Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

LIVE Link Streaming Sidang Lanjutan Sengketa Pilpres 2024, Kubu Prabowo-Gibran Hadirkan 14 Saksi dan Ahli

Kompas.com - 04/04/2024, 08:15 WIB
Laksmi Pradipta Amaranggana,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sidang lanjutan sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK) dilanjutkan hari ini, Kamis (4/4/2024).

Agenda sidang hari ini adalah mendengarkan keterangan dari saksi dan ahli dari pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Dalam sidang hari ini, kubu Prabowo-Gibran akan membawa 8 ahli dan 6 saksi.

Sidang sengketa Pilpres 2024 hari ini dapat disaksikan secara langsung melalui tayangan dalam link ini mulai pukul 08.00 WIB.

Baca juga: Kata Sri Mulyani, Risma, Airlangga, dan Muhadjir Usai Diminta Hadir Sidang Sengketa Pilpres 2024

Ketua Tim Pembela Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra mengatakan, para ahli dan saksi akan membantah argumen yang diajukan pemohon.

"Ahli kami akan menghadirkan 8 ahli, 6 saksi, ke persidangan besok dan sekali lagi akan membantah, akan menolak seluruh bukti-bukti dan argumen yang diajukan oleh pemohon 1 dan pemohon 2," kata Yusril, dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Rabu (3/4/2024).

"Kami optimistis bahwa persidangan ini berjalan baik dan insya Allah akan memenangkan kami," sambungnya.

Menurut Yusril, ahli yang hadir hari ini juga akan membantah dalil yang pencalonan Gibran yang diklaim tidak sah.

Apalagi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam sidang sebelumnya hanya bungkam terkait dugaan pelanggaran dalam pencalonan Gibran.

"KPU sebenarnya menutupi (melengkapi) hal yang sebenarnya kami tidak bisa terlalu banyak menerangkan. Jadi mereka fokus saja menerangkan tentang Sirekap," jelas dia.

Baca juga: Mengenal Politik Gentong Babi, Istilah yang Disinggung dalam Sidang Sengketa Pilpres di MK

Bungkamnya KPU soal pencalonan Gibran

Sebelumnya, KPU memang bungkam saat diminta untuk membantah dalil pemohon yang menyebutkan pencalonan Gibran tidak sah.

KPU justru membantah terkait kecurangan yang didalilkan melalui Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap).

Dalam gugatannya ke MK, calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 1 Anies-Muhaimin dan nomor urut 3 Ganjar-Mahfud sama-sama meminta agar paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran, didiskualifikasi.

Pasalnya, Gibran dianggap tidak memenuhi syarat administrasi ditetapkan sebagai calon wakil presiden (cawapres).

Hal ini dikarenakan KPU RI memproses pencalonan putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu menggunakan Peraturan KPU (PKPU) Nomor 19 Tahun 2023.

Atas tindakan itu, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) juga telah menyatakan seluruh komisioner KPU RI melanggar etika dan menyebabkan ketidakpastian hukum.

Baca juga: Isi Tuntutan Anies-Muhaimin dan Ganjar-Mahfud pada Sidang Sengketa Pilpres 2024 di MK

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

7 Instansi yang Sudah Umumkan Formasi CPNS 2024, Cek Kuotanya

7 Instansi yang Sudah Umumkan Formasi CPNS 2024, Cek Kuotanya

Tren
4 Nama yang Diprediksi Maju Pilkada Sumut 2024, Ada Menantu Presiden

4 Nama yang Diprediksi Maju Pilkada Sumut 2024, Ada Menantu Presiden

Tren
Pria Ini Bayar Rp 11 Juta untuk Buku yang Dicuri 15 Tahun Lalu dan Beri Pesan Menyentuh

Pria Ini Bayar Rp 11 Juta untuk Buku yang Dicuri 15 Tahun Lalu dan Beri Pesan Menyentuh

Tren
Asal-usul Ikan Mujair, Benarkah Ditemukan Sosok Mbah Moedjair?

Asal-usul Ikan Mujair, Benarkah Ditemukan Sosok Mbah Moedjair?

Tren
Konsumsi Emping Melinjo, Ini Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Konsumsi Emping Melinjo, Ini Efek Samping dan Cara Mengatasinya

Tren
3 Penyebab KIP Kuliah Dicabut, Termasuk Gaya Hidup Mewah

3 Penyebab KIP Kuliah Dicabut, Termasuk Gaya Hidup Mewah

Tren
5 Fakta soal Kekerasan yang Dialami Anak Isa Bajaj, Korban Tidak Berani Buang Air Kecil

5 Fakta soal Kekerasan yang Dialami Anak Isa Bajaj, Korban Tidak Berani Buang Air Kecil

Tren
Fenomena Ledakan Nova 2024, Momen yang Terjadi Sekali Seumur Hidup

Fenomena Ledakan Nova 2024, Momen yang Terjadi Sekali Seumur Hidup

Tren
15 Rute Kereta Api Diskon Bursa Pariwisata 20 Persen, Ini Ketentuannya

15 Rute Kereta Api Diskon Bursa Pariwisata 20 Persen, Ini Ketentuannya

Tren
Kapan Pertandingan Indonesia Vs Yordania di Piala Asia U23? Ini Link Live Streamingnya

Kapan Pertandingan Indonesia Vs Yordania di Piala Asia U23? Ini Link Live Streamingnya

Tren
5 Manfaat Madu untuk Wajah yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Ampuh Atasi Jerawat

5 Manfaat Madu untuk Wajah yang Jarang Diketahui, Salah Satunya Ampuh Atasi Jerawat

Tren
Status Gunung Api di Indonesia hingga April 2024, Ingat Kondisi dan Mitigasinya

Status Gunung Api di Indonesia hingga April 2024, Ingat Kondisi dan Mitigasinya

Tren
Kasus dan Rekam Jejak Daud Kim, YouTuber yang Klaim Mau Bangun Masjid di Korea

Kasus dan Rekam Jejak Daud Kim, YouTuber yang Klaim Mau Bangun Masjid di Korea

Tren
Ikan Purba Sepanjang 25 Meter yang Ditemukan di Inggris, Jadi Reptil Laut Terbesar di Dunia

Ikan Purba Sepanjang 25 Meter yang Ditemukan di Inggris, Jadi Reptil Laut Terbesar di Dunia

Tren
Besok, MK Akan Bacakan Hasil Sidang Sengketa Pilpres 2024

Besok, MK Akan Bacakan Hasil Sidang Sengketa Pilpres 2024

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com