Hikmah Ramadhan: Egoisme vs Altruisme

Kompas.com - 23/05/2020, 10:00 WIB
Warga berbelanja kebutuhan lebaran di Pasar Klender, Jakarta Timur, Jumat (22/5/2020). Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, pasar tradisional ramai dikunjungi warga meskipun dalam masa pandemi COVID-19, tanpa memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGWarga berbelanja kebutuhan lebaran di Pasar Klender, Jakarta Timur, Jumat (22/5/2020). Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1441 H, pasar tradisional ramai dikunjungi warga meskipun dalam masa pandemi COVID-19, tanpa memperhatikan protokol kesehatan seperti memakai masker dan menjaga jarak.

KEMARAU panjang yang menimpa Bani Israil terjadi berulang kali. Tanah kering kerontang. Tandus! Tentu mustahil bisa ditanami tumbuh-tumbuhan.

Mengadulah Bani Israil kepada Nabi Musa untuk meminta hujan. Musa pun memimpin umatnya berdoa kepada Allah.

Untuk turun hujan, umat Musa pun bertobat. Sudah berdoa tetapi hujan tidak kunjung turun. Wajah-wajah kecewa pun bermunculan.

Musa juga bertanya-tanya mengapa doanya kali ini tidak dikabulkan. Pesan Allah bahwa ada satu orang tidak mau bertobat. Padahal ia melakukan kemaksiatan selama 40 tahun.

Orang itu akan dikeluarkan dari barisan umat atau ia bertobat. Bisa jadi malu kalau ketahuan berbuat maksiat, akhirnya orang itu pun bertobat. Setelah itu Allah menurunkan hujan.

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Manusia Berilmu

Riwayat zaman Nabi Musa itu memberi pelajaran bahwa akibat ulah seseorang dampaknya ke semua orang. “Gara-gara setitik nila rusak susu sebelanga,” kata peribahasa.

Begitulah orang yang cuma mementingkan diri sendiri. Orang egois tidak peduli pada orang lain. Ia masabodo orang lain kesulitan. Buat orang egois, yang penting dirinya tidak rugi.

Egoisme adalah karakter umum manusia dari masa ke masa. Di masa pandemi Covid-19 ini sikap egois juga banyak muncul.

Saat masa pembatasan sosial (PSBB) atau jaga jarak (physical distancing) sebagai upaya memutus mata rantai penularan virus, tetap banyak yang kelayapan dan berkumpul.

Masih banyak warga berkumpul membeli sayur di lapak-lapak di kampung-kampung. Pasar-pasar tetap disesaki pengunjung.

Baca juga: Hikmah Ramadhan: Integritas

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar