Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Spesifikasi dan Harga Drone Bayraktar TB2 yang Dipakai Ukraina Lawan Rusia

Kompas.com - 06/03/2022, 15:45 WIB
Nur Rohmi Aida,
Rendika Ferri Kurniawan

Tim Redaksi

Drone ini dikembangkan di Turki selama beberapa dekade terakhir setelah AS menolak untuk menjual drone buatannya, seperti Reaper.

Drone Bayraktar TB2 memiliki harga sekitar 1 juta dollar AS atau Rp 14 Miliar.

Dikutip dari FortuneDrone Bayraktar TB2 adalah kendaraan tak berawak pertama Turki.

Meskipun ia tak secanggih Drone Reaper, tetapi daya tariknya terletak pada rasio biaya dan manfaat yang sangat efisien di medan perang.

Drone ini mudah dipakai dibandingkan dengan persenjataan berteknologi tinggi lainnya.

Drone memiliki jangkauan terbatas sekitar 150 km dan dapat terbang di udara selama lebih dari 24 jam untuk menunggu saat yang tepat untuk menyerang.

“Ini memberi Ukraina keunggulan kualitatif baru atas musuh,” ujar Juru Bicara Komando Angkatan Udara Ukraina Letnan Kolonel Yuri Ignat.

Baca juga: Bayraktar TB2, Simbol Kebangkitan Turki Jadi Negara Adidaya Drone

Drone Bayraktar TB2 telah terlihat digunakan saat konflik Turki, Libya dan Suria.

Selain itu drone ini juga menarik perhatian publik saat perang Azerbaijan dan Armenia.

Di mana Azerbaijan muncul sebagai pemenang berkat pemakaian TB2 untuk menghancurkan tank dan artileri Armenia yang relatif maju.

Di konflik Ukraina ini, saat berbagai pakar militer menilai militer Rusia jauh lebih maju dan akan berhasil menduduki Ukraina, Bayraktar TB2 membantu Ukraina memanfaatkan masalah logistik yang mampu membuat konvoi Rusia terdampar.

Walaupun drone ini rentan terhadap serangan jet tempur, helikopter, dan rudal, tetapi sejauh ini keberhasilannya adalah berkat operasi drone yang dilakukan secara mengejutkan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Hasil Tes Online 1 Rekrutmen BUMN Diumumkan 22 Mei 2024, Klik rekrutmenbersama2024.fhcibumn.id

Hasil Tes Online 1 Rekrutmen BUMN Diumumkan 22 Mei 2024, Klik rekrutmenbersama2024.fhcibumn.id

Tren
UKT Semakin Mahal dan Janji Prabowo Gratiskan Biaya Kuliah di Kampus Negeri

UKT Semakin Mahal dan Janji Prabowo Gratiskan Biaya Kuliah di Kampus Negeri

Tren
Jarang Diketahui, Ini 5 Manfaat Minum Madu Campur Lemon

Jarang Diketahui, Ini 5 Manfaat Minum Madu Campur Lemon

Tren
Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Tren
Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Tren
Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Tren
Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang 'Jaka Sembung'

Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang "Jaka Sembung"

Tren
Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Tren
Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Tren
Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Tren
Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tren
5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

Tren
Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com