Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Skema KPR Flat 35 Tinggal Disempurnakan, Sudah di Meja Kemenkeu

Kompas.com - 08/03/2024, 20:00 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah tengah menggodok skema pembiayaan perumahan flat 35 atau pembiayaan rumah dengan tenor hingga 35 tahun.

Flat 35 telah sukses dijalankan di Negeri Sakura dan merupakan skema pinjaman perumahan dengan suku bunga tetap yang disediakan oleh Badan Pembiayaan Perumahan Jepang atau Japan Housing Finance Agency (JHF), bekerja sama dengan lembaga keuangan swasta.

Baca juga: Simak, Plus Minus KPR Flat 35 Tahun

Karena pinjaman dengan suku bunga tetap adalah jenis pinjaman yang tingkat pinjamannya dan jumlah angsurannya tetap sampai jatuh tempo segera setelah pinjaman ditutup, maka memungkinkan nasabah untuk membuat rencana hidup jangka panjang.

Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Herry Trisaputra Zuna mengatakan, konsep ini telah diterapkan dalam Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) untuk hunian vertikal.

Demi penyempurnaan konsep ini, pihaknya telah menyampaikan usulan kepada Kementerian Keuangan.

"Nah sekarang kita lagi dalam pembahasan, sudah diusulkan ke Kementerian Keuangan untuk melakukan penyempurnaan terhadap konsep Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP)," kata Herry saat ditemui Kompas.com di kantornya, Jumat (8/3/2024).

Lewat usulan tersebut, maka konsep pembiayaan perumahan yang ada saat ini bisa dibuat lebih optimal dan menyasar banyak kalangan.

"Artinya tadi, bagaimana produk FLPP nanti bisa membuat orang mampu mencicil rumah di perkotaan, termasuk tenornya. Terus tingkat bunganya harus di level berapa," lanjut Herry.

Beradaptasi dengan urbanisasi

Herry menjelaskan, ada empat tantangan dalam pemilikan perumahaan, yakni availability, affordability, accessibility, dan sustainability.

"Sehingga kalau kita bicara empat tantangan tadi, kalau saya pandangannya, pertama masyarakat terutama masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) harus dibuat mampu untuk membeli," paparnya.

Baca juga: Skema Pembiayaan Rumah Flat 35 Perlu Dirancang Secara Komprehensif

Satu-satunya cara adalah melalui KPR karena tidak mungkin untuk melakukan pembelian rumah secara tunai.

Sementara untuk bisa dikatakan mampu membeli rumah, aturannya adalah sebesar 30 persen pendapatan digunakan untuk mencicil rumah dan 70 persen lainnya untuk memenuhi kebutuhan hidup.

"Kalau (gaji) Rp 4 juta kan sepertiganya adalah Rp 1 jutaan. Kan gitu ceritanya kenapa akhirnya jadi flat 35. Nah kemudian pertanyaanya apakah waktu yang ada tenor sekarang 20 tahun kalau FLPP, apakah memadai untuk dia melunasi rumahnya?," tanyanya.

Kemudian, jika dikaitkan dengan isu urbanisasi, maka dibutuhkan perumahan vertikal di perkotaan mengingat minimnya ketersediaan lahan untuk rumah tapak.

Namun, harga rumah vertikal di perkotaan pasti jauh lebih besar daripada rumah subsidi yang biasanya terletak jauh dari pusat kota.

Baca juga: Flat 35, Skema Pembiayaan Rumah Subsidi Negeri Sakura yang Bakal Diadopsi Indonesia

"(Misalnya) kalau rumah vertikal harganya dua kali lipat lebih (dari rumah subsidi), jadi Rp 400 juta. Kalau cicilannya dikali dua, jadi Rp 2,5 juta cicilannya. Desil 4 tadi jadi tidak bisa mencicil, lha wong Rp 2,5 juta kali tiga kan Rp 7,5 juta. Yang bisa adalah yang pendapatannya di atasnya," tuturnya.

Oleh karena itu, flat 35 dianggap merupakan salah satu jawaban untuk MBR yang bekerja di perkotaan agar mampu memiliki rumah dengan cicilan terjangkau dan tenor panjang lebih dari 20 tahun.

"Kita harus membuat suatu produk yang memungkinkan orang mencicil, terutama rumah vertikal. Sehingga dia bisa tinggal dekat dengan tempat kerjanya, jadi produktif," tuntas Herry.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Usai Pandemi, Tren Belanja 'Offline' Meningkat Dua Kali Lipat

Usai Pandemi, Tren Belanja "Offline" Meningkat Dua Kali Lipat

Ritel
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kuningan: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Kuningan: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kota Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tasikmalaya: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Tasikmalaya: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Kementerian ATR/BPN Gandeng BUMN dan Swasta, Bina Warga Manfaatkan Tanah Hasil Redistribusi

Kementerian ATR/BPN Gandeng BUMN dan Swasta, Bina Warga Manfaatkan Tanah Hasil Redistribusi

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pangandaran: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Pangandaran: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Hingga 30 April Berlaku Diskon Tarif KA dari Surabaya dan Malang

Hingga 30 April Berlaku Diskon Tarif KA dari Surabaya dan Malang

Berita
Melongok Wajah Baru Kantor BPN Kabupaten Bekasi, Sejuk dan Nyaman

Melongok Wajah Baru Kantor BPN Kabupaten Bekasi, Sejuk dan Nyaman

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Subang: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Subang: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Senin Besok, Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo

Senin Besok, Presiden Jokowi Resmikan Bandara Panua Pohuwato Gorontalo

Berita
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bekasi: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Bekasi: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Begini Cara Tepat Membersihkan Karpet di Rumah Anda

Begini Cara Tepat Membersihkan Karpet di Rumah Anda

Tips
Lewat Konsolidasi Tanah, Harga Properti di Desa Gasol Naik hingga Rp 500.000 Per Meter Persegi

Lewat Konsolidasi Tanah, Harga Properti di Desa Gasol Naik hingga Rp 500.000 Per Meter Persegi

Berita
Cara Tepat Membersihkan Karpet yang Dipasang Permanen

Cara Tepat Membersihkan Karpet yang Dipasang Permanen

Tips
Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan Terjangkau di Bawah Rp 200 Juta di Kabupaten Cirebon: Pilihan Ekonomis

Perumahan
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com