Kompas.com - 19/07/2021, 12:32 WIB
ilustrasi macam-macam potongan daging sapi. SHUTTERSTOCK/Rimma Bondarenkoilustrasi macam-macam potongan daging sapi.
Penulis Lulu Lukyani
|

KOMPAS.com – Sumber protein hewani, seperti daging sapi ayam, dan domba mengandung nutrisi yang melimpah.

Namun, daging ini juga dapat menampung bakteri, termasuk Salmonella, Campylobacter, E. Coli, dan Listera monocytogenes, yang dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Oleh sebab itu, penting untuk memasak daging pada suhu yang tepat agar aman dan tetap sehat saat dikonsumsi.

Suhu untuk memasak daging bisa berbeda-beda, bergantung pada jenis daging yang dimasak.

Dilansir dari Healthline, untuk memasak daging sapi dengan cara dipanggang, suhu yang disarankan adalah 65 derajat celcius.

Baca juga: Nutrisi dan Manfaat Daging Sapi untuk Kesehatan

Daging sapi muda juga harus dimasak dengan suhu 65 derajat celcius agar bakterinya tidak membahayakan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan memasak olahan daging sapi, seperti bakso dan sosis, bisa dengan suhu 70 derajat celcius.

Suhu yang lebih tinggi dibutuhkan untuk memasak daging sapi giling karena bakteri atau parasitnya mungkin menyebar ke seluruh adonan saat digiling.

Jika ingin menghangatkan hidangan daging, seperti sup atau semur daging, sebaiknya dimasak kembali dengan suhu 75 derajat celcius. Menghangat hidangan daging bisa dilakukan dengan panci, microwave, atau oven.

Daging sapi merupakan sumber bakteri E. coli O157:H7 yang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Baca juga: Bahaya Makan Daging Mentah untuk Kesehatan Tubuh

Masalah kesehatan tersebut termasuk sindrom uremik hemolitik yang dapat menyebabkan gagal ginjal dan thrombocytopenic purpura trombotik yang bisa mengakibatkan penggumpalan darah di seluruh tubuh.

Cara mengukur suhu daging

Sangat sulit untuk mengetahui apakah daging benar-benar matang hanya dengan mencium, mencicipi, atau mengamati bentuknya.

Untuk memastikan keamanan daging saat disantap, pastikan suhunya menggunakan termometer daging.

Termometer daging harus dimasukkan ke bagian daging yang paling tebal dan tidak menyentuh tulang maupun lemak.

Mengukur suhu daging dilakukan menjelang akhir waktu memasak daging namun sebelum dagingnya matang.

Baca juga: Daging Mentah Tidak Boleh Dicuci, Begini Penjelasan Ilmiahnya

Ketika daging selesai dimasak, daging harus didiamkan setidaknya selama tiga menit sebelum disantap.

Periode ini disebut waktu istirahat. Saat inilah suhu daging konsisten atau terus meningkat dan membunuh organisme berbahaya.

Bagi yang sering membuat hidangan berbahan daging, disarankan untuk memiliki termometer daging untuk mengukur suhunya saat dimasak.

Dengan memastikan suhu daging saat dimasak, kemungkinan masalah kesehatan yang diakibatkan oleh bakteri daging pun dapat dihindari.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.