Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tahun 2025, Tak Ada Lagi Layanan Analog di BPN Seluruh Indonesia

Kompas.com - 04/05/2024, 08:00 WIB
Suhaiela Bahfein,
Hilda B Alexander

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Tahun 2025, Kantor Pertanahan (Kantah) Pertanahan tak ada lagi yang memberikan pelayanan analog, melainkan layanan elektronik.

Hal ini sebagaimana disampaikan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Suyus Windayana dikutip dari laman Kementerian ATR/BPN, Jumat (3/5/2024).

"Jadi, tidak ada lagi Kantah memberikan pelayanan secara analog, kita akan konversi semuanya di tahun 2025 menjadi layanan elektronik," jelas Suyus.

Tentu, Kementerian ATR/BPN akan melajukan perubahan-perubahan terkait sistem yang telah diperbaiki.

Baca juga: Tiap Bulan, 26.000 Layanan Pertanahan Diterima Kantah Kabupaten Bekasi 

"Hasil studi banding, hasil kita berdiskusi dengan beberapa negara, kita sudah yakin dan Bank Dunia juga sudah memberikan beberapa penguatan terhadap sistem yang akan kita kembangkan," sambung Suyus.

Adapun pada tahun ini, Kementerian ATR/BPN menargetkan sebanyak 104 Kantah di Kabupaten/Kota Indonesia menjalankan layanan pertanahan secara elektronik.

Menurut Suyus, transformasi ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar seluruh instansi pemerintahan menjalankan Digital Melayani (Dilan).

Dalam pelaksanaannya, hal ini membutuhkan dukungan dari para pemangku kepentingan, termasuk notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT).

Da berharap, dengan dukungan berbagai pihak, Kementerian ATR/BPN semakin maju dan masyarakat pun terhindar dari kejahatan pertanahan yang disebabkan oleh mafia tanah.

“Kita sama-sama menjaga bagaimana sistem pelayanan pertanahan kita menjadi lebih baik,” tegas Suyus.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com