Kompas.com - 18/10/2021, 16:23 WIB
Sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel (kiri) mencegat roket (kanan) yang ditembakkan oleh gerakan Hamas menuju Israel selatan dari Beit Lahia di Jalur Gaza utara seperti yang terlihat di langit di atas Jalur Gaza semalam pada 14 Mei 2021. AFP PHOTO/ANAS BABASistem pertahanan rudal Iron Dome Israel (kiri) mencegat roket (kanan) yang ditembakkan oleh gerakan Hamas menuju Israel selatan dari Beit Lahia di Jalur Gaza utara seperti yang terlihat di langit di atas Jalur Gaza semalam pada 14 Mei 2021.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Israel tidak ingin berperang dengan Hezbollah, tetapi mengaku siap menghadapi sekitar 2.000 roket sehari dari kelompok bersenjata itu jika konflik pecah, kata pejabat senior militer Israel kepada AFP.

Pada Mei tahun ini, tentara Israel berperang 11 hari melawan kelompok bersenjata Palestina di Jalur Gaza, yang menembakkan sekitar 4.400 proyektil ke arah negara tersebut.

Israel mengatakan, sistem pertahanan Iron Dome-nya, yang telah digunakan selama sekitar satu dekade, mencegat sekitar 90 persen roket yang menuju daerah berpenduduk, sementara tak sampai 300 yang mengenai distrik berpenghuni.

Baca juga: Hezbollah Nyatakan Siap Berperang Lawan Israel Jika Diperlukan

Tingkat tembakan itu melampaui tahun 2006 saat Israel perang melawan Hezbollah, ketika sejumlah roket serupa diluncurkan dari Lebanon, tetapi selama sekitar satu bulan, kata tentara Israel.

Pada bulan Mei, kota-kota seperti Tel Aviv dan Ashdod mengalami jumlah tembakan tertinggi dalam sejarah Israel, kata Uri Gordin, kepala Home Front Command.

"Kami melihat lebih dari 400 roket ditembakkan ke Israel setiap hari."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengatakan, dalam kasus konflik atau perang dengan Hezbollah, "Kami memperkirakan lebih dari lima kali jumlah roket yang ditembakkan setiap hari dari Lebanon ke Israel.

"Pada dasarnya kami memperkirakan antara 1.500-2.500 roket yang ditembakkan setiap hari ke arah Israel," katanya kepada AFP.

"Panggilan kejut"

Dibentuk pada 1992 setelah Perang Teluk pertama, Home Front Command yang dipimpin Gordin bertanggung jawab atas pertahanan sipil, yang berarti mempertahankan negara jika terjadi ancaman, konflik, atau bencana.

Unit itu dikritik karena tanggapannya terhadap perang 2006 dengan Hezbollah, yang menewaskan lebih dari 1.200 warga Lebanon dan sebagian besar warga sipil, serta 160 warga Israel yang mayoritas di antara mereka adalah tentara.

Baca juga: Tak Jadi Batal, AS Siapkan Rp 14,2 Triliun untuk Pasok Iron Dome ke Israel

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Ledakan Guncang Kamp PBB di Mali, Pelaku Belum Ketemu

2 Ledakan Guncang Kamp PBB di Mali, Pelaku Belum Ketemu

Global
Muncul Kabar Ledakan di Pangkalan AS, Kelompok Pemberontak Membantah

Muncul Kabar Ledakan di Pangkalan AS, Kelompok Pemberontak Membantah

Global
KABAR DUNIA SEPEKAN: Kisah Misteri Edward Mordrake | Awal Mula Manusia Merokok

KABAR DUNIA SEPEKAN: Kisah Misteri Edward Mordrake | Awal Mula Manusia Merokok

Global
Cegah Varian Omicron, Jerman Batasi Mobilitas Warga yang Belum Vaksin

Cegah Varian Omicron, Jerman Batasi Mobilitas Warga yang Belum Vaksin

Global
Kekurangan Perawat, Jerman Cari Tambahan Nakes di India

Kekurangan Perawat, Jerman Cari Tambahan Nakes di India

Global
Covid-19 di Perancis Memburuk, Lebih dari 50.000 Kasus Sehari

Covid-19 di Perancis Memburuk, Lebih dari 50.000 Kasus Sehari

Global
Militer China Makin Kuat, AS Tidak Panik

Militer China Makin Kuat, AS Tidak Panik

Global
KJRI Chicago Inisiasi Pembentukan Forum Pengusaha Diaspora Indonesia-Amerika

KJRI Chicago Inisiasi Pembentukan Forum Pengusaha Diaspora Indonesia-Amerika

Global
Sudah Pingsan, Petarung MMA Ini Tetap Dipukuli Lawannya 12 Kali sampai Babak Belur

Sudah Pingsan, Petarung MMA Ini Tetap Dipukuli Lawannya 12 Kali sampai Babak Belur

Global
BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Migran Indonesia, Saat Manfaat Berkali Lipat dari Iuran

BPJAMSOSTEK untuk Pekerja Migran Indonesia, Saat Manfaat Berkali Lipat dari Iuran

Global
2 Tahun Cerai, Pria Ini Nikahi Lagi Mantan Istrinya yang Sakit Parah untuk Merawatnya

2 Tahun Cerai, Pria Ini Nikahi Lagi Mantan Istrinya yang Sakit Parah untuk Merawatnya

Global
Selama Pandemi, Sebanyak 21.316 Siswa Malaysia Putus Sekolah

Selama Pandemi, Sebanyak 21.316 Siswa Malaysia Putus Sekolah

Global
Menlu Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Indonesia, Ini yang Dibahas

Menlu Jepang Dorong Peningkatan Kerja Sama dengan Indonesia, Ini yang Dibahas

Global
5 Orang Tewas saat Massa Anti-kudeta Ditabrak Pasukan Keamanan Myanmar dengan Mobil

5 Orang Tewas saat Massa Anti-kudeta Ditabrak Pasukan Keamanan Myanmar dengan Mobil

Global
Kanselir Jerman Angela Merkel Pensiun Usai 16 Tahun Berkuasa, Apa Rencana Selanjutnya?

Kanselir Jerman Angela Merkel Pensiun Usai 16 Tahun Berkuasa, Apa Rencana Selanjutnya?

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.