Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Warganet Keluhkan Harga Tiket Laga Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang Mahal, PSSI: Kami Minta Maaf

Kompas.com - 17/05/2024, 09:00 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Warganet keluhkan harga tiket pertandingan Indonesia melawan Irak dan Filipina dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026 yang dianggap terlalu mahal.

Mereka menyebut, harga tiketnya bahkan hampir dua kali lipat dibandingkan pertandingan terakhir ketika Indonesia vs Vietnam pada 21 Maret 2024 yang sama-sama digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Untuk diketahui, harga tiket pertandingan Indonesia vs Vietnam pada 21 Maret 2024 dijual mulai dari Rp 100.000 hingga Rp 750.000.

Sementara, harga tiket Indonesia lawan Irak dan Filipina pada Juni mendatang dijual dengan harga terendah Rp 250.000 dan harga tertinggi Rp 1.250.000.

Salah satu akun supporter sepak bola Indonesia, @lagrandeindonesia12 turut menyuarakan terkait kenaikan harga tiket tersebut.

"Permisi @pssi Harga tiket naik 100% apa nih penyebabnya kalo kami boleh tau? Apakah harga sewa Stadion GBK naik, biaya jasa keamanan naik, kurangnya sponsor, ongkos produksi merchandise, atau ingin memanfaatkan tren positif timnas senior dan pasca Piala Asia 2023?" tulis unggahannya.

Lantas, bagaimana tanggapan PSSI?

Baca juga: Alasan PSSI Tunda Liga 1 Mulai Pekan ke-31, demi Piala Asia U23 Qatar

PSSI buka suara

Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga mengungkapkan alasan kenaikan harga tiket laga Indonesia vs Irak dan Filipina di Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia yang digelar pada 6 Juni 2024.

Menurut dia, kenaikan harga tersebut merupakan salah satu cara untuk mengakomodasi biaya yang dibutuhkan untuk timnas Indonesia selanjutnya. Sebab, semakin baik penampilan timnas, maka semakin besar dana yang dibutuhkan untuk biaya operasional tim.

“Ini memang berat banget untuk membuat harga seperti sekarang. Timnas semakin kuat, pendanaan semakin besar," ujarnya kepada Kompas.com, Kamis.

“Kemudian kita lolos 8 besar Piala Asia, itu kan butuh pendanaan lagi. Menginapnya, semuanya. Lalu masuk semifinal, tambah lagi, menginap, akomodasi, dan sebagainya. Habis itu kita harus ikut lagi dalam perebutan urutan ketiga dan keempat, tambah lagi pendanaannya," sambungnya.

Arya melanjutkan, karena Indonesia gagal dalam perebutan tempat ketiga, tim asuhan Shin Tae-yong harus melanjutkan laga play-off di Perancis, dan membutuhkan pendanaan lagi.

"Tadinya mungkin cukup dari Doha ini ke Paris lagi. Kemudian nanti di Piala Dunia kan kita berharap masuk ke putaran ketiga," terang dia.

Arya pun mengungkapkan bahwa timnas membutuhkan dana tambahan untuk berpartisipasi di putaran ketiga Piala Dunia 2026 walau secara matematis, tempat Indonesia belum bisa dipastikan.

"Di putaran ketiga ada 10 pertandingan yang akan dilaksanakan. Ini butuh pendanaan lagi, mulai dari akomodasi sampai pesawat. Timnas makin kuat, pendanaan makin kuat. Dibutuhkan dana banyak," ujarnya.

Halaman:

Terkini Lainnya

Sarapan Apa agar Tidak Mudah Lapar? Berikut Daftarnya

Sarapan Apa agar Tidak Mudah Lapar? Berikut Daftarnya

Tren
Ramai soal Pendaftaran CPNS Dibuka 15-29 Juli 2024, Ini Penjelasan BKN

Ramai soal Pendaftaran CPNS Dibuka 15-29 Juli 2024, Ini Penjelasan BKN

Tren
Hasil Klasemem Piala AFF U-16 2024 Usai Indonesia Libas Filipina 3-0

Hasil Klasemem Piala AFF U-16 2024 Usai Indonesia Libas Filipina 3-0

Tren
Jangan Panik, Ini Cara Mengurus Salah Transfer Uang

Jangan Panik, Ini Cara Mengurus Salah Transfer Uang

Tren
Dibuka 1 Juli, Berikut Syarat dan Cara Daftar Beasiswa Unggulan 2024

Dibuka 1 Juli, Berikut Syarat dan Cara Daftar Beasiswa Unggulan 2024

Tren
Apa Itu 'Ransomware' yang Sebabkan PDN 'Down' Berhari-hari?

Apa Itu "Ransomware" yang Sebabkan PDN "Down" Berhari-hari?

Tren
Rincian Tarif UKT Universitas Brawijaya Jalur Seleksi Mandiri 2024

Rincian Tarif UKT Universitas Brawijaya Jalur Seleksi Mandiri 2024

Tren
Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Selesai Dibangun 1,5 Bulan, Bagaimana Kualitasnya?

Rumah Subsidi Jokowi di Cikarang Selesai Dibangun 1,5 Bulan, Bagaimana Kualitasnya?

Tren
BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 25-26 Juni 2024

BMKG: Ini Wilayah yang Berpotensi Alami Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 25-26 Juni 2024

Tren
[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

[POPULER TREN] Tiktoker Jepang Masak Cendol dengan Tauge | Cara Cek NIK Jadi NPWP atau Belum

Tren
Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Kronologi Pesawat Korean Airlines Tujuan Taiwan Terjun Bebas 8.000 Meter

Tren
Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Peneliti Temukan Sungai Purba yang Aktif 40 Juta Tahun Lalu dan Mengalir di Bawah Antarktika

Tren
Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul 'Driver' Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul "Driver" Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Tren
Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Tren
Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com