Kompas.com - 29/06/2022, 17:45 WIB

KOMPAS.com - Akhirnya para ilmuwan menemukan kembali situs fosil yang hilang di Brasil, setelah awalnya ditemukan 70 tahun yang lalu.

Kondisi geologis yang unik di situs terpencil telah lama hilang, melestarikan harta paleontologi yang dapat membantu menjelaskan salah satu peristiwa kepunahan terbesar dalam sejarah.

Situs yang ditemukan kembali dikenal sebagai Cerro Chato, terletak di dekat perbatasan Brasil dengan Uruguay di negara bagian selatan Rio Grande do Sul.

Baca juga: Di Mana Situs Arkeologi Tertua di Dunia?

Sekitar 260 juta tahun lalu menjelang akhir periode Permian (299-251 juta tahun lalu), kondisi di situs ini ideal untuk menjebak dan mengawetkan organisme mati.

Akibatny,a beberapa lapisan berbatu di Cerro Chato penuh dengan fosil, terutama tumbuhan yang biasanya tidak memfosil.

Ahli paleontologi yang pertama kali menemukan Cerro Chato pada tahun 1951 sangat tertarik dengan peninggalan Permian yang begitu terpelihara dengan baik.

Sayangnya, tanpa landmark yang mudah diingat atau teknologi modern seperti GPS, maka tidak dapat merekam koordinat geografis situs secara akurat, dan saat berusaha untuk kembali ke harta karun Permian, suli untuk menemukannya kembali.

Setelah beberapa kali mencoba menelusuri kembali langkah tersebut, tim menghentikan pencarian dan menyatakan situs tersebut hilang.

Namun, sekelompok peneliti baru telah berhasil menemukan lokasi yang hilang pada tahun 2019.

"Selama beberapa dekade, lokasi geografis ini tidak diketahui. Peneliti baru melakukan perburuan harta karun besar-besaran untuk menemukannya lagi," kata Joseline Manfroi, ahli paleobotani di University of Vale do Taquari di Rio Grande do Sul seperti dikutip dari Live Science, Rabu (29/6/2022).

Beruntungnya, kesempatan untuk terus menulis sejarah situs melalui catatan fosil kembali dapat dilakukan setelah sekian lama.

Baca juga: Di Bawah Es Antartika, Ilmuwan Temukan Fosil Air Laut Lewat MRI Raksasa

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem 16-17 Agustus 2022, Ini Wilayah yang Harus Waspada

Fenomena
Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Virus Cacar Monyet Ditemukan pada Sampel Dubur Pasien Tanpa Gejala

Fenomena
Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Belalang Bisa Mencium Sel Kanker pada Manusia, Begini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Cegah Jakarta Tenggelam, Pemindahan IKN Saja Tak Akan Mencegah Ancaman Itu

Oh Begitu
Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Hilangnya Serangga Sebabkan Sepertiga Tanaman Pangan Terancam

Fenomena
Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Overthinking dan Berpikir Keras Bisa Bikin Lelah, Sains Jelaskan Penyebabnya

Oh Begitu
Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Cuaca Panas Berisiko Tingkatkan Kanker Kulit, Ini Kata Dokter

Oh Begitu
Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Bahaya Merokok dalam Rumah, Ini Cara Wujudkan Tempat Tinggal Bebas Asap Rokok

Oh Begitu
[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

[POPULER SAINS] Viral Wanita Curi Cokelat di Alfamart | WHO Ganti Nama Cacar Monyet | Cerita Kejahatan di Kehidupan Nyata | Gelombang Tinggi 6 Meter

Oh Begitu
Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Ilmuwan Deteksi Sambaran Petir Paling Kuat dan Langka, Seperti Apa?

Fenomena
Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Bantu Ahli Deteksi Potensi Penyakit di Masa Depan, Menkes Budi Luncurkan BGSi

Oh Begitu
Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Suku Maya Gunakan Abu Kremasi Manusia untuk Bikin Bola Karet, Studi Jelaskan

Fenomena
7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

7 Jenis Kura-kura yang Dilindungi di Indonesia

Oh Begitu
Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Gigitan Tomcat Sebabkan Gatal dan Kulit Melepuh, Ini Cara Mengobatinya

Oh Begitu
Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Manfaat Tanaman Porang, dari Bahan Pangan hingga Bahan Baku Industri

Oh Begitu
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.