Kompas.com - 03/08/2021, 10:38 WIB
Seorang pedagang menarik gerobaknya dengan latar belakang mural imbauan 'Pandemi Belum Usai di Jakarta, Minggu (18/7/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc. ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYATSeorang pedagang menarik gerobaknya dengan latar belakang mural imbauan 'Pandemi Belum Usai di Jakarta, Minggu (18/7/2021). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/foc.

KOMPAS.com - Keputusan pemerintah untuk melanjutkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di Indonesia, dinilai epidemiolog sudah seharusnya dilakukan.

Diberitakan sebelumnya, kebijakan perpanjangan PPKM terhitung sejak Selasa (3/8/2021) hingga Senin (9/8/2021).

Keputusan tersebut diumumkan oleh Presiden Joko Widodo pada Senin (2/8/2021) malam.

"Pemerintah memutuskan untuk melanjutkan penerapan PPKM Level 4 dari tanggal 3 sampai dengan 9 Agustus 2021," kata Jokowi melalui tayangan YouTube Sekretariat Presiden.

Menurut Jokowi, nantinya PPKM Level 4 ini akan berlaku di sejumlah kabupaten/kota.
Namun, wilayah mana yang akan menerapkan PPKM Level 4 akan diumumkan Menteri Koordinator.

"Dengan penyesuaian aturan aktivitas dan mobilitas masyarakat seusai kondisi di masing-masing daerah," ucap Jokowi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: PPKM Level 4 Diperpanjang hingga 9 Agustus, Simak Aturan Lengkapnya

Jokowi mengklaim bahwa PPKM Level 4 yang telah dilakukan sebelumnya telah membawa sejumlah perbaikan.

"Baik dalam hal konfirmasi kasus harian, tingkat kasus aktif, tingkat kesembuhan, dan persentase BOR (bed occupancy rate)," ujar Jokowi.

Penilaian dan evaluasi epidemiolog

Terkait dengan PPKM Darurat yang sudah berjalan di Indonesia, epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman mengatakan bahwa PPKM Darurat ini sudah seharusnya diperpanjang dan langkah yang diambil pemerintah sudah tepat.

"Perpanjangan (PPKM darurat) ini kalau dari sisi indikator epidemiologi sudah tepat, pilihannya memang harus seperti itu," kata Dicky kepada Kompas.com, Selasa (3/8/2021).

"Dengan catatan, tentu pemerintah punya kalkulasi dukungan untuk kelompok rawan di masyarakat dari sisi sosial ekonomi. Dan ini tentunya sudah dihitung dengan cermat oleh pemerintah," imbuh dia.

Dicky mengatakan, dengan diberlakukannnya perpanjangan PPKM darurat, tentu akan berdampak pada kondisi pandemi di Indonesia. Namun demikian, hingga saat ini dampaknya belum terlalu signifikan.

Berikut beberapa evaluasi Dicky selama berjalannya PPKM darurat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.