Kompas.com - 25/06/2022, 10:03 WIB


KOMPAS.com- Sebuah studi menunjukkan seiring dengan suhu global yang meningkat akibat dampak perubahan iklim, maka iklim gurun pun menyebar ke utara hingga 100 km di beberapa bagian Asia Tengah.

Sementara itu peneliti juga mencatat bahwa selama 35 tahun terakhir, suhu telah meningkat di seluruh Asia Tengah, mencakup sebagian China, Uzbekistan, dan Kirgistan. Pada periode yang sama, daerah pegunungan menjadi lebih panas dan lebih basah.

Perubahan seperti itu menurut Jeffrey Dukes, ahli ekologi di Carnegie Institution for Science’s Department of Global Ecology di Stanford, California akan mengancam ekosistem dan mereka yang tergantung dari wilayah tersebut.

Artinya, bahwa perubahan iklim yang menyebabkan kenaikan suhu di kawasan Asia Tengah, dapat menyebabkan semakin banyak wilayah di kawasan ini menjadi gurun.

Namun dalam temuan studi perubahan iklim menyebabkan wilayah Asia Tengah menjadi gurun ini pun menjadi langkah pertama yang baik untuk menginformasikan kebijakan mitagasi, serta adaptasi.

Sebagai informasi lebih dari 60 persen wilayah Asia Tengah beriklim kering dengan curah hujan yang jarang.

Baca juga: Perubahan Iklim Pengaruhi Produksi Tomat, Apa Dampaknya?

Dengan sedikit air yang tersedia untuk tanaman dan organisme lain, sebagian besar wilayah Asia Tengah ini pun rentan terhadap kenaikan suhu, sebagai dampak perubahan iklim, yang dapat meningkatkan penguapan air di tanah dan meningkatkan risiko kekeringan.

Studi tentang perubahan iklim bikin Asia Tengah jadi gurun, peneliti menggunakan data suhu udara dan curah hujan dari tahun 1960 hingga 2020 untuk membagi Asia Tengah menjadi 11 jenis iklim.

Mengutip Scientific America, Jumat (24/6/2022) hasil analisis kemudian menemukan bahwa sejak akhir 1980-an, daerah yang digolongkan memiliki iklim gurun telah meluas ke timur, dan telah menyebar ke utara sejauh 100 km di utara Uzbekistan dan Kirgistan, di Kazakhstan selatan dan di sekitar Cekungan Junggar di barat laut China.

Peneliti pun menyebut bahwa ini merupakan ekspansi substansial dan memiliki efek domino pada zona iklim yang berdekatan, yang kemudian menjadi lebih kering.

Dampak perubahan iklim semakin terasa di berbagai wilayah Bumi. Di beberapa daerah misalnya, suhu rata-rata tahunan setidaknya 5 derajat Celsius lebih tingi antara tahun 1990 dan 2020 daripada antara tahun 1960 dan 1979.

Baca juga: Mayoritas Masyarakat di Asia Pasifik Khawatir Akan Perubahan Iklim, tetapi Tak Mengambil Tindakan

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.