Polemik Kepemilikan Tanah di Babakan Madang, Ini Penjelasan BPN

Kompas.com - 20/01/2022, 16:30 WIB

 JAKARTA, KOMPAS.com - Polemik kepemilikan tanah yang terjadi di Desa Bojong Koneng dan Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor masih menuai kontroversi.

Beberapa perwakilan warga Desa Bojong Koneng dan Cijayanti terus berusaha untuk menjaga tanah yang dikuasai.

Mereka tak segan mendatangi langsung Kantor Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) guna melakukan pengaduan terkait permasalahan tersebut, Rabu (19/01/2022).

Salah satu perwakilan warga dari Desa Bojong Koneng, Lulusno Dihardjo memastikan, ia bersama dengan warga lainnya akan terus berusaha untuk mendapatkan hak atas tanahnya.

Baca juga: Begini Skema Penyelesaian Sengketa dan Konflik Tanah HGU

“Di atas tanah tersebut masih banyak masyarakat dan pemilik lahan garap yang memanfaatkan tanah secara produktif dengan melakukan berbagai kegiatan usaha, beternak, bertani dan membangun fasilitas umum lainnya,” kata Lulusno dalam keterangannya, Kamis (20/01/2022). 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) Kementerian ATR/BPN, Yulia Jaya Nirmawati menegaskan, dalam menyelesaikan kasus tersebut tidak bisa hanya Kementerian ATR/BPN sepihak, tetapi juga harus melibatkan pemerintah daerah serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Menurut Yulia, BPN hanya bisa menyelesaikan yang menjadi kewenangannya. Sementara konflik tanah di Babakan Madang melibatkan banyak instansi.

"Kita harus duduk bersama untuk bisa menyelesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Kalau semuanya sudah memiliki visi dan misi yang sama, tidak ada yang tidak bisa diselesaikan,” kata Yulia. 

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor Sepyo Achanto mengungkapkan, Kantor Pertanahan Kabupaten Bogor terus berupaya menangani kasus tersebut.

"Ini kasus yang besar, tidak bisa diselesaikan satu atau dua hari saja. Oleh karena itu, kami perlahan sudah melakukan penanganan parsial. Kami sudah melakukan mediasi untuk menghubungkan antara masyarakat dengan pihak terkait,” ujar Sepyo.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.