Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PM Ukraina Terang-terangan Tuduh Rusia Dalang di Balik Rencana Kudeta

Kompas.com - 01/12/2021, 10:34 WIB
Danur Lambang Pristiandaru

Penulis

Sumber Reuters

BRUSSEL, KOMPAS.com – Perdana Menteri (PM) Ukraina Denys Shmygal secara terang-terangan menuduh Rusia berada di balik rencana kudeta terhadap pemerintah yang sah.

Pernyataan tersebut disampaikan Shmygal pada Selasa (30/11/2021) di Brussel, Belgia, mengutip laporan intelijen sebagaimana dilansir Reuters.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyebutkan adanya upaya kudeta untuk menggulingkan pemerintahannya.

Baca juga: Di Ambang Invasi Rusia, Ukraina Kini Merasa Jauh Lebih Kuat tapi Tak Mau Perang

Zelenskiy mengatakan, upaya kudet tersebut melibatkan beberapa individu dari Rusia. Namun, dia tidak mengatakan apakah dia yakin Kremlin berada di balik plot tersebut.

Kremlin membantah dan mengatakan sama sekali tidak terlibat dalam upaya kudeta dan menolak tuduhan bahwa mereka berusaha untuk mengacaukan Ukraina.

“Kami memiliki data rahasia yang menunjukkan niat khusus (untuk memicu kudeta),” kata Shmygal.

Ketika ditanya apakah Rusia berada di belakangnya, dia menjawab, “Tentu saja.”

Baca juga: Ukraina: Rusia Sudah Siap Invasi, Bisa Terjadi dalam Sekejap Mata

Dia menambahkan, peningkatan militer Rusia di perbatasan Ukraina adalah bagian dari upaya Moskwa yang lebih luas untuk mencegah Kiev bergabung dengan Uni Eropa.

"Mereka sedang mempersiapkan sesuatu," kata Shmygal tentang Rusia, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Shmygal sedang berada di Brussel untuk melakukan pembicaraan dengan sejumlah pejabat tinggi Uni Eropa.

Dia menuturkan, intelijen Ukraina mencatat adanya kegiatan dari kekuatan luar yang mencoba memengaruhi oposisi politik di dalam negeri untuk memicu pemberontakan dan kudeta.

“Dalam masyarakat Ukraina, tidak ada suasana revolusioner. Kami memahami ada pengaruh dari luar untuk menegakkan protes di Kiev, untuk membuat mereka lebih kuat. Dinas rahasia kami sedang melakukan penyelidikan khusus,” ujar Shmygal.

Baca juga: Presiden Ukraina: Kami Siap Perang Lawan Rusia

Shmygal mengatakan, aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan UE adalah salah satu alasan utama alasan "agresi" Rusia, serangan hibrida, pembangunan militer Rusia di perbatasan Ukraina, serta pencaplokan Crimea oleh Moskwa pada 2014.

Kiev juga telah memerangi pemberontakan milisi pro-Rusia di timur negara itu sejak 2014.

Uni Eropa dan Barat terlibat tarik-menarik geopolitik dengan Rusia untuk mendapatkan pengaruh di Ukraina dan dua negara pecahan Uni Soviet lainnya, Moldova dan Georgia.

Shmygal berujar, Ukraina juga mencari lebih banyak dukungan militer dari Amerika Serikat (AS).

“Ini adalah salah satu alasan utama serangan hibrida dari pihak Rusia, karena kami sangat ingin diintegrasikan ke Eropa, memiliki standar hidup Eropa, negara-negara beradab,” katanya.

Baca juga: Presiden Ukraina Menuduh Akan Ada Rencana Kudeta yang Didukung Rusia Minggu Depan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

Pria Rusia Dituntut karena Mewarnai Rambutnya Kuning, Biru, dan Hijau

Pria Rusia Dituntut karena Mewarnai Rambutnya Kuning, Biru, dan Hijau

Global
Otoritas Cuaca AS Sebut Dampak Badai Matahari Kuat yang Hantam Bumi

Otoritas Cuaca AS Sebut Dampak Badai Matahari Kuat yang Hantam Bumi

Global
Tabrakan 2 Kereta di Argentina, 57 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Tabrakan 2 Kereta di Argentina, 57 Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Global
Inggris Cabut Visa Mahasiswa Pro-Palestina yang Protes Perang Gaza

Inggris Cabut Visa Mahasiswa Pro-Palestina yang Protes Perang Gaza

Global
3 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Daftar Memori Dunia UNESCO

3 Warisan Dokumenter Indonesia Masuk Daftar Memori Dunia UNESCO

Global
Israel Kirim 200.000 Liter Bahan Bakar ke Gaza Sesuai Permintaan

Israel Kirim 200.000 Liter Bahan Bakar ke Gaza Sesuai Permintaan

Global
China Buntuti Kapal AS di Laut China Selatan lalu Keluarkan Peringatan

China Buntuti Kapal AS di Laut China Selatan lalu Keluarkan Peringatan

Global
AS Kecam Israel karena Pakai Senjatanya untuk Serang Gaza

AS Kecam Israel karena Pakai Senjatanya untuk Serang Gaza

Global
9 Negara yang Tolak Dukung Palestina Jadi Anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB

9 Negara yang Tolak Dukung Palestina Jadi Anggota PBB di Sidang Majelis Umum PBB

Global
Jumlah Korban Tewas di Gaza Dekati 35.000 Orang, Afrika Selatan Desak IJC Perintahkan Israel Angkat Kaki dari Rafah

Jumlah Korban Tewas di Gaza Dekati 35.000 Orang, Afrika Selatan Desak IJC Perintahkan Israel Angkat Kaki dari Rafah

Global
Rangkuman Hari Ke-807 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Angkat Lagi Mikhail Mishustin | AS Pasok Ukraina Rp 6,4 Triliun

Rangkuman Hari Ke-807 Serangan Rusia ke Ukraina: Putin Angkat Lagi Mikhail Mishustin | AS Pasok Ukraina Rp 6,4 Triliun

Global
ICC Didesak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

ICC Didesak Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Netanyahu

Global
143 Negara Dukung Palestina Jadi Anggota PBB, AS dan Israel Menolak

143 Negara Dukung Palestina Jadi Anggota PBB, AS dan Israel Menolak

Global
AS Akui Penggunaan Senjata oleh Israel di Gaza Telah Langgar Hukum Internasional

AS Akui Penggunaan Senjata oleh Israel di Gaza Telah Langgar Hukum Internasional

Global
[POPULER GLOBAL] Netanyahu Tanggapi Ancaman Biden | Pembicaraan Gencatan Senjata Gaza Gagal

[POPULER GLOBAL] Netanyahu Tanggapi Ancaman Biden | Pembicaraan Gencatan Senjata Gaza Gagal

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com