Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ilmuwan yang Temukan Petunjuk Asal Mula Covid-19 Angkat Bicara

Kompas.com - 28/03/2023, 13:45 WIB
Tito Hilmawan Reditya

Penulis

Sumber Guardian

PARIS, KOMPAS.com - Salah satu petunjuk paling meyakinkan tentang asal mula pandemi Covid-19 diunggah tanpa pengumuman ke database ilmiah, tanpa diketahui, selama berminggu-minggu.

Dan kemudian, secara tiba-tiba, petunjuk menghilang dari pandangan publik.

Data genetik, dari swab yang diambil di pasar makanan laut Huanan di Wuhan, China, dalam minggu-minggu setelah Covid-19 pertama kali muncul, tersedia secara online cukup lama.

Baca juga: Asal-usul Covid-19 Mengarah ke Anjing Rakun di China

Dilansir dari Guardian, seorang ilmuwan Paris tak sengaja menemukannya saat bekerja pada pekan lalu.

Florence Debarre, seorang ahli biologi evolusi, secara tidak sengaja menemukan file-file tersebut untuk pertama kalinya.

Dia memastikan bahwa hewan yang rentan terhadap virus corona ada di pasar Wuhan.

Temuannya, yang dia dan rekan-rekannya posting online minggu lalu, telah mempermudah untuk mengidentifikasi asal-usul pandemi serta jalan berbahaya yang dihadapi oleh para ilmuwan yang ingin membongkarnya.

Sejak publikasi, Debarre telah diserang oleh massa online dan menerima ancaman terhadap keselamatannya.

“Tadi malam, saya menangisi hal-hal mengerikan yang saya baca tentang diri saya di media sosial,” katanya.

Debarre, seorang peneliti senior di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional Perancis, adalah salah satu dari ribuan ilmuwan di seluruh dunia yang mencoba melacak perjalanan virus sebelum menyebar di antara manusia sejak akhir 2019.

Baca juga: Materi Genetik Covid-19 Ditemukan di DNA Anjing Rakun Pasar China

Dia sedang mencari data di Gisaid, sebuah basis data virologi, sejak awal pada bulan Maret ketika dia menemukan sesuatu yang tidak biasa.

Basis itu ribuan urutan genetik mentah dari penyeka yang diambil ilmuwan China pada awal 2020, dari lantai, kandang, dinding, dan permukaan pasar Wuhan tempat kasus pertama virus terdeteksi.

Analisis pra-cetak dari penyeka yang sama, yang dirilis oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China (CCDC) pada Februari 2022 mengeklaim bahwa mereka telah memasukkan DNA manusia dan jejak virus corona, tetapi tidak menunjukkan bukti jenis hewan yang paling mungkin menjadi vektor untuk virus.

Baca juga: WHO: Menemukan Asal-usul Covid-19 Adalah Keharusan Moral

Temuan mereka mendukung argumen yang dibuat oleh beberapa pejabat China bahwa pasar Wuhan hanyalah sebuah situs di mana virus menyebar di antara manusia, bukan tempat lahirnya lompatan virus pertama dari hewan ke manusia.

Namun ketika Debarre dan rekan-rekannya menganalisis data yang sama, mereka mendapatkan hasil yang berbeda.

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com