Institut Kesenian Jakarta (IKJ) melalui Fakultas Seni Rupa dan Desain menggelar diskusi bedah buku “Jiwa, Cita, dan Nuansa: Lima Dekade Nunung WS Berkarya” karya seniman Nunung WS yang digelar di Galeri FSRD IKJ, Jakarta, 8 Mei 2024.

Diskusi perdana dari buku ini diselenggarakan oleh Dgallerie bekerja sama dengan Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta dengan menghadirkan narasumber: Chabib Duta Hapsoro (kurator), Dolorosa Sinaga (pematung), dengan moderator Ibrahim Soetomo.

Acara diskusi buku ini diharapkan memberikan pemikiran kritis kepada dosen dan mahasiswa terhadap perkembangan seni rupa di Indonesia.

Acara diskusi dibuka Wakil Dekan Bidang Riset, Inovasi dan Pengabdian kepada Masyarakat FSRD IKJ, Nicholas Wila Adi Pratama.

"Kita semua menjadi saksi sejarah Ibu Nunung WS sebagai pelukis perempuan yang bekerja selama lima dekade telah berhasil menarasikan bagaimana seorang perempuan memelihara spirit, perawatan dan pelestarian," ungkapnya.

"Kehadiran buku ini, memberikan jejak sejarah terhadap perkembangan dalam medan seni rupa," tambah Nicholas Wila.

Buku ini diterbitkan setelah Nunung WS menggelar pameran tunggal retrospektif di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta pertengahan tahun lalu dengan tajuk "Nunung WS: Jiwa dalam Manunggal".

Keduanya menandai dedikasi luar biasa dan pencapaian Nunung WS sebagai seniman.

Mengutip Galeri Nasional Indonesia, Nunung WS merupakan satu-satunya perempuan yang secara konsisten menjadi pelaku seni abstrak. Ia memakai warna untuk mengungkapkan apa yang telah di alami dan dirasakan.

Ia berpendapat bahwa melukis tidak harus melukis suatu bentuk, karena bentuk itu selalu ada kaitannya dengan bentuk-bentuk lain, sedangkan ia ingin bebas melampaui batasan dan masuk ke dunia yang tak kasat mata, medium terpenting untuknya adalah warna.

"Warna adalah jalan untuk dapat berekspresi total," ungkap Nunung WS.

Nunung menyebut karya abstraknya sebagai penghantar masuk ke dalam dunia transenentalnya. Nunung yang mengacu pada semangat spiritual dan transendental berlandaskan reliji, mistik dan magis.

Pada tahun ini akan digelar diskusi buku "Jiwa, Cita, dan Nuansa" di beberapa kota di Indonesia.

Buku ini mendiskusikan secara komprehensif dan mendalam sejumlah pencapaian artistik yang penting dari Nunung WS sebagai seniman yang prolifik pada dekade 1980an hingga sekarang.

Baca juga: Bangun Minat Baca Anak, BINUS SCHOOL Semarang Hadirkan Festival Membaca 1000 Buku

 

Dalam buku ini juga didiskusikan agensi gender sang seniman di tengah kanon historis dan medan seni yang memarjinalisasi perempuan. 

Buku ini juga berusaha menampilkan Nunung WS dalam perspektif dan konstruksi nonmaskulin yang menunjukkan bagaimana seorang seniman perempuan meneguhkan dan memelihara spirit perawatan dan pelestarian.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com