BRIN
Badan Riset dan Inovasi Nasional

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) adalah lembaga pemerintah yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Presiden Republik Indonesia. BRIN memiliki tugas menjalankan penelitian, pengembangan, pengkajian, dan penerapan, serta invensi dan inovasi yang terintegrasi.

Pemuliaan Tanaman untuk Memerangi Kelaparan dan Malanutrisi di Indonesia Terdampak Perubahan Iklim Global

Kompas.com - 30/06/2022, 11:03 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Erwin Fajar Hasrianda

Saya terkadang teringat pengalaman masa kecil saya ketika keluarga saya berada dalam kesulitan memperoleh pangan.

Itu adalah ketika ayah saya kehilangan pekerjaannya di akhir tahun 1997. Di masa itu juga banyak terjadi demonstrasi besar di Indonesia ke pemerintah.

Saat itu, makanan susah diperoleh dan sangat mahal. Orang-orang di seluruh negeri banyak kelaparan, termasuk keluarga saya.

Krisis pangan juga berperan dalam memicu kemarahan dan kerusuhan besar-besaran di masyarakat.

Saat itu, tuntutan utama para demonstran adalah ketersediaan dan penurunan harga sembako.

Baca juga: Potensi Pemanfaatan Keilmuan Epigenetika dalam Upaya Pemuliaan Kultivar Baru Tanaman yang Lebih Adaptif

Teringat jelas di benak saya betapa frustasinya seseorang, ketika mereka kelaparan dan tidak punya apa-apa untuk dimakan.

Pada akhirnya, sejumlah besar demonstran yang frustasi tersebut berhasil menggulingkan pemerintah yang telah kokoh berkuasa selama 32 tahun.

Saya mengalami dan menyaksikan secara langsung pergantian rezim yang chaos di Indonesia pada tahun 1998.

Dari situ saya dapat melihat, bahwa ketahanan pangan merupakan elemen penting dalam menjamin keamanan dan stabilitas nasional.

Saat ini memang kondisi politik dan ekonomi indonesia telah jauh lebih stabil dibandingkan masa itu.

Namun, problem kelaparan dan malanutrisi tetap membayangi sejumlah besar penduduk Indonesia. Diantaranya dikarenakan dampak perubahan iklim dan pemanasan global yang diperkirakan akan semakin memburuk di tahun-tahun mendatang.

Perubahan iklim ini, diprediksi akan berdampak pada peningkatan cekaman (stress) lingkungan dan peningkatan jumlah lahan pertanian suboptimal di Indonesia.

Pada gilirannya, ini akan berdampak langsung terhadap penurunan produktifitas pertanian nasional.

Cekaman lingkungan yang banyak diketemukan dan diprediksi akan meningkat signifikan akibat pemanasan global di negara kepulauan tropis seperti indonesia adalah cekaman kekeringan, banjir dan saline (kadar garam yang tinggi).

Merujuk data Kementerian Perikanan dan Kelautan, jumlah pulau di Indonesia adalah 17.504 pulau yang sebagian besarnya merupakan pulau-pulau kecil, dan dengan garis pantai sepanjang 99.093 km.

Lahan pertanian dengan kondisi cekaman lingkungan diketahui berdampak menurunkan produktivitas tanaman pertanian.

Kondisi ini berakibat turut menyumbang terjadinya kemiskinan, kelaparan, gizi buruk, dan stunting di sejumlah pelosok Indonesia. Karena itu, keberadaan kultivar tanaman yang lebih adaptif, tentu akan sangat membantu memerangi kelaparan dan malanutrisi di Indonesia.

Ditambah, tanaman seringkali terkena beberapa jenis cekaman lingkungan biotik-abiotik secara bersamaan.

Dengan demikian, mengungkap mekanisme biologis umum yang mempengaruhi kemampuan tanaman untuk dapat mengatasi berbagai faktor cekaman lingkungan sekaligus menjadi hal penting bagi peningkatan produktivitas tanaman di bawah situasi cekaman biotik-abiotik kompleks yang terjadi.

Sebagai informasi, tumbuhan mengenali dan beradaptasi dengan kondisi lingkungan sekitar yang tidak menguntungkan melalui perubahan mekanisme metabolisme dalam internal tubuhnya.

Ini dilakukan dengan mengatur ekspresi serangkaian gen yang berperan dalam pola adaptasi metabolik terkait.

Baca juga: Sekilas tentang Epigenetics, Mekanisme Biologi Pengatur Pola Ekspresi Gen DNA Makhluk Hidup

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Oh Begitu
Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
Jupiter Sejajar Bulan Malam Ini, Begini Cara Mengamatinya

Jupiter Sejajar Bulan Malam Ini, Begini Cara Mengamatinya

Fenomena
Overthinking dan Gangguan Kecemasan, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Overthinking dan Gangguan Kecemasan, Apa Itu dan Bagaimana Cara Mengatasinya?

Kita
Mengenal Terapi Lintah, Bisa Atasi Masalah Kulit hingga Penyakit Sendi

Mengenal Terapi Lintah, Bisa Atasi Masalah Kulit hingga Penyakit Sendi

Oh Begitu
Segudang Manfaat Kopi, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?

Segudang Manfaat Kopi, Benarkah Bisa Bikin Panjang Umur?

Oh Begitu
Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Masih Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa

Gelombang Tinggi hingga 6 Meter Masih Berpotensi Terjadi di Selatan Jawa

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.