Kompas.com - 23/10/2021, 18:00 WIB
Ilustrasi wanita mengalami PTSD freepikIlustrasi wanita mengalami PTSD

KOMPAS.comPost Traumatic Stress Disorder atau PTSD menurut American Psychiatric Association adalah penyakit kejiwaan yang terjadi akibat kejadian traumatik, seperti bencana alam, kecelakaan parah, aksi teroris, kematian, dan kejadian lainnya.

PTSD juga terkenal terjadi pada tentara yang turun berperang ke daerah konflik. Selain itu, wanita memiliki kecenderungan dua kali lebih banyak terkena PTSD dibandingkan dengan pria.

Penyebab PTSD

Sesuai dengan definisi di atas, PTSD disebabkan oleh kejadian yang menyebabkan trauma. Berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM) 5, kejadian yang bisa memicu PTSD antara lain kematian, kecelakaan serius, dan kekerasan seksual.

Orang-orang yang berisiko mengalami PTSD adalah orang-orang sebagai berikut:

  • Orang yang mengalami langsung kejadian traumatis tersebut
  • Orang yang menyaksikan langsung kejadian traumatis tersebut
  • Menjadi orang yang mendengar secara detail kejadian traumatis tersebut
  • Menjadi orang yang terpapar kejadian traumatis terus menerus, seperti orang yang bekerja dengan orang-orang yang mengalami trauma.

Baca juga: Kriteria Diagnosis PTSD berdasarkan DSM 5 dan Bedanya dengan Stres

Faktor risiko PTSD

Tidak semua orang yang mengalami trauma akan mengidap PTSD. Ada beberapa faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami PTSD.

1. Faktor genetik

Penelitian menunjukkan bahwa genetik berhubungan dengan berbagai penyakit mental, seperti skizofrenia, penyakit bipolar, dan depresi. Selain itu, genetik ditemukan juga meningkatkan risiko terkena PTSD.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

2. Dukungan sosial

Dukungan sosial dari orang-orang terdekat menjadi salah satu faktor risiko PTSD yang kritis. Orang yang sedikit atau tidak menerima dukungan sosial berisiko lebih tinggi mengalami PTSD.

Setelah mengalami kejadian yang traumatis, penting bagi individu untuk mendapatkan dukungan sosial yang cukup agar bisa melindungi emosional orang tersebut.

3. Nilai IQ rendah

Sebuah penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara nilai IQ dengan PTSD. Orang yang memiliki nilai IQ rendah cenderung lebih mudah terkena PTSD.

4. Memiliki riwayat trauma lainnya

Orang yang pernah mengalami trauma di masa lalu, berisiko lebih tinggi mengalami PTSD. Terutama pada pasien yang sebelumnya memiliki riwayat kecemasan dan gangguan suasana hati. Ini disebabkan karena dampak trauma tersebut terakumulasi dan memicu PTSD.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.