Pria Anggota ISIS Pingsan di Pengadilan Usai Divonis Penjara Seumur Hidup

Kompas.com - 30/11/2021, 21:15 WIB
Dengan folder file di depan wajahnya, Taha Al-Jumailly (2 dari kiri) duduk di dok sebelum vonis dijatuhkan di Pengadilan Tinggi Regional Frankfurt di Frankfurt, Jerman, Selasa, 30 November 2021. AP PHOTO/FRANK RUMPENHORSTDengan folder file di depan wajahnya, Taha Al-Jumailly (2 dari kiri) duduk di dok sebelum vonis dijatuhkan di Pengadilan Tinggi Regional Frankfurt di Frankfurt, Jerman, Selasa, 30 November 2021.

FRANKFURT, KOMPAS.com - Seorang fanatik ISIS ambruk di pengadilan Jerman setelah dia mendengar putusan hukuman penjara seumur hidup karena genosida, yang dijatuhkan padanya.

Taha Al-Jumailly, menghadapi proses hukum karena merantai seorang gadis Yazidi berusia lima tahun di bawah sinar matahari, dan membiarkannya mati kehausan sebagai hukuman karena mengompol.

Baca juga: Shamima Begum Ketakutan karena Ada Simpatisan ISIS yang Mencoba Membakar Tendanya

Pria, yang menutupi wajahnya dengan map di pengadilan Frankfurt, pingsan setelah mendengar putusan hukuman pengadilan yang menjadikannya sebagai orang pertama di dunia yang dihukum karena genosida terhadap minoritas, menurut laporan Daily Mail pada Selasa (30/11/2021).

Warga Irak berusia 29 tahun ini ditangkap di Yunani dan diekstradisi ke Jerman dua tahun lalu.

Dia juga dinyatakan bersalah atas kejahatan terhadap kemanusiaan yang mengakibatkan kematian, kejahatan perang, membantu dan bersekongkol dengan kejahatan perang dan melukai tubuh yang mengakibatkan kematian.

Al-Jumailly dan mantan istrinya yang sekarang, seorang wanita Jerman bernama Jennifer Wenisch, 'membeli' seorang wanita dan anak Yazidi sebagai 'budak' rumah tangga, saat tinggal di Mosul yang diduduki ISIS pada 2015.

Mereka kemudian pindah ke Fallujah Irak, di mana Al-Jumailly merantai gadis berusia lima tahun itu ke jendela di luar ruangan, dalam panas yang naik hingga 50 derajat Celsius.

Tindakan yang dia lakukan sebagai hukuman karena balita itu mengompol di kasurnya, membuat sang anak mati kehausan. Ibu gadis itu, yang selamat dari penangkaran, bersaksi di persidangan.

Baca juga: Afghanistan Tambah Suram, Kehadiran ISIS-K Semakin Berkembang

Yazidi, kelompok berbahasa Kurdi yang berasal dari Irak utara, telah bertahun-tahun dianiaya oleh militan ISIS. Kelompok ekstremis itu telah membunuh ratusan pria, memperkosa wanita, dan merekrut anak-anak secara paksa.

Pada Mei, penyelidik khusus PBB melaporkan bahwa mereka telah mengumpulkan 'bukti yang jelas dan meyakinkan' dari genosida yang dilakukan oleh ISIS terhadap komunitas Yazidi.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Daily Mail
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Berani Pamer Tato di Profil Profesional Linkedin, Wanita Kantoran ini Panen Apresiasi

Global
Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Kucing atau Anjing? Saking Besarnya Hewan Peliharaan Ini Sering Buat Orang Bingung

Global
Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Menilik Keunikan Berlian Hitam Langka 555,55 Karat, Bahannya Diduga dari Luar Angkasa

Global
Koalisi Saudi Kirim Serangan Balik Setelah Drone Houthi Berhasil Tembus Ibu Kota UEA

Koalisi Saudi Kirim Serangan Balik Setelah Drone Houthi Berhasil Tembus Ibu Kota UEA

Global
Santap All-You-Can-Eat Secara Rakus dan Sembrono, Wanita AS Digotong ke RS

Santap All-You-Can-Eat Secara Rakus dan Sembrono, Wanita AS Digotong ke RS

Global
UU Baru Perancis Larang Warga Belum Vaksinasi Masuki Tempat Umum

UU Baru Perancis Larang Warga Belum Vaksinasi Masuki Tempat Umum

Global
EuroCham Indonesia Luncurkan Laporan Kinerja Perusahaan Soal Pencapaian SDGs

EuroCham Indonesia Luncurkan Laporan Kinerja Perusahaan Soal Pencapaian SDGs

Global
Sejumlah Maskapai Tangguhkan Penerbangan ke AS karena Masalah 5G

Sejumlah Maskapai Tangguhkan Penerbangan ke AS karena Masalah 5G

Global
Misteri Kutukan Makam Firaun, Disebut Bisa Celaka Jika Nekat Membukanya

Misteri Kutukan Makam Firaun, Disebut Bisa Celaka Jika Nekat Membukanya

Global
Kisah Erich Hartmann: Pilot Pesawat Tempur Tersukses, Penggempur Angkasa Tanpa Ampun

Kisah Erich Hartmann: Pilot Pesawat Tempur Tersukses, Penggempur Angkasa Tanpa Ampun

Global
Janis Joplin: Pesona First Lady of Rock and Roll dan Petaka Adiksi

Janis Joplin: Pesona First Lady of Rock and Roll dan Petaka Adiksi

Global
Mobilnya Pecahkan Es dan Perlahan Tenggelam di Sungai Beku, Wanita Ini Sibuk Selfie

Mobilnya Pecahkan Es dan Perlahan Tenggelam di Sungai Beku, Wanita Ini Sibuk Selfie

Global
Sinovac Pelajari Perkembangan Kasus Omicron di Indonesia

Sinovac Pelajari Perkembangan Kasus Omicron di Indonesia

Global
Dubes RI Rudy Alfonso Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Portugal

Dubes RI Rudy Alfonso Serahkan Surat-surat Kepercayaan kepada Presiden Portugal

Global
Situasi Covid-19 di Perancis Terus Memburuk, Rekor 464.769 Kasus Baru dalam Sehari

Situasi Covid-19 di Perancis Terus Memburuk, Rekor 464.769 Kasus Baru dalam Sehari

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.