KOMPAS.com - Kisah Juliane Koepcke, mungkin adalah kisah penyintas kecelakaan pesawat yang paling mendebarkan.
Bagaimana tidak, ia terlempar dari pesawat, terjatuh ke tanah, dan bertahan hidup selama 11 hari di ganasnya hutan Amazon.
Bagaimana kisah selengkapnya?
Dilansir dari ABC, lahir dari orang tua asal Jerman pada tahun 1954, Juliane dibesarkan di dalam hutan Peru.
Ayahnya, Hans-Wilhelm Koepcke, adalah seorang ahli zoologi terkenal. Dan ibunya, Maria Koepcke, adalah seorang ilmuwan yang mempelajari burung tropis.
Orang tua Juliane Koepcke mendirikan stasiun penelitian biologi bernama Panguana agar mereka dapat membenamkan diri dalam ekosistem hutan hujan yang rimbun.
Juliane menikmati masa kecilnya dengan menjalani homeschooling di Panguana. Hingga ia akhirnya memutuskan pergi ke ibu kota Peru, Lima, untuk menyelesaikan pendidikannya.
Pada tahun 1971, Juliane yang baru berusia 17 tahun, bersama ibunya, Maria memesan tiket untuk kembali ke Panguana untuk bergabung dengan Hans merayakan Natal.
Satu-satunya pilihan mereka untuk terbang pada malam Natal adalah dengan menumpang LANSA Penerbangan 508, sebuah pesawat turboprop yang dapat membawa 99 orang.
Ayah Juliane tahu pesawat Lockheed L-188 Electra memiliki reputasi buruk. Meski begitu, Juliane dan Maria tetap bersikukuh menaiki LANSA.
Duduk di baris kedua dari belakang, Juliane mengambil tempat duduk dekat jendela sedangkan ibunya duduk di tengah.
15 menit sebelum mereka seharusnya mendarat, langit tiba-tiba menjadi gelap.
"Siang hari berubah menjadi malam dan kilat menyambar dari segala arah. Orang-orang terengah-engah saat pesawat berguncang keras," tulis Juliane dalam memoarnya The Girl Who Fell From The Sky.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.