Program PPN DTP Bermasalah di Lapangan, Pemerintah Diminta Segera Benahi

Kompas.com - 20/01/2022, 17:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Ignesz Kemalawarta meminta pemerintah membenahi program Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) di sektor perumahan.

Hal itu ia sampaikan dalam acara “Zooming With Primus dengan topik Properti Siap Take Off”, Kamis (20/1/2022).

Seperti diketahui, pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang waktu pemberian PPN DTP kepada masyarakat hingga Juni 2022.

Diskon PPN yang diberikan yakni potongan 50 persen untuk rumah seharga maksimal Rp2 miliar dan 25 persen untuk rumah dengan harga Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

Baca juga: Kabar Gembira, Insentif PPN DTP Properti Diperpanjang hingga Juni 2022

Menurut Ignesz, bila tidak dilakukan perbaikan dalam sistem pemberian PPN DTP ini akan terjadi masalah besar antara konsumen dan pengembang.

“Hingga akhir tahun 2021, transaksi calon konsumen program PPN DTP yang tercatat di REI ada 30.062 orang. Sementara yang tercatat di sistem pemerintahan (Sikumbang) baru mencapai 5.894,” jelasnya.

Terdapat beberapa kendala penyerapan insetif PPN DTP perumahan. Salah satunya adalah proses verifikasi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang membutuhkan waktu lama.

“Kemudian keputusan pemerintah yang mengubah IMB menjadi Perizinan Bangunan Gedung (PBG), yang masih menyisakan masalah di lapangan,” papar Ignesz.

Menurut Ignesz, sejak pergantian IMB ke PBG diluncurkan pada Agustus 2022 silam, di lapangan ternyata Pemerintah Daerah belum berani menerbitkan PBG.

Hal ini karena diperlukan adalanya Peraturan Daerah (Perda) dari setiap Pemda di kabupaten/kota.

“Kita mengusulkan, setiap Pemda  bisa mengeluarkan PBG sementara dulu sambil menunggu Perda selesai dikerjakan. Pengembang yang sudah memenuhi syarat, bisa melakukan registrasi SiKumbang,” usulnya.

Nanti, setelah Perda di daerah terkait resmi diterbitkan, maka Pemda bisa menerbitkan PBG yang sebenarnya.

“Mudah-mudahan pada akhir Juni 2022 mendatang, jumlah pencatatan di SiKumbang sudah sesuai dengan data di lapangan,” tandas Ignesz.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengendalian Konsesi Kawasan Mangrove Dinilai Bisa Cegah Kerusakan

Pengendalian Konsesi Kawasan Mangrove Dinilai Bisa Cegah Kerusakan

Berita
Berapa Jarak Garis Sempadan Jalan?

Berapa Jarak Garis Sempadan Jalan?

Berita
Lika-Liku Transaksi Tol Nir-Sentuh MLFF, Diprakarsai Asing hingga Penegakan Hukum yang Disangsikan

Lika-Liku Transaksi Tol Nir-Sentuh MLFF, Diprakarsai Asing hingga Penegakan Hukum yang Disangsikan

Berita
Pendapatan Tol Jasa Marga Selama Mudik Naik 28,1 Persen Dibanding November 2021

Pendapatan Tol Jasa Marga Selama Mudik Naik 28,1 Persen Dibanding November 2021

Berita
Jalan Provinsi di Alor NTT Senilai Rp 28 Miliar Rusak Sebelum Tuntas Dikerjakan

Jalan Provinsi di Alor NTT Senilai Rp 28 Miliar Rusak Sebelum Tuntas Dikerjakan

Konstruksi
Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi, Hutama Karya Gelar Dua Program

Tingkatkan Kualitas SDM Konstruksi, Hutama Karya Gelar Dua Program

Konstruksi
WWRC Bangun Cabang Gudang Kimia Terbesar, Lokasinya di Suryacipta Karawang

WWRC Bangun Cabang Gudang Kimia Terbesar, Lokasinya di Suryacipta Karawang

Kawasan Terpadu
G20 di Belitung Butuh 125 Minivan hingga Internet Kecepatan Tinggi

G20 di Belitung Butuh 125 Minivan hingga Internet Kecepatan Tinggi

Berita
Lampaui Situ Gunung, Jembatan Gantung Rengganis Terpanjang se-Asia Tenggara

Lampaui Situ Gunung, Jembatan Gantung Rengganis Terpanjang se-Asia Tenggara

Berita
6 Perawatan yang Harus Dilakukan Sebelum Menempati Rumah Baru

6 Perawatan yang Harus Dilakukan Sebelum Menempati Rumah Baru

Umum
Dana Rp 1,13 Triliun Dikucurkan untuk Renovasi TMII

Dana Rp 1,13 Triliun Dikucurkan untuk Renovasi TMII

Fasilitas
Mengenal ITRW, Lembaga Pengawas Jalan Tol Independen di Indonesia

Mengenal ITRW, Lembaga Pengawas Jalan Tol Independen di Indonesia

Berita
Berlaku Akhir 2022, Ini Mekanisme MLFF, Pengendara Tak Perlu Tapping Kartu E-Toll

Berlaku Akhir 2022, Ini Mekanisme MLFF, Pengendara Tak Perlu Tapping Kartu E-Toll

Berita
Proyek PLTM Bintang Bano Ditawarkan via Skema KPBU, Tertarik Investasi?

Proyek PLTM Bintang Bano Ditawarkan via Skema KPBU, Tertarik Investasi?

Konstruksi
BPN Verifikasi 67.774 Hektar Lahan Sawah Dilindungi di Provinsi Bali

BPN Verifikasi 67.774 Hektar Lahan Sawah Dilindungi di Provinsi Bali

Berita
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.