Kompas.com - 02/08/2021, 13:00 WIB
Sejumlah warga melaksanakan upacara bendera dan peringatan detik-detik proklamasi di lahan reklamasi di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (17/8/2020). ANTARA FOTO/PARAMAYUDASejumlah warga melaksanakan upacara bendera dan peringatan detik-detik proklamasi di lahan reklamasi di kawasan Cilincing, Jakarta Utara, Senin (17/8/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden membuat geger atas prediksi tenggelamnya DKI Jakarta dalam kurun waktu 10 tahun mendatang.

Pernyataan ini dia sampaikan ketika menyinggung bahaya pemanasan global saat berpidato di Kantor Direktur Intelijen Nasional, Selasa (27/7/2021) waktu setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Apa yang terjadi di Indonesia jika perkiraannya benar bahwa dalam 10 tahun ke depan, mereka mungkin harus memindahkan ibu kotanya karena akan tenggelam?” terang Biden.

Baca juga: Biden Sebut Jakarta Tenggelam 10 Tahun Lagi, Apa Solusi Pemerintah?

Dalam pidatonya ini, Biden juga mengingatkan bahwa perubahan iklim dan pemanasan global bisa saja mengubah doktrin strategis nasional.

Jakarta akan tenggelam pada tahun 2050 sebenarnya sudah banyak diprediksi. Sejumlah kalangan menengarai tenggelamnya ibu kota dipicu oleh land subsidence.

Fenomena land subsidence atau tanah ambles adalah penurunan muka tanah yang dapat diakibatkan oleh berbagai faktor.

Berdasarkan penjelasan dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, tanah ambles disebabkan oleh dua kelompok besar, yakni faktor geologi (gempa tektonik) dan faktor geoteknik (pengambilan air tanah, konsolidasi alami, serta beban bangunan.

Baca juga: Jakarta Terus Alami Penurunan Tanah, Prediksi Biden Bisa Terjadi

Sejak tahun 2014, pemerintah sudah memperkirakan ibu kota Indonesia ini bisa tenggelam karena amblesnya tanah yang lebih cepat dari ketinggian air.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sub-Direktorat Perkotaan Ditjen Tata Ruang Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Eko Budi Kurniawan saat diskusi "Pengembangan Lahan untuk Pembangunan Jakarta", Senin (7/7/2014).

Penurunan tanah per tahun tergantung lokasi, paling tinggi, yang diukur, sekitar 14 sentimeter sampai 14,5 sentimeter.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.