Kompas.com - 21/10/2021, 07:30 WIB
Foto yang dirilis kantor berita Korea utara (KCNA) menunjukkan proyektil yang diklaim sebagai rudal hipersonik diluncurkan dari Toyang-ri, Ryongrim County, Provinsi Jagang, Korea Utara, pada Selasa 28 September 2021. Pada Rabu 29 September 2021, Korea Utara mengumumkan berhasil menembakkan rudal balistik terbaru yang bisa dirancang membawa kepala nuklir. AP PHOTO/KCNA via KNSFoto yang dirilis kantor berita Korea utara (KCNA) menunjukkan proyektil yang diklaim sebagai rudal hipersonik diluncurkan dari Toyang-ri, Ryongrim County, Provinsi Jagang, Korea Utara, pada Selasa 28 September 2021. Pada Rabu 29 September 2021, Korea Utara mengumumkan berhasil menembakkan rudal balistik terbaru yang bisa dirancang membawa kepala nuklir.

PYONGYANG, KOMPAS.com – Korea Utara mengatakan, AS bereaksi berlebihan terhadap uji coba rudal terbaru yang dilakukan Pyongyang.

Pernyataan tersebut disampaikan Korea Utara pada Kamis (21/10/2021) sebagaimana dilansir Reuters.

Sebelumnya, Korea Utara mengonfirmasi berhasil meluncurkan rudal balistik dari kapal selam (SLBM) terbarunya.

Baca juga: AS Mengaku Tidak Tahu Cara Menghadapi Rudal Hipersonik China dan Rusia

Pada Rabu (20/10/2021), Dewan Keamanan PBB menggelar rapat atas permintaan AS dan Inggris terkait dengan uji coba rudal Korea Utara.

Utusan AS mendesak Pyongyang untuk menerima tawaran pembicaraan. Dia juga menegaskan bahwa Washington tidak memiliki niat bermusuhan terhadapnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kementerian Luar Negeri Korea Utara mengatakan, uji coba tersebut adalah bagian dari rencana jangka menengah Korea Utara untuk meningkatkan pertahanan diri.

Uji coba SLBM tersebut juga tidak ditujukan kepada AS atau negara lain, menurut kantor berita resmi KCNA.

Baca juga: Daftar Uji Coba Rudal Korea Utara Sepanjang 2021

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara berujar, Washington mengambil tindakan provokatif dengan menyebut uji coba rudal itu sebagai pelanggaran terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB.

Dia menambahkan, AS berlebihkan karena mengatakan uji coba tersebut merupakan ancaman terhadap perdamaian dan stabilitas regional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Korea Utara juga mengatakan bahwa “Negeri Paman Sam” memiliki standar ganda.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.