Kompas.com - 02/05/2021, 17:09 WIB
Orang-orang menyusun mayat korban meninggal karena Covid-19 di sebuah krematorium, di New Delhi, India, Sabtu, 24 April 2021 AP PHOTO/ALTAF QADRIOrang-orang menyusun mayat korban meninggal karena Covid-19 di sebuah krematorium, di New Delhi, India, Sabtu, 24 April 2021

KOMPAS.com - Tingginya angka kematian akibat Covid-19 dan minimnya akses kesehatan membuat warga India semakin putus asa.

Orang-orang beralih dari rumah sakit dan memilih tindakan alternatif, seperti praktik dukun untuk membantu menyembuhkan mereka dari Covid-19.

Melansir The Independent, Jumat (30/4/2021), Kepala Pengobatan di Rumah Sakit Kristen Chinchpada Maharashtra, dr Ashita Rebecca Singh mengatakan bahwa mereka yang pergi ke dukun percaya bahwa infeksi virus corona akibat adanya "roh jahat".

Baca juga: WHO: Situasi di India Bisa Terjadi di Mana Saja

RS jadi pilihan terakhir

Singh bekerja di bagian terpencil negara bagian Maharashtra.

Dia melihat beberapa dari pasien Covid-19 memiliki tanda cap di perut mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tanda itu diidentifikasi merupakan cap dari dukun yang telah berusaha mengusir "roh jahat". Roh inilah yang mereka yakini menyebabkan infeksi.

Menurut dokter, beberapa lainnya telah melarikan diri dari desa mereka karena mengira "roh jahat" adalah penyebab kematian orang.

Baca juga: Melihat Penanganan Covid-19 di India...

Seorang pasien dengan gangguan pernapasan berbaring di dalam mobil sambil menunggu untuk masuk rumah sakit Covid-19 untuk perawatan, di tengah penyebaran penyakit virus corona (Covid-19), di Ahmedabad, India, Kamis (22/4/2021).ANTARA FOTO/REUTERS/AMIT DAVE Seorang pasien dengan gangguan pernapasan berbaring di dalam mobil sambil menunggu untuk masuk rumah sakit Covid-19 untuk perawatan, di tengah penyebaran penyakit virus corona (Covid-19), di Ahmedabad, India, Kamis (22/4/2021).
Sementara itu, sebagian lainnya mengandalkan pengobatan tradisional, seperti pengobatan herbal dan berpegang pada kepercayaan kuno.

Sebenarnya pihak rumah sakit telah berusaha meningkatkan kapasitasnya dari 50 tempat tidur menjadi 82.

Akan tetapi, pasien datang ke rumah sakit hanya sebagai upaya terakhir karena pengobatan dukun tak membuahkan hasil.

Akhirnya, mereka keburu meninggal karena terlambat mendapat perawatan yang layak.

Baca juga: Sudah Ada di Indonesia, Berikut Informasi Seputar Varian Covid-19 B.1.617 dari India

Besi panas

Dari siaran Today BBC Radio 4, Singh bercerita bahwa dukun memberi cap besi panas di perut pasien dengan harapan roh jahat yang dipercaya menyebabkan penyakit ini akan musnah.

Dalam beberapa kasus, orang-orang juga beralih ke perawatan medis yang tidak terbukti secara klinis. Bisa dikatakan, ini adalah upaya putus asa untuk menyelamatkan orang yang mereka cintai.

"Hanya sebagian kecil yang akan datang ke dokter, yang lainnya akan pergi ke dukun atau praktisi adat yang akan memberi mereka obat herbal untuk penyakit mereka," kata Singh.

Baca juga: Simak 3 Gejala Baru Covid-19, dari Anosmia hingga Parosmia

Dalam kasus lain, pasar gelap untuk obat-obatan penyelamat hidup yang tidak banyak tersedia.

Negara terpadat kedua di dunia ini berada dalam krisis yang parah.

Rumah sakit dan pelayanan jenazah semakin kewalahan. Bahkan, korban terpaksa dikremasi di taman dan tempat parkir mobil.

Berdasarkan data dari Worldometers, per Minggu (2/5/2021) pukul 14.30, total kasus Covid-19 di India sebanyak 19.557.457 dengan 215.542 kematian.

Ia menduduki posisi kedua dari kasus Covid-19 terbanyak di dunia.

Baca juga: Vaksin Covid-19 Tahap 10 Tiba di Indonesia, Ini Sasaran Vaksinasinya

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Vaksinasi Covid-19 Tahap 2

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.