Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hari Terakhir Batas Pencairan, Ini Cara Buat Pengaduan jika THR Tidak Dibayarkan

Kompas.com - 04/04/2024, 13:00 WIB
Diva Lufiana Putri,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) membuka layanan pengaduan tunjangan hari raya (THR) keagamaan 2024.

Pekerja yang tidak mendapatkan haknya dari perusahaan bisa membuat laporan melalui situs resmi posko pengaduan THR Kemenaker.

Hal tersebut sesuai dengan Surat Edaran Menaker Nomor M/2/HK.04.00/III/2024 tanggal 15 Maret 2024 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2024 bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

THR cair terakhir 4 April 2024

Sebelumnya, Menaker Ida Fauziyah mengimbau perusahaan untuk menunaikan kewajibannya membayar THR kepada para pekerja.

Imbauan tersebut diberikan mengingat H-7 Idul Fitri 2024 jatuh pada hari ini, Kamis, 4 April 2024 yang merupakan batas terakhir pembayaran THR keagamaan bagi pekerja/buruh.

"Kami kembali mengimbau dan mengingatkan komitmen teman-teman pengusaha terhadap pembayaran THR tahun ini," kata Ida, dilansir dari Kompas.com, Selasa (2/4/2024).

THR wajib diberikan oleh pengusaha kepada pekerja sebanyak satu kali dalam satu tahun sesuai hari raya keagamaan masing-masing.

Ida mengatakan, Kemenaker telah membuka posko THR untuk melayani pengaduan perhitungan THR.

Posko ini, kata dia, dapat diakses secara fisik atau tatap muka, maupun secara online melalui laman resmi Kemenaker.

"Untuk layanan secara online, masyarakat dapat menghubungi via poskothr.kemnaker.go.id, menghubungi call center 1500-630, atau WhatsApp 08119521151," ujarnya.

Baca juga: Penjelasan DJP soal Potongan Pajak THR 2024 Disebut Lebih Besar

Cara buat pengaduan THR Kemenaker

Layanan pengaduan atau penegakan hukum terkait THR sendiri dibuka sejak 3 April 2024 pukul 00.00 WIB dan akan tetap memberikan layanan hingga pasca-Idul Fitri 2024.

"Sehingga kami harapkan teman-teman pengusaha dan pekerja/buruh untuk dapat mengoptimalkan keberadaan posko THR terkait pembayaran THR keagamaan tahun ini," ucap dia.

Berikut tata cara pengaduan THR melalui Posko THR Kemenaker:

  • Buka laman https://poskothr.kemnaker.go.id
  • Klik "Masuk"
  • Buat akun Siap Kerja dengan mengeklik "Daftar Sekarang"
  • Jika sudah memiliki akun, isi email atau nomor ponsel serta kata sandi, kemudian klik "Masuk"
  • Klik "Pengaduan THR"
  • Pilih provinsi" dan kabupaten/kota tempat pekerja bekerja
  • Pilih nama perusahaan tempat bekerja
  • Jika tidak ada nama perusahaan dalam daftar, klik "Perusahaan Baru"
  • Isi data diri yang meliputi:
    • Jabatan di perusahaan
    • Bagian
    • Status pegawai
    • Pokok permasalahan
    • Keterangan atau kronologis
    • Bukti-bukti
  • Selanjutnya, klik "Laporkan"
  • Setelah melapor, pekerja akan menerima email balasan.

Pengaduan nantinya dapat dilihat di situs Siap Kerja pada menu "Histori Pengaduan Saya".

Baca juga: Potongan Pajak THR 2024 Disebut Lebih Besar karena Sistem TER, DJP Buka Suara

Halaman:

Terkini Lainnya

Beredar Foto Cacing Berkepala Martil, Apakah Berbahaya?

Beredar Foto Cacing Berkepala Martil, Apakah Berbahaya?

Tren
Uang Pecahan Kecil Palsu Banyak Beredar Setelah Lebaran, BI Jelaskan Bedanya

Uang Pecahan Kecil Palsu Banyak Beredar Setelah Lebaran, BI Jelaskan Bedanya

Tren
5 Kampus Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2024

5 Kampus Kedokteran Terbaik di Indonesia Versi QS WUR by Subject 2024

Tren
Video Viral Pengemis Lansia di Kulonprogo Pukul Mobil yang Tak Beri Uang, Aksinya Disebut Bukan yang Pertama

Video Viral Pengemis Lansia di Kulonprogo Pukul Mobil yang Tak Beri Uang, Aksinya Disebut Bukan yang Pertama

Tren
Kala Sopir Bus Ajak Penumpangnya Rayakan Lebaran di Rumah Sang Mertua...

Kala Sopir Bus Ajak Penumpangnya Rayakan Lebaran di Rumah Sang Mertua...

Tren
Pasien Kanker Prostat Diprediksi Akan Naik Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun, Ini Alasannya

Pasien Kanker Prostat Diprediksi Akan Naik Dua Kali Lipat dalam 20 Tahun, Ini Alasannya

Tren
Kisah Penjual di Tebet, Hampir Kena Tipu Jutaan Rupiah dengan Modus Bukti Transfer QRIS Palsu

Kisah Penjual di Tebet, Hampir Kena Tipu Jutaan Rupiah dengan Modus Bukti Transfer QRIS Palsu

Tren
Catat, Ini Kategori ASN yang Tidak Boleh WFH pada 16-17 April 2024

Catat, Ini Kategori ASN yang Tidak Boleh WFH pada 16-17 April 2024

Tren
Akibat Serangan Awal Iran, Israel Disebut Alami Kerugian Rp 1,6 Triliun

Akibat Serangan Awal Iran, Israel Disebut Alami Kerugian Rp 1,6 Triliun

Tren
Penembakan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Satu Korban Luka akibat Salah Sasaran

Penembakan Bandara Internasional Kuala Lumpur, Satu Korban Luka akibat Salah Sasaran

Tren
Iran Serang Israel, Begini Respons Negara-negara Timur Tengah

Iran Serang Israel, Begini Respons Negara-negara Timur Tengah

Tren
Profil Bupati Maggarai Herybertus GL Nabit yang Pecat 249 Nakes

Profil Bupati Maggarai Herybertus GL Nabit yang Pecat 249 Nakes

Tren
Jika Israel Serang Balik Iran, Biden Pastikan AS Tak Akan Ikut Campur

Jika Israel Serang Balik Iran, Biden Pastikan AS Tak Akan Ikut Campur

Tren
Respons Pemimpin Dunia atas Serangan Iran ke Wilayah Israel

Respons Pemimpin Dunia atas Serangan Iran ke Wilayah Israel

Tren
Polisi Ungkap Dugaan Motif Penusukan Massal di Mal Australia

Polisi Ungkap Dugaan Motif Penusukan Massal di Mal Australia

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com