Sri Lanka Pangkas Proyek Infrastruktur hingga Berbagai Pengeluaran untuk Dana Bansos

Kompas.com - 25/05/2022, 19:31 WIB

COLOMBO, KOMPAS.com - Perdana Menteri baru Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengatakan akan memangkas proyek infrastruktur dan mengalihkan dananya ke program bantuan sosial selama dua tahun untuk negara kepulauan yang dilanda krisis ekonomi itu.

Wickremesinghe mengatakan dana akan tersedia untuk membantu kelompok yang paling rentan dari 22 juta orang di negara itu.

Baca juga: Sri Lanka Naikkan Harga BBM Capai Rekor Tertinggi

Tapi dia memperingatkan bahwa inflasi akan meningkat ketika pemerintah turun tangan untuk mengatasi krisis, dan bahwa mungkin ada lebih banyak protes di jalanan.

“Melihat hari-hari sulit ke depan, kemungkinan pasti ada protes. Wajar ketika orang menderita, mereka harus protes,” kata Wickremesinghe dalam sebuah wawancara di kantor perdana menteri era kolonial di Ibu Kota komersial Colombo sebagaimana dilansir Reuters pada Selasa (25/5/2022).

Meski begitu, perdana Menteri baru yang menjabat dua minggu lalu itu berharap kerusuhan tidak akan lepas kendali, dan itu tidak mengganggu stabilitas sistem politik.

"Dengan anggaran sementara, ini hanya tentang memotong pengeluaran, memotong ke tulang jika memungkinkan dan mentransfernya ke kesejahteraan."

Negara yang terletak di ujung selatan India itu terhuyung-huyung dari krisis ekonomi terburuknya sejak kemerdekaan pada 1948.

Krisis Sri Lanka terjadi karena kekurangan mata uang asing, yang membuatnya sangat membatasi impor kebutuhan pokok termasuk bahan bakar dan obat-obatan. Parahnya kondisi ini telah memicu protes berbulan-bulan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca juga: Sri Lanka Masih Tanpa Menteri Keuangan, 4 Kandidat Menolak Ditunjuk

Sebagian besar kemarahan publik ditujukan pada Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan keluarganya, yang disalahkan oleh pengunjuk rasa karena salah menangani ekonomi.

Akar dari krisis saat ini juga terletak pada pandemi Covid-19, yang menghancurkan industri pariwisata negara yang menguntungkan, dan melemahkan pengiriman uang pekerja asing.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Eks Pemain Timnas Italia jadi Wali Kota Verona, Pernah Juara Serie A

Eks Pemain Timnas Italia jadi Wali Kota Verona, Pernah Juara Serie A

Global
Buah Kelapa Jatuh dari Pohon Timpa Kepala Pengendara Motor, Korban Tergeletak di Jalan

Buah Kelapa Jatuh dari Pohon Timpa Kepala Pengendara Motor, Korban Tergeletak di Jalan

Global
AS Bunuh Pemimpin Senior Kelompok Terkait Al-Qaeda di Suriah, Diburu Pakai Roket

AS Bunuh Pemimpin Senior Kelompok Terkait Al-Qaeda di Suriah, Diburu Pakai Roket

Global
Toyota Innova Jadi Mobil Polisi Nasional Filipina, Begini Tampilannya

Toyota Innova Jadi Mobil Polisi Nasional Filipina, Begini Tampilannya

Global
Masih Pakai Windows 98, Pesawat Penemu Air di Mars Diperbarui

Masih Pakai Windows 98, Pesawat Penemu Air di Mars Diperbarui

Global
Kue Mirip Gordon Ramsay Viral, Begini Bentuk Kuenya

Kue Mirip Gordon Ramsay Viral, Begini Bentuk Kuenya

Global
G7 dan PBB Keluarkan Kecaman atas Serangan Rusia ke Mal Kremenchuk: Barbar dan Mengerikan

G7 dan PBB Keluarkan Kecaman atas Serangan Rusia ke Mal Kremenchuk: Barbar dan Mengerikan

Global
Kisah Pria di Chile yang Terus Menghilang Setelah Tak Sengaja Terima Gaji 286 Kali Lebih Besar dari Seharusnya

Kisah Pria di Chile yang Terus Menghilang Setelah Tak Sengaja Terima Gaji 286 Kali Lebih Besar dari Seharusnya

Global
BERITA FOTO: Truk Trailer dengan 46 Mayat Migran Ditemukan di Texas

BERITA FOTO: Truk Trailer dengan 46 Mayat Migran Ditemukan di Texas

Global
Rusia Dikonfirmasi Gagal Bayar Utang Luar Negeri, Kali Pertama dalam Seabad

Rusia Dikonfirmasi Gagal Bayar Utang Luar Negeri, Kali Pertama dalam Seabad

Global
Gajah di Kuil Thailand Katarak, Dokter Hewan Bergegas Membantu

Gajah di Kuil Thailand Katarak, Dokter Hewan Bergegas Membantu

Global
NATO Tempatkan 300.000 Tentara dalam Siaga Tinggi, Hadapi Ancaman Rusia

NATO Tempatkan 300.000 Tentara dalam Siaga Tinggi, Hadapi Ancaman Rusia

Global
Korut Tuduh AS Ciptakan 'NATO Asia' demi Gulingkan Kim Jong Un

Korut Tuduh AS Ciptakan "NATO Asia" demi Gulingkan Kim Jong Un

Global
China Sensor Kutipan Menyesatkan Pejabat tentang Nol-Covid

China Sensor Kutipan Menyesatkan Pejabat tentang Nol-Covid

Global
Rusia Singgung Kemungkinan Perang Dunia 3, Peringatkan NATO

Rusia Singgung Kemungkinan Perang Dunia 3, Peringatkan NATO

Global
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.