Stimulus Pemerintah, Penggerak Utama Sektor Properti Kuartal II-2021

Kompas.com - 28/07/2021, 21:00 WIB
Ilustrasi KPR SHUTTERSTOCKIlustrasi KPR

JAKARTA, KOMPAS.com - Stimulus pemerintah masih menjadi penggerak utama sektor properti di Indonesia pada Kuartal II-2021.

Direktur Pasar Modal & Layanan Investasi Colliers Indonesia Steve Atherton mengatakan perpajangan insentif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) hingga akhir Desember 2021 ini menjadi sinyal positif bagi sektor properti untuk bisa bertahan sampai pengujung tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Dalam perkembangan positif bagi industri properti Indonesia, Kementerian Keuangan memperpanjang keringanan Pajak Pertambahan Nilai dari akhir Agustus 2021 hingga akhir Desember 2021," kata Steve dalam laporan Asia Pasific Market Snapshot Q2 2021 yang diterima Kompas.com, Rabu (28/07/2021).

Steve menjelaskan, dengan adanya kebijakan tersebut, tentu saja dapat mendorong semakin banyaknya transaksi perumahan meski di tengah pandemi Covid-19.

Baca juga: Dorong Pemulihan Pasar Properti, Pengembang Gencarkan Tagar #TimeToBuy

Kebijakan ini merupakan langkah yang memberikan keringanan Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) di sektor properti sehingga harga properti komersial akan lebih terjangkau.

Peran kebijakan insentif dari pemerintah sangat penting dan dibutuhkan oleh sektor properti di tengah lesunya sektor tersebut yang terjadi sejak beberapa tahun belakangan. Terlebih akibat pandemi Covid-19 yang semakin memberatkan sektor properti.

Sebelumnya, pemerintah telah memperpanjang kebijakan insentif fiskal bagi sektor properti berupa keringanan Pajak Pertambahan Nilai yang Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga akhir Desember 2021.

Pemerintah memberikan stimulus PPN DTP 100 persen atas penyerahan rumah tapak atau rusun baru dengan harga jual paling tinggi Rp 2 miliar, serta 50 persen untuk penyerahan rumah tapak dan rusun dengan harga jual di atas Rp 2 miliar hingga Rp 5 miliar.

Selain PPN DTP 100 Persen, terdapat juga relaksasi Loan to Value (LTV) yang memungkinkan seseorang bisa mendapatkan kredit pemilikan rumah (KPR) dengan uang muka (DP) 0 persen.

Sebagai informasi, LTV berhubungan dengan rasio pinjaman yang diterima debitur KPR dari bank yang akan memengaruhi uang muka yang harus dipenuhi konsumen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.