Mahasiswa Palestina Tolak Jabat Tangan Menlu AS yang Hadiri Upacara Kelulusannya

Kompas.com - 25/05/2022, 21:00 WIB

 KOMPAS.com - Mahasiswa Palestina Nooran Alhamdan menolak berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken selama upacara kelulusannya dari Universitas Georgetown di Washington.

Dilansir Middle East Monitor, Alhamdan, yang belajar di Pusat Studi Arab Kontemporer di Georgetown juga mengibarkan bendera Palestina sembari menolak berjabat tangan dengan Blinken saat di atas panggung.

Ini dilakukannya sebagai protes atas posisi Washington di Israel dan pembunuhan Shireen Abu Aqleh.

Baca juga: Menlu Turki: Cairnya Hubungan Diplomatik Turki dan Israel Bisa Membantu Palestina

Israel membunuh Abu Akleh saat dia meliput penyerbuan tentara pendudukan ke kamp pengungsi Jenin.

Abu Akleh mengenakan jaket antipeluru yang dengan jelas menampilkan kata "PRESS" dan mengenakan helm, namun peluru penembak jitu masuk ke kepalanya dari telinganya, membunuhnya.

Rekan-rekan di sekitarnya juga ditembak ketika mereka mencoba menyelamatkannya di tempat kejadian.

Setelah awalnya menyangkal bahwa mereka bertanggung jawab atas pembunuhan itu, militer Israel mengidentifikasi senapan tentara yang katanya mungkin digunakan untuk membunuh Abu Akleh.

Baca juga: Kisruh Soal Aturan bagi Yahudi di Kompleks Al-Aqsa Ancam Status Quo Israel-Palestina

"Saya sendiri dan teman-teman sekelas saya di Studi Arab menghormati warisan Shireen Abu Aqleh selama pidato pembukaan Anthony Blinken," kata Alhamdan dalam tweet yang membagikan video dari upacara kelulusan.

"Kami menuntut penyelidikan independen dan penghentian bantuan AS ke Israel sekarang. Saya menyampaikan tuntutan ini kepada Blinken secara pribadi dan menolak untuk menjabat tangannya."

"Dia pergi ketika saya menyuruhnya untuk menghentikan semua bantuan Amerika untuk militer Israel," tambah Alhamdan.

Alhamdan juga berbagi foto rekan-rekannya yang membawa poster untuk menghormati Abu Aqleh dan mengirimkan tweet yang menantang.

Baca juga: Tentara Israel Tembak Mati Remaja Palestina saat Menyerbu Tepi Barat

"Mereka punya tank, kita punya jam," kata Alhamdan mengomentari motto yang diajarkan kepadanya oleh salah satu profesornya di Georgetown.

"Saya bangga telah menolak jabat tangan Anda dan telah mengingatkan Anda tentang keberadaan kita," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.