Hewan Terancam Punah dan Kerusakan Lingkungan, Apa Hubungannya dengan Wabah Penyakit Baru?

Kompas.com - 18/09/2020, 08:02 WIB
Orangutan Boreno (Pongo pygmaeus) salah satu primata yang terancam punah asal Indonesia. Banyak hewan terancam punah turut berkontribusi pada munculnya wabah penyakit baru yang mengancam umat manusia. SHUTTERSTOCK/SalvacampilloOrangutan Boreno (Pongo pygmaeus) salah satu primata yang terancam punah asal Indonesia. Banyak hewan terancam punah turut berkontribusi pada munculnya wabah penyakit baru yang mengancam umat manusia.


KOMPAS.com- Kerusakan lingkungan semakin cepat dan umat manusia harus segera mengambil langkah untuk memberi ruang bagi alam memulihkan diri.

Sebab, berbagai penyakit baru mulai bermunculan dan mengancam kehidupan manusia di planet ini.

Menyusul laporan dari Konvensi PBB untuk Keanekaragaman Hayati, yang mengemukakan delapan poin transisi utama yang dapat membantu menghentikan kemerosotan yang terjadi di alam.

"Segalanya harus berubah," kata sekretaris eksekutif konvensi, Elizabeth Maruma Mrema seperti dikutip dari BBC, Jumat (18/9/2020).

Baca juga: Bencana Lingkungan, Ribuan Ton Minyak Tumpah di Mauritius Terlihat dari Luar Angkasa

 

Lantas, apa hubungannya eksploitasi alam dan kesehatan masyarakat?

Setiap tahun, wabah penyakit baru telah muncul pada populasi manusia sekitar tiga sampai empat kali. Bahkan, penyakit baru ini semakin mudah menular dari manusia ke manusia, yang berpotensi memicu sebuah pandemi.

Seperti yang sedang kita hadapi saat ini, pandemi virus corona yang menyebabkan penyakit baru, Covid-19.

Tak hanya itu, sebagian besar wabah yang muncul disebabkan oleh penyakit hewan yang menyebar ke populasi manusia.

Di antaranya Ebola dan HIV yang juga berasal dari primata. Bahkan, ilmuwan mengaitkan kasus Ebola dengan konsumsi hewan yang terjangkit virus ebola.

 

 

Baca juga: Refleksi Kesadaran Lingkungan dari Orangutan Borneo

 

Gigitan dari hewan yang terinfeksi rabies juga merupakan cara paling efektif penularan suatu penyakit. Bahkan, 20 tahun sebelum munculnya pandemi Covid-19, SARS, MERS, flu babi dan flu burung, semua penyakit disebabkan oleh hewan.

Saat berupaya merekayasa ulang alam, secara tidak langsung manusia telah melanggar reservoir penyakit hewan dan menempatkan diri kita pada risiko tersebut.

"Semakin banyak kita memengaruhi populasi satwa liar, seperti menebang hutan, dan menyebabkan hewan berpindah dan memasuki lingkungan kita, maka itu akan menyebabkan patogen (sumber penyakit)," ungkap Profesor Matthew Baylis, seorang ahli epidemiologi hewan dari Universitas Liverpool di Inggris.

Profesor Baylis menyimpulkan dalam skala global kita telah memfasilitasi penyebaran penyakit atau patogen dari hewan ke manusia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X