Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

"Perang" Pontjo Sutowo Vs Pemerintah Berlanjut, 3 Ahli Hukum Terlibat

Kompas.com - 08/05/2024, 10:30 WIB
Aisyah Sekar Ayu Maharani,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Sidang gugatan yang dilayangkan oleh perusahaan milik Pontjo Sutowo, PT Indobuildco selaku pengelola Hotel Sultan, kepada pemerintah kembali berlanjut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa (7/5/2024).

Ini menyusul gugatan PT Indobuilco pada 9 Oktober 2023 dengan nomor perkara 667/Pdt.G/2023/PN Jkt.Pst.

Terdapat empat pihak yang digugat, yakni Menteri Sekretaris Negara, Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK GBK), Menteri ATR/Kepala BPN, dan Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Pusat.

Kali ini, pihak Menteri Sekretaris Negara dan PPK GBK menghadirkan 3 tenaga ahli hukum, yaitu Maria SW. Sumardjono, Yos Johan Utama, dan Siti Ismijati Jenie.

Berdasarkan pantauan langsung Kompas.com di ruang sidang Ali Said, hadir Tim Kuasa Hukum PPK GBK, yakni Chandra Hamzah dan Kharis Sucipto.

Sementara dari sisi Tim Kuasa Hukum PT Indobuildco, hadir Hamdan Zoelva, Amir Syamsuddin, dan Yosef Benediktus Badoeda.

Baca juga: Soal Kelanjutan Konflik Lahan Hotel Sultan, Begini Kata AHY

"Untuk persidangan hari ini, kita menghadirkan 3 orang ahli, tujuannya adalah untuk kita mintai pendapat dari argumentasi dari apa yang disampaikan," tutur Kharis Sucipto.

Sebagai informasi, konflik ini bermula setelah habisnya Hak Guna Bangunan (HGB) Nomor 26/Gelora dan HGB Nomor 27/Gelora yang dipegang oleh Indobuildco sebagai alas hukum penguasaan kawasan Hotel Sultan pada awal tahun 2023.

Pengelolaan lahan selanjutnya dikuasakan kepada Kementerian Sekretariat Negara sesuai dengan HPL 1/Gelora Tahun 1989 yang dikeluarkan Kementerian ATR/BPN.

Namun demikian, Indobuildco yakin bahwa mereka memegang alas hak yang sah karena telah mengajukan perpanjangan HGB yang hingga saat ini belum ada pernyataan penolakan atau masih dikaji oleh BPN.

Kemudian, serangkaian upaya pengosongan lahan dilakukan oleh PPKGBK, seperti pemasangan spanduk, portal, hingga tembok beton. Hal tersebut yang lalu menjadi alasan Indobuildco melayangkan sederet gugatan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com