Kompas.com - 24/10/2021, 12:05 WIB
Ilustrasi Covid-19 KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi Covid-19

KOMPAS.com - Wabah infeksi Covid-19 di tanah air, dilaporkan terus menurun. Hal ini memunculkan isu kesiapan Indonesia menghadapi Covid-19 yang status awalnya pandemi menjadi endemi.

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pembangunan Kependudukan Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Suprapto mengatakan, bila angka kasus semakin turun, maka Covid-19 akan segera berubah dari pandemi menjadi endemi.

Agus menjelaskan, bila angka kasus semakin turun, dan tidak terjadi gelombang ketiga pada akhir tahun, serta situasi tetap terkendali seperti saat ini, maka tahun depan ekonomi dapat pulih dan tumbuh di atas 5 persen.

Baca juga: Siapkah Rumah Sakit Kita jika Muncul Gelombang Ketiga Covid-19?

"Saat ini, kita harus terus bangun suasana optimis," kata Agus dalam dialog produktif media center Forum Merdeka Barat 9 (FMB 9)- KPCPEN, Selasa (19/10/2021).

Namun, apa itu endemi?

Endemi adalah wabah penyakit yang secara konsisten ada, tetapi terbatas pada wilayah tertentu. Sehingga, penyebaran penyakit dan tingkat penularan dapat diprediksi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Misalnya, penyakit malaria, dianggap endemi atau endemik di negara dan wilayah tertentu.

Berbeda dengan endemi yang secara konsisten penyakit akan selalu ada, pandemi adalah kondisi yang merujuk pada situasi pertumbuhan penyakit yang berkembang secara eksponensial, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Hal ini tampak dari cepatnya penyebaran Covid-19 yang berawal dari China hingga ke seluruh dunia.

Kapan Covid-19 menjadi endemi?

Menurut para ahli, status pandemi Covid-19 menjadi endemi, tentu tidak bisa dicapai dalam waktu dekat. 

Seperti diberitakan Kompas.com, Rabu (18/8/2021), epidemiologi dari Griffith University Australia Dicky Budiman mengatakan, status pandemi Covid-19 baru akan dicabut oleh WHO tahun depan.

Namun, itu juga masih bersifat kemungkinan. Dicky juga mengungkapkan, bahwa Covid-19 belum bisa disebut endemi Covid-19 pada tahun 2022. 

"Pandemi ini bahkan baru akan berakhir paling cepat pertengahan tahun depan atau akhir tahun depan. Tapi, setelah itu dia akan menjadi epidemi dulu, karena ada beberapa negara yang masih mengalami masa krisis," imbuhnya.

Epidemi adalah tersebarnya penyakit pada daerah yang luas dan pada banyak orang.

Baca juga: Epidemiolog: Indonesia Masih Jauh untuk Transisi Pandemi ke Endemi, Ini yang Harus Dilakukan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.