Keutamaan Silaturahmi, Membuka Pintu Rezeki hingga Dijauhkan dari Siksa Neraka

Kompas.com - 24/05/2020, 09:30 WIB
Ilustrasi berjabat tangan shutterstockIlustrasi berjabat tangan

KOMPAS.com - Bulan Ramadhan tidak terasa berjalan begitu cepat dan sudah meninggalkan umat Islam.

Di bulan Ramadhan, terdapat begitu banyaknya amalan dan pahala yang bisa didapatkan.

Puncak dari ibadah puasa di bulan Ramadhan ialah hari raya kemenangan atau hari raya Idul Fitri.

Biasanya, saat Idul Fitri, umat Islam saling memberi dan meminta maaf kepada sanak saudara atau tetangga dengan bersalam-salaman atau bersilaturahmi.

Namun, di masa pandemi virus corona seperti ini, silaturahmi dengan bersalam-salaman dapat diganti dengan siaturahmi secara digital.

Baca juga: Soal Silaturahmi di Hari Raya, Sudah Ada Sejak Zaman Rasulullah hingga Dapat Hapuskan Dosa

Lantas, apa saja keutamaan silaturahmi?

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Warga membaca Al Quran di Masjid Agung Suhada, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (24/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Ramadhan tahun ini berlangsung dengan suasana sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.ANTARA FOTO/AKBAR TADO Warga membaca Al Quran di Masjid Agung Suhada, Mamuju, Sulawesi Barat, Jumat (24/4/2020). Di tengah pandemi Covid-19, Ramadhan tahun ini berlangsung dengan suasana sepi, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Menyambung tali silaturahmi merupakan salah satu bentuk kecintaan dan ketakwaan seorang hamba.

Hal tersebut dibuktikan dengan sabda Rasulullah: Allah 'azza wa jalla berfirman:

"Aku adalah Ar-Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga hak nya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus darinya." (HR. Ahmad).

Dari hadis tersebut jelas bahwa Allah SWT memerintahkan setiap hamba agar selalu menjaga keutuhan antar sesamanya.

Allah juga menjanjikan pahala bagi siapa saja yang mampu menjaganya dan Dia juga tidak segan memberikan peringatan bagi mereka yang memutus keutuhan tali silaturahmi.

Silaturahmi sebagai tanda keimanan juga diungkapkan melalui sabda Rasulullah:

"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi." (HR. Abu Hurairah).

Baca juga: Bolehkah Makan dan Minum Sebelum Shalat Idul Fitri?

Diperluas pintu rezeki dan dipanjangkan umurnya

Ilustrasi uang pinjaman.Dok. Kredivo Ilustrasi uang pinjaman.

Silaturahmi mempermudah kita untuk membantu kerabat atau anggota keluarga jika suatu saat ada salah satu dari mereka yang membutuhkan bantuan.

Membantu keluarga yang sedang kesulitan dapat kita anggap sebagai sedekah.

Allah SWT pun menjanjikan kemudahan dan pahala bagi siapa saja yang mampu memperpanjang tali silaturahmi dan memudahkan urusan saudaranya.

Janji Allah tersebut tertuang dalam sabda yang diriwayatkan Abu Hurairah:

"Siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim).

Selain itu, setiap muslim yang membantu urusan keluarganya tidak hanya mendapatkan pahala sedekah, namun Allah pun akan melimpahkan pahala silaturahmi kepadanya.

Bahkan, bersedekah kepada anggota keluarga lebih diutamakan dibanding bersedekah untuk fakir miskin, sebagaimana diungkapkan dalam sabda Rasulullah:

"Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi." (HR. Tirmidzi).

Baca juga: Berikut Tata Cara Shalat Idul Fitri di Rumah Sesuai Edaran Muhammadiyah

Sebagai kunci masuk Surga dan jauhkan dari api Neraka

Ilustrasi kunciDOK KOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi kunci

Allah SWT menjanjikan pahala dan keberkahan bagi setiap hamba yang senantiasa menjaga tali silaturahmi.

Janji Allah tersebut salah satunya adalah mendekatkan surga kepada hamba yang mampu menjaga silaturahmi dengan sesamanya, sebagaimana tertuang dalam hadis berikut:

"Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi." (HR. Bukhari dan Muslim).

Balasan bagi siapa saja yang mampu menunaikan kewajibannya sebagai seorang hamba adalah ia didekatkan kepada surga dan dijauhkan dari panasnya api neraka.

Silaturahmi tidak hanya memberikan keberkahan dan kebahagiaan bagi pelakunya.

Para kerabat dan keluarga yang dikunjungi pun tidak luput dari rasa bahagia ketika mendapati bahwa keluarganya masih peduli dan memegang teguh rasa persaudaraan.

Baca juga: Masih Dilanda Covid-19, Bolehkah Tidak Bersalam-salaman Saat Hari Raya Idul Fitri?

Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT

Umat Islam membaca Al Quran pada hari pertama puasa Ramadhan 1440 H, di Masjid Sultan Mahmmud Baddarudin, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (6/5/2019). Selain berpuasa, umat Islam berlomba-lomba mengerjakan amalan dan ibadah selama bulan Ramadhan, salah satunya yaitu tadarus Al Quran.AFP/ABDUL QODIR Umat Islam membaca Al Quran pada hari pertama puasa Ramadhan 1440 H, di Masjid Sultan Mahmmud Baddarudin, Palembang, Sumatera Selatan, Senin (6/5/2019). Selain berpuasa, umat Islam berlomba-lomba mengerjakan amalan dan ibadah selama bulan Ramadhan, salah satunya yaitu tadarus Al Quran.

Salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah SWT adalah merekatkan ikatan tali silaturahmi.

Oleh sebab itu, apabila selalu mengukuhkan ikatan tali silaturahmi antar sesama umat manusia, merupakan suatu ketaatan kepada Allah SWT.

Dalam menjalin silaturahmi juga salah satu upaya untuk meningkatkan akhlak terpuji. Allah SWT pernah berfirman:

"Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk," (QS. ar-Ra'd ayat 21).

Baca juga: Syarat Masjid yang Bisa Mengadakan Shalat Idul Fitri Saat Pandemi Corona

Dapat hapuskan dosa

Jemaah melaksanakan shalat malam dan membaca Al Quran saat beriktikaf di Masjid Raya Habiburahman, Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/5/2019) dini hari. Iktikaf 10 hari terakhir bulan Ramadhan merupakan ibadah dalam rangka meraih malam kemuliaan atau Lailatul Qadar.ANTARA FOTO/M AGUNG RAJASA Jemaah melaksanakan shalat malam dan membaca Al Quran saat beriktikaf di Masjid Raya Habiburahman, Bandung, Jawa Barat, Selasa (26/5/2019) dini hari. Iktikaf 10 hari terakhir bulan Ramadhan merupakan ibadah dalam rangka meraih malam kemuliaan atau Lailatul Qadar.

Sementara itu, penceramah Ustaz Maulana mengatakan, di zaman Nabi, silaturahmi sangat dianjurkan terlebih saat Ramadhan karena dapat menghapuskan dosa kepada Allah dan dosa pada diri.

"Tapi kaitannya dosa pada sesama belum terhapus maka diperlukan saling mengunjungi untuk meminta maaf dan memaafkan," kata Ustaz Maulana kepada Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Pada zaman Rasulullah, saat lebaran para sahabat dan Nabi saling bertemu dan mengucap Taqabbalallahu Minna Wa Minkum.

Artinya: "Semoga Allah menerima (puasa dan amal) dari kami dan (puasa dan amal) dari kalian."

Baca juga: Soal Dukhan dan Urusan Kiamat, MUI: Nabi Muhammad Saja Tidak Tahu


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.