Rumah Sakit Covid-19 di Jakarta Hampir Penuh, Ini 3 Strategi dari Ahli

Kompas.com - 17/09/2020, 19:06 WIB
Petugas memeriksa berkas pasien COVID-19 saat tiba di IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Kamis (10/9) pukul 12.00 WIB menyebutkan kasus positif COVID-19 bertambah 3.861 orang sehingga menjadi 207.203 orang, sementara kasus pasien sembuh COVID-19 bertambah 2.310 orang menjadi 147.510 orang.  ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww. ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTAPetugas memeriksa berkas pasien COVID-19 saat tiba di IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Kamis (10/9/2020). Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 per hari Kamis (10/9) pukul 12.00 WIB menyebutkan kasus positif COVID-19 bertambah 3.861 orang sehingga menjadi 207.203 orang, sementara kasus pasien sembuh COVID-19 bertambah 2.310 orang menjadi 147.510 orang. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.

Oleh Irwandy

MENGANTISIPASI risiko kurangnya tempat tidur isolasi dan ruang unit perawatan intensif (ICU) rumah sakit untuk menampung pasien Covid-19 dalam beberapa pekan ke depan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberlakukan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan berencana menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit.

Alasan Anies adalah laju pertumbuhan jumlah pasien Covid-19 yang harus dirawat jauh lebih besar dibandingkan ketersediaan tempat tidur. Pelonggaran pergerakan orang (dikenal dengan sebutan PSBB transisi) sejak awal Juni lalu telah meningkatkan laju penularan virus corona di Ibu Kota.

Langkah penambahan tersebut tepat. Namun yang perlu menjadi catatan kritis bagi para pengambil kebijakan, tidak hanya di DKI Jakarta tapi juga di berbagai daerah, adalah bahwa untuk meningkatkan kapasitas rumah sakit tidak cukup hanya dengan menambah jumlah tempat tidur semata.

Para pengambil kebijakan perlu memahami yang dalam konsep kesiapsiagaan darurat di fasilitas pelayanan kesehatan dikenal dengan  (kapasitas lonjakan), yaitu kemampuan masyarakat dan fasilitas atau sistem pelayanan kesehatan untuk menangani kemungkinan lonjakan jumlah pasien yang disebabkan oleh bencana alam, kecelakaan skala besar, wabah penyakit atau serangan teroris.

Mereka juga perlu memahami strategi meningkatkan kapasitas rumah sakit.

Tiga jenis kapasitas lonjakan

Hingga awal September ini, kapasitas tempat tidur isolasi rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta sudah hampir 80 persen yang terpakai.

Kapasitas tempat tidur isolasi di DKI Jakarta ada 4.053 unit dan rencananya ditingkatkan menjadi 4.807 pada 8 Oktober. Sedangkan tempat tidur ICU ada 528 dan direncanakan bertambah menjadi 636 pada 25 September. Walau ditambah, diprediksi akan tetap penuh juga seiring makin banyak pasien baru.

Saat ini menipisnya kapasitas daya tampung rumah sakit tidak hanya terjadi di DKI Jakarta, tapi telah terjadi di berbagai daerah.

Oleh karena itu, para pengambil kebijakan perlu memahami jenis-jenis surge capacity (kapasitas lonjakan) dan cara mengatasinya.

Terdapat tiga jenis kapasitas lonjakan.

Pertama, kapasitas lonjakan berbasis fasilitas pelayanan kesehatan. Ini mengacu pada kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit untuk dapat merawat lonjakan peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang memerlukan perawatan kesehatan di rumah sakit.

Kedua, kapasitas lonjakan kesehatan masyarakat. Ini mengacu pada kapasitas untuk melaksanakan kegiatan kesehatan masyarakat seperti dalam konteks Covid-19 saat ini adalah tracing (pelacakan), testing (pengetesan) dan treatment (perawatan).

Ketiga, kapasitas lonjakan berbasis komunitas. Ini mencakup kemampuan komunitas untuk melengkapi respons kesehatan masyarakat (dengan melakukan 3M: menggunakan masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan respons fasilitas perawatan kesehatan (dengan membantu menyediakan perawatan di luar dari fasilitas yang kelebihan beban).

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X