Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Hobi Selingkuh Menurun secara Genetik?

Kompas.com - 14/01/2023, 11:05 WIB
Diva Lufiana Putri,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi


KOMPAS.com - Salah satu perusak sebuah hubungan adalah perilaku tidak setia atau selingkuh.

Banyaknya kasus perselingkuhan yang ada di sekitar kita akhirnya menjadi momok yang menghantui pasangan lain.

Kecenderungan suka selingkuh sendiri sering disebut "penyakit" yang suatu saat akan kambuh lagi.

Banyak orang menilai, bahwa perilaku tidak setia atau kebiasaan selingkuh umumnya tidak mudah hilang atau sembuh.

Nah, lantas apa yang bisa menyebabkan seseorang memiliki watak tidak setia? Apakah dipengaruhi faktor lingkungan saja ataukah ada peran genetika?

Baca juga: Mengapa Seseorang Bisa Selingkuh?

Apakah perilaku tidak setia dipengaruh genetik?

Dilansir WebMd, sebuah studi menemukan satu gen yang terkait dengan perilaku mencari sensasi.

Perilaku mencari sensasi ini seperti minum alkohol, berjudi, hingga terjun ke dalam pergaulan bebas dan perselingkuhan seksual.

Dipimpin oleh Justin Garcia, penyelidik dan SUNY Doctoral Diversity Fellow di State University of New York di Binghamton, penelitian dari studi ini dilakukan guna melihat kemungkinan mekanisme biologis di balik dorongan untuk tidak setia kepada pasangannya atau melakukan seks bebas.

 

Peneliti mewawancarai 181 orang dewasa muda, menanyakan soal perilaku dan hubungan seksual mereka, serta mengambil sampel DNA mereka.

Dari penelitian itu disimpulkan bahwa variasi genetik memang dapat memengaruhi perilaku seksual manusia.

Baca juga: Hobi Bermalas-malasan Ternyata Diturunkan secara Genetik, Ini Penjelasannya

Masih dari sumber yang sama, studi itu menemukan bahwa ada sebuah gen "ketidaksetiaan" bernama D4 polymorphism atau DRD4.

Gen ini berperan dalam pembuatan dopamin, hormon yang diproduksi otak saat seseorang gembira atau senang.

DRD4 juga berhubungan dengan perilaku mencari sensasi, pergaulan bebas, dan perselingkuhan.

Sebenarnya setiap orang lahir membawa DRD4. Perbedaan satu sama lain ditentukan oleh varian serta ukuran dari gen DRD4.

Merujuk penelitian terhadap 181 responden dalam Jurnal PLOS One (2010), menunjukkan bahwa orang dengan 7R+ atau variasi gen DRD4, cenderung melakukan perselingkuhan atau pergaulan bebas.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com