Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Menyosialisasikan Anak Kucing agar Mengenali Lingkungan dengan Baik

Kompas.com - 16/05/2024, 10:45 WIB
Muhammad Zaenuddin

Penulis

KOMPAS.com - Semua anak kucing memerlukan sosialisasi sejak dini agar dapat menjadi hewan peliharaan yang baik dan mengenali lingkungannya dengan baik pula.

Menyosialisasikan anak kucing berarti memperkenalkan kucing Anda pada lingkungan dan kemungkinan situasi yang akan dihadapi di masa mendatang.

Kemudian memadukan perkenalan tersebut dengan sesuatu yang positif, misalnya makanan atau camilan yang mereka sukai.

Ini biasanya dilakukan oleh pemilik anak kucing yang sudah lepas dari masa menyusu induknya maupun ketika Anda menemukan anak kucing di jalan atau yang diadopsi.

Baca juga: Alasan Mengapa Anda Tidak Boleh Memegang Anak Kucing yang Baru Lahir


Berikut adalah cara menyosialisasikan anak kucing kepada lingkungannya:

1. Biarkan anak kucing menyesuaikan diri

Dilansir dari laman PetMD, langkah pertama adalah membiarkan anak kucing menyesuaikan diri dengan lingkungan rumah bersama induk dan saudaranya.

Namun jika itu adalah anak kucing yang Anda bawa dari luar, sediakan tempat khusus untuknya yang berisi makanan, air, mainan, alas tidur, dan kotak kotoran.

Biarkan anak kucing berada di areanya setidaknya selama beberapa hari untuk menetap dan menyesuaikan diri.

Baca juga: Peneliti Ungkap Ras Kucing yang Miliki Harapan Hidup Paling Lama, Jenis Apa?

2. Kenalkan dengan sentuhan

Cara awal membangun landasan kepercayaan pada anak kucing adalah dengan menunjukkan bahwa sentuhan adalah pengalaman positif.

Anda bisa memulai dengan meminta kucing Anda menjilat makanan basah dari sendok saat Anda menyentuhnya. Coba sentuh kaki, kepala, telinga, ekor, dan mulut anak kucing.

Lakukan setiap hari sampai anak kucing merasa nyaman dengan sentuhan di semua area, terutama area yang lebih sensitif seperti cakarnya.

Baca juga: Seekor Kucing Mati Setelah Diberi Obat Scabies Semprot, Ini Kronologi dan Penjelasan Dokter Hewan

3. Biarkan mereka menjelajah

Setelah mereka terbiasa dengan ruang pribadinya, mulailah mengenalkannya satu per satu pada ruangan, keluarga di rumah, dan hewan lain di rumah.

Mulailah secara perlahan, hanya dengan beberapa menit, beberapa kali sehari. Jika anak kucing terlihat tidak nyaman, kembalikan dia ke ruang pribadinya dan coba lagi di lain waktu.

4. Paparkan mereka pada stimulus baru

Setelah mereka terbiasa dengan ruangan dan penghuni rumah lainnya, mulailah memperkenalkan suara, bau, dan pengalaman baru kepada anak kucing Anda.

Hal spesifiknya akan bergantung pada apa yang sering mereka temui di rumah, seperti perawatan rutin, menyikat gigi, memotong kuku, dan membersihkan telinga.

Halaman Berikutnya
Halaman:

Terkini Lainnya

Kesaksian Warga Palestina yang Diikat di Kap Mobil dan Dijadikan Tameng oleh Tentara Israel

Kesaksian Warga Palestina yang Diikat di Kap Mobil dan Dijadikan Tameng oleh Tentara Israel

Tren
Ethiopia Selangkah Lagi Miliki Proyek Bendungan PLTA Terbesar di Afrika

Ethiopia Selangkah Lagi Miliki Proyek Bendungan PLTA Terbesar di Afrika

Tren
Jet Tempur Israel Serang Klinik di Gaza, Runtuhkan Salah Satu Pilar Kesehatan Palestina

Jet Tempur Israel Serang Klinik di Gaza, Runtuhkan Salah Satu Pilar Kesehatan Palestina

Tren
Sama-sama Baik untuk Pencernaan, Apa Beda Prebiotik dan Probiotik?

Sama-sama Baik untuk Pencernaan, Apa Beda Prebiotik dan Probiotik?

Tren
Dilirik Korsel, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia jika Ditinggal STY?

Dilirik Korsel, Bagaimana Nasib Timnas Indonesia jika Ditinggal STY?

Tren
Ramai soal Siswi SMAN 8 Medan Tak Naik Kelas, Ini Penjelasan Polisi, Kepsek, dan Disdik

Ramai soal Siswi SMAN 8 Medan Tak Naik Kelas, Ini Penjelasan Polisi, Kepsek, dan Disdik

Tren
Perang Balon Berlanjut, Kini Korut Kirimkan Hello Kitty dan Cacing ke Korsel

Perang Balon Berlanjut, Kini Korut Kirimkan Hello Kitty dan Cacing ke Korsel

Tren
Perjalanan Kasus Karen Agustiawan, Eks Dirut Pertamina yang Rugikan Negara Rp 1,8 T

Perjalanan Kasus Karen Agustiawan, Eks Dirut Pertamina yang Rugikan Negara Rp 1,8 T

Tren
Ini Kronologi dan Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Jakarta Timur

Ini Kronologi dan Motif Anak Bunuh Ayah Kandung di Jakarta Timur

Tren
Pasangan Haji Meninggal Dunia, Jalan Kaki Berjam-jam di Cuaca Panas dan Sempat Hilang

Pasangan Haji Meninggal Dunia, Jalan Kaki Berjam-jam di Cuaca Panas dan Sempat Hilang

Tren
Kata Media Asing soal PDN Diserang 'Ransomware', Soroti Lemahnya Perlindungan Siber Pemerintah Indonesia

Kata Media Asing soal PDN Diserang "Ransomware", Soroti Lemahnya Perlindungan Siber Pemerintah Indonesia

Tren
Populasi Thailand Turun Imbas Resesi Seks, Warga Pilih Adopsi Kucing

Populasi Thailand Turun Imbas Resesi Seks, Warga Pilih Adopsi Kucing

Tren
Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Raih Gelar Master dari Stanford, Kuliah sejak Perang Dunia II

Kisah Nenek Berusia 105 Tahun Raih Gelar Master dari Stanford, Kuliah sejak Perang Dunia II

Tren
Kronologi dan Kejanggalan Kematian Afif Maulana Menurut LBH Padang

Kronologi dan Kejanggalan Kematian Afif Maulana Menurut LBH Padang

Tren
7 Fakta Konser di Tangerang Membara, Vendor Rugi Rp 600 Juta, Ketua Panitia Diburu Polisi

7 Fakta Konser di Tangerang Membara, Vendor Rugi Rp 600 Juta, Ketua Panitia Diburu Polisi

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com