Gara-gara Corona, Jahe Merah Ludes di Pasar, Apa Saja Manfaatnya?

Kompas.com - 06/03/2020, 12:33 WIB
Bumbu masak jahe merah ludes di Pasar Baru, Juanda, Bekasi, Rabu (4/3/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA LOVABumbu masak jahe merah ludes di Pasar Baru, Juanda, Bekasi, Rabu (4/3/2020).

KOMPAS.com - Diberitakan Kompas.com, Kamis (5/3/2020), permintaan jahe merah di pasar meningkat setelah pemerintah mengonfirmasi dua WNI positif Covid-19.

Beberapa penjual jahe merah di Pasar Baru, Bekasi mengaku stok jahe merah habis.

Kelangkaan jahe merah ini pun membuat harga jahe merah naik.

Menurut Samiyem (48) seorang pedagang di Pasar Baru, jahe merah yang awalnya Rp 45.000 per kilogram naik menjadi Rp 60.000 per kilogram.

Sementara jahe lokal yang awalnya Rp 30.000 per kilogram, naik jadi Rp 35.000.

Baca juga: Hindari Tertular Corona, Ashanty Tak Mau Salaman? Ini Kata Ahli

Seorang produsen jahe merah instan asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Suyanto (41) mengaku permintaan jahe merah instan naik tiga kali lipat sejak 3 minggu belakangan.

Dia menduga, kenaikan permintaan jahe merah instan ada hubungannya dengan virus corona.

Menurut Suyanto, jahe merah memiliki khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mengobati masuk angin.

"Mungkin karena muncul virus corona sehingga permintaan naik. Permintaan yang naik tidak hanya dari Jombang. Dari daerah lain seperti Surabaya juga permintaannya naik," ungkap bapak dua anak ini.

Mengenal jahe merah

Dilansir SehatQ, Jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) adalah tanaman dengan rimpang berwarna merah dan ukurannya lebih kecil dari jahe putih/kuning (jahe badak).

Jahe merah juga biasanya baru bisa dipanen ketika sudah tua, sedangkan jahe biasa bisa dinikmati saat usianya masih muda maupun sudah tua.

Ketika jahe merah matang atau tua, tanaman ini disebut mengandung minyak atsiri yang lebih banyak dibanding jahe biasa. Inilah yang membuat jahe merah memiliki rasa lebih pedas dibanding jahe biasa.

Manfaat jahe merah

Riset membuktikan bahwa manfaat jahe merah untuk kesehatan adalah peluruh kentut (karminatif), antimuntah, pereda kejang, antipengerasan pembuluh darah, peluruh keringat, antiperadangan, antimikroba dan parasit, antipiretik, antirematik, serta merangsang pengeluaran getah lambung dan getah empedu.

Jahe merah paling sering diolah menjadi minuman yang dapat menghangatkan badan saat cuaca hujan.

Namun, ada lain manfaat jahe merah untuk kesehatan yang dapat Anda rasakan, berikut beberapa di antaranya:

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Perdebatan Waktu Berjemur Paling Sehat, Ini Penelitian di Indonesia

Oh Begitu
Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Anak-anak Bisa Jadi Pembawa Corona Tanpa Gejala, Ini Penjelasannya

Fenomena
Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Infeksi Corona Tanpa Gejala, Studi Temukan di Negara-negara ini

Fenomena
Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Pandemi Corona Bikin Getaran di Muka Bumi Berkurang, Ini Penjelasannya

Fenomena
Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fosil Gigi Ungkap Anjing Laut Tanpa Telinga Pernah Hidup di Australia

Fenomena
Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Syekh Puji Nikahi Bocah 7 Tahun, Ahli Sebut Harus Diperiksa Menyeluruh

Oh Begitu
Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Kajian BMKG-UGM, Cuaca dan Iklim Memang Pengaruhi Wabah Corona, tapi...

Oh Begitu
Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Ahli Peringatkan, Corona Bukan Pandemi Terakhir yang Dihadapi Dunia

Oh Begitu
Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Kebakaran Australia Berakhir, Koala Mulai Dilepas Kembali ke Alam Liar

Oh Begitu
Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Ilmuwan Gunakan Selembar Kertas untuk Temukan Corona dalam Air Limbah

Fenomena
Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Disebut Gejalanya Mirip, Demam Covid-19 Lebih Jarang Dibanding SARS

Oh Begitu
Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Ahli Perkirakan, Ekosistem Laut Dunia Akan Kembali Pulih pada 2050

Oh Begitu
Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Mengenal IPAG60, Teknologi Pengolah Air Gambut Jadi Air Bersih

Oh Begitu
Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Karakter Klinis Covid-19, Tunjukkan Keparahan dan Kematian Corona

Oh Begitu
Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Bocah 7 Tahun Diduga Dinikahi Syekh Puji, Seperti Apa Dampak Psikologisnya?

Oh Begitu
komentar
Close Ads X