Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kanselir Jerman Scholz: Putin Gunakan Energi Sebagai Senjata

Kompas.com - 22/10/2022, 22:31 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Editor

Penulis: VOA Indonesia

BERLIN, KOMPAS.com - Kanselir Jerman Olaf Scholz pada Kamis (20/10/2022) mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin menggunakan energi sebagai senjata. Akan tetapi, taktiknya itu hanya akan membuat sekutu-sekutu Barat semakin kuat bersatu dalam mendukung Ukraina.

Scholz mengemukakan pernyataan itu kepada parlemen Jerman sebelum KTT Energi Uni Eropa.

KTT tersebut merupakan pertemuan kedua blok beranggotakan 27 negara itu dalam dua pekan sewaktu mereka berupaya menurunkan harga energi dan mengatasi perbedaan pendapat mengenai cara melakukannya.

Baca juga: Diterpa Krisis Energi, KTT Uni Eropa Diperkirakan Alot

Dalam komentarnya di parlemen, Scholz mengatakan upaya-upaya Rusia untuk menghentikan pasokan gas ke Eropa, sambil melakukan apa yang ia sebut taktik Bumi hangus terhadap Ukraina – dengan menarget infrastruktur energi menjelang bulan-bulan musim dingin – akan menjadi bumerang dan “hanya akan memperkuat tekad serta daya tahan Ukraina dan mitra-mitranya.

Menjelang KTT energi itu, Scholz memperingatkan agar tidak menetapkan batas harga gas, langkah yang didukung oleh 15 anggota Uni Eropa.

Ia berpendapat, “Batas harga yang ditetapkan secara politis selalu menimbulkan risiko produsen menjual gasnya ke tempat lain dan kita di Eropa akhirnya mendapat lebih sedikit gas, bukannya lebih banyak.”

Scholz menyarankan Uni Eropa berkoordinasi erat dengan para konsumen gas lainnya, seperti Jepang dan Korea, agar mereka tidak saling bersaing, sambil bernegosiasi dengan produsen dalam menetapkan harga yang pantas.

Baca juga: Cuaca Ekstrem Ancaman Besar Keamanan Energi Global, Layaknya Perang Ukraina

Pemimpin Jerman itu mengatakan ia yakin sekutu-sekutu penghasil energi seperti AS, Kanada atau Norwegia, memiliki kepentingan dalam memastikan bahwa energi di Eropa tidak menjadi tak terjangkau.

Mengacu pada rencana Uni Eropa untuk mulai melatih tentara Ukraina, yang diumumkan pada Senin, Scholz mengatakan salah satu pusat pelatihan akan berada di Jerman.

Ia mengatakan, pada musim semi, mereka akan melatih satu brigade penuh terdiri dari hingga 5.000 tentara.

Baca juga: Serangan Rudal Rusia Hantam 30 Persen Infrastruktur Energi Ukraina

"Dengan cara ini, kita menegaskan kesediaan untuk berpartisipasi secara permanen dalam membangun Angkatan Bersenjata Ukraina yang kuat, bergandengan tangan dengan mitra-mitra kita," kata Scholz.

Sementara itu, KTT energi Uni Eropa sedang berlangsung di Brussels, Belgia.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, yang diperkirakan akan berpidato di hadapan 27 pemimpin nasional blok tersebut melalui konferensi video dari Kyiv meminta dilanjutkannya bantuan agar negaranya dapat melewati musim dingin.

Artikel ini pernah tayang di VOA Indonesia dengan judul Kanselir Jerman Scholz: Putin Gunakan Energi Sebagai Senjata.

Baca juga: Kunjungi Jakarta, Delegasi AS Dukung Transisi Energi di Indonesia

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com