Kompas.com - 18/10/2021, 15:34 WIB
Perempuan dan guru berdemonstrasi di dalam sekolah swasta untuk menuntut hak dan kesetaraan pendidikan bagi perempuan dan anak perempuan, dalam pertemuan Hari Guru Nasional, di sebuah sekolah swasta di Kabul, Afghanistan, Selasa, 5 Oktober 2021. AP PHOTO/AHMAD HALABISAZPerempuan dan guru berdemonstrasi di dalam sekolah swasta untuk menuntut hak dan kesetaraan pendidikan bagi perempuan dan anak perempuan, dalam pertemuan Hari Guru Nasional, di sebuah sekolah swasta di Kabul, Afghanistan, Selasa, 5 Oktober 2021.

KABUL, KOMPAS.com - Kementerian Dalam Negeri Afghanistan beri sinyal bahwa anak-anak perempuan akan diizinkan kembali ke sekolah segera.

Qari Sarrd Khosty, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan mengatakan kepada Al Jazeera pada Minggu (17/10/2021) bahwa Kementerian Pendidikan akan mengumumkannya pada waktu yang tepat.

"Dari pemahaman dan informasi yang saya tahu, dalam waktu dekat semua universitas dan sekolah akan dibuka kembali. Semua perempuan dan anak perempuan akan bisa kembali bersekolah dan mengajar," ujar Khosty, seperti yang dilansir dari Al Jazeera pada Senin (18/10/2021).

Baca juga: Diintimidasi Taliban, Maskapai Pakistan Hentikan Operasi ke Kabul

Sebelumnya, Taliban memerintahkan untuk para gadis remaja tetap tinggal di rumah, tidak diizinkan untuk sekolah sampai "lingkungan belajar yang aman" dapat dibangun.

Namun para anak laki-laki dari semua tingkatan dan anak perempuan usia SD diizinkan kembali ke sekolah.

Aturan itu sempat memicu kekhawatiran besar bahwa Taliban yang mengambil alih kekuasaan negara akan mengembalikan sistem pemerintahan garis keras seperti periode 1990-an.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat itu, para perempuan dan anak perempuan secara hukum dilarang mendapatkan pendidikan dan pekerjaan.

Khosti “menunjukkan bahwa sebentar lagi gadis-gadis di sekolah menengah dan guru perempuan bisa kembali (ke sekolah),” kata Stefanie Dekker dari Al Jazeera, melaporkan dari Kabul.

Baca juga: Masjid Syiah Terus Jadi Target Serangan, Taliban Berjanji Tingkatkan Keamanan

Ketika Taliban mengambil alih kekuasaan pada Agustus, mereka telah berjanji untuk menegakkan hak-hak perempuan dan anak perempuan.

Namun beberapa kali tindakan kelompok bersenjata itu itu telah mengkhawatirkan masyarakat internasional.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber Al Jazeera
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama Pandemi, Bisnis Jet Pribadi Justru Makin Marak

Selama Pandemi, Bisnis Jet Pribadi Justru Makin Marak

Global
Merdeka 118 Malaysia Akan Jadi Gedung Tertinggi Kedua di Dunia

Merdeka 118 Malaysia Akan Jadi Gedung Tertinggi Kedua di Dunia

Global
Jerman Punya 925.800 Kasus Aktif Covid-19 Saat Ini, Akan Lockdown Warga yang Tak Vaksin

Jerman Punya 925.800 Kasus Aktif Covid-19 Saat Ini, Akan Lockdown Warga yang Tak Vaksin

Global
Pecahkan Rumus tahun 1959, Jenius Matematika Ini dapat Penghargaan

Pecahkan Rumus tahun 1959, Jenius Matematika Ini dapat Penghargaan

Global
Tukang Ledeng Temukan Ratusan Dollar AS dalam Tembok Gereja Houston

Tukang Ledeng Temukan Ratusan Dollar AS dalam Tembok Gereja Houston

Global
Mirip Puss in Boots di film Shrek, Kucing Oren Ini Punya Banyak Fans

Mirip Puss in Boots di film Shrek, Kucing Oren Ini Punya Banyak Fans

Global
Taiwan Sebut AS Mitra Dagang yang Sangat Penting

Taiwan Sebut AS Mitra Dagang yang Sangat Penting

Global
70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Swedia, Dubes Marina Berg Ungkap Rencana Lanjutan Kedua Negara

70 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Swedia, Dubes Marina Berg Ungkap Rencana Lanjutan Kedua Negara

Global
Lama Tersimpan di Ruang Bawah Tanah, Kapal Pesiar Peggy Kembali ke Lokasi Asalnya

Lama Tersimpan di Ruang Bawah Tanah, Kapal Pesiar Peggy Kembali ke Lokasi Asalnya

Global
Rusia Disebut Siapkan 175.000 Tentara untuk Serang Ukraina

Rusia Disebut Siapkan 175.000 Tentara untuk Serang Ukraina

Global
Coba Menipu Perawat, Seorang Pria Gunakan Lengan Palsu saat Divaksin Covid-19

Coba Menipu Perawat, Seorang Pria Gunakan Lengan Palsu saat Divaksin Covid-19

Global
Manajer Pabrik Diamuk dan Dibakar Massa Buruh di Pakistan, Dituduh Menistakan Agama

Manajer Pabrik Diamuk dan Dibakar Massa Buruh di Pakistan, Dituduh Menistakan Agama

Global
Pasang Ratusan Ribu Lampu Natal, Keluarga Ini Pecahkan Rekor Dunia

Pasang Ratusan Ribu Lampu Natal, Keluarga Ini Pecahkan Rekor Dunia

Global
Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Apa Itu Nine Dash Line yang Sering Dipakai China untuk Klaim Natuna?

Internasional
Tren Spotify Wrapped dan Kontroversi 'Anak Magang' yang Membuatnya

Tren Spotify Wrapped dan Kontroversi "Anak Magang" yang Membuatnya

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.