Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Fakta Kecelakaan Bus Pariwisata di Subang, Lokasi di Jalur Rawan Kecelakaan

Kompas.com - 12/05/2024, 08:30 WIB
Alinda Hardiantoro,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Kecelakaan bus pariwisata, Trans Putera yang membawa rombongan pelajar terjadi di Jalan Raya Kampung Palasari, Desa Palasari, Kecamatan Ciater, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (11/5/2024) pukul 18.45 WIB.

Kecelakaan maut itu melibatkan sepeda motor merek Honda Vario, Daihatsu Feroza, sepeda motor Beat, dan kendaraan jenis R2.

Akibat kecelakaan tersebut, 11 orang dilaporkan meninggal dunia, 27 orang luka berat, dan 13 orang mengalami luka sedang.

"Sembilan korban anak-anak (yang dada di) rombongan bus, satu guru (juga) ikut rombongan bus, dan satu warga lokal," ujar Kadinkes Kabupaten Subang, Maxy, dilansir dari Antara.

Para korban kecelakaan maut tersebut dilarikan ke RSUD Ciereng, Kabupaten, Subang, Jawa Barat.

Baca juga: Kronologi Kecelakaan Bus di Subang, 9 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Fakta kecelakaan bus pariwisata di Subang

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut 5 fakta kecelakaan maut di Subang:

1. Bus sempat oleng

Kasi Humas Polres Subang, AKP Yusman menyampaikan, bus dengan nomor polisi AD 7524 OG itu sempat oleng sebelum menabrak kendaraan lainnya.

Bus itu datang dari arah selatan menuju utara.

"Saat melaju pada jalan yang menurun, bus oleng ke kanan menabrak kendaraan Feroza dari arah berlawanan,” kata dia, dikutip dari Kompas.com, Sabtu (11/5/2024). 

Bus kemudian terguling miring ke kiri dengan posisi ban kiri di atas dan tergelincir.

Bus sempat menabrak tiga kendaraan yang terparkir di bahu jalan.

Laju bus tersebut berhenti setelah menabrak tiang yang berada di bahu jalan arah Subang menuju Bandung, tepatnya di depan Masjid As Sa’dah.

Baca juga: Bus Pariwisata Kecelakaan di Kawasan Ciater, Polisi: Ada 2 Korban Jiwa

2. Terjadi di kawasan rawan kecelakaan

Lokasi kecelakaan di Ciater, Subang, Jawa Barat disebut terjadi di jalur rawan.

Pasalnya, kecelakaan maut itu bukan pertama kali terjadi. Sebelumnya, sudah cukup banyak insiden terjadi di ruas jalan yang didominasi dengan medan turunan dan tanjakan itu.

Ketua Institut Studi Transportasi (Instran) Darmaningtyas pernah menyoroti kawasan tersebut. Dia menilai, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah seharusnya mengkaji ulang jalanan di ruas Subang-Bandung, khususnya di sekitar daerah Ciater.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com