Paus Fransiskus Malu dengan Skandal Pelecehan Seksual yang Menimpa Gereja Katolik Perancis

Kompas.com - 06/10/2021, 17:20 WIB
Dalam file foto Minggu, 4 Juli 2021 ini, Paus Fransiskus melambai kepada orang banyak ketika dia hendak membacakan doa Angelus dari balkon yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, di Vatikan. AP PHOTO/ALESSANDRA TARANTINODalam file foto Minggu, 4 Juli 2021 ini, Paus Fransiskus melambai kepada orang banyak ketika dia hendak membacakan doa Angelus dari balkon yang menghadap ke Lapangan Santo Petrus, di Vatikan.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus menyuarakan rasa malunya atas skandal pelecehan seksual yang menimpa Gereja Katolik Perancis.

"Saya ingin menunjukkan kesedihan kepada korban yang menderita trauma atas penderitaan ini," kata Paus dalam audiensi mingguan di Vatikan.

"Dan juga rasa malu saya, rasa malu kami semua karena ketidakmampuan Gereja untuk segera memerhatikan mereka," kata dia.

Baca juga: 216.000 Korban Pelecehan Seksual terhadap Anak Ditemukan dalam Gereja Katolik Perancis

Karena itu, Paus Fransiskus menyerukan supaya mereka berdoa kepada Tuhan, atas skandal yang sudah membuat malu tersebut.

Sebelumnya pada Selasa (5/10/2021), sebuah laporan komisi independen mengungkapkan masifnya pelecehan seksual yang terjadi di Gereja Katolik Perancis.

Diwartakan AFP Rabu (6/10/2021), imam di "Negeri Anggur" melecehkan setidaknya 216.000 anak di bawah umur sejak 1950-an.

Komisi independen mengecam temuan tersebut, menyebutnya "fenomena besar" yang ditutupi oleh "selubung keheningan".

Laporan temuan setebal 2.500 halaman, melalui penyelidikan selama 2,5 tahun, memicu kemarahan di seluruh dunia.

Menanngani laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan imam jadi tantangan terberat Paus Fransiskus sejak dia menjabat pada 2013.

Paus asal Argentina tersebut membuat gebrakan dengan mencabut impunitas, dan mengubah aturan Vatikan supaya korban bisa berani melapor.

Fransiskus menyerukan supaya para imam memastikan insiden mengerikan ini takkan terulang, dan seraya memberi nasihat ke terduga pelaku.

Paus dengan nama asli Jorge Mario Bergoglio tersebut meminta pastor yang menjadi tersangka bersedia disidang.

Dia juga meminta kepada umat Katolik di Perancis untuk memastikan bahwa gereja masih menjadi tempat yang aman bagi semuanya.

Baca juga: 21 Anggota Staf WHO Diduga sebagai Pelaku Pelecehan Seksual di Republik Kongo

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Abaikan Peringatan Putin, Kenapa Finlandia dan Swedia Tetap Daftar NATO, Apa Dampaknya?

Abaikan Peringatan Putin, Kenapa Finlandia dan Swedia Tetap Daftar NATO, Apa Dampaknya?

Global
Dilema Kim Jong Un Hadapi Covid-19: Terima Bantuan atau Teguh Mandiri

Dilema Kim Jong Un Hadapi Covid-19: Terima Bantuan atau Teguh Mandiri

Global
Dapat BLT “Nyasar” Rp 5,2 Miliar, Pria Ini Pakai Uang Warga untuk Judi Sampai Habis Tak Bersisa

Dapat BLT “Nyasar” Rp 5,2 Miliar, Pria Ini Pakai Uang Warga untuk Judi Sampai Habis Tak Bersisa

Global
CDC Khawatir Wabah Cacar Monyet Menyebar ke Luar Inggris

CDC Khawatir Wabah Cacar Monyet Menyebar ke Luar Inggris

Global
Pejabat Keuangan Nigeria Ditangkap karena Pencucian Uang Hingga Jutaan Dollar

Pejabat Keuangan Nigeria Ditangkap karena Pencucian Uang Hingga Jutaan Dollar

Global
Kremlin Marah Barat Berencana Rebut Aset Rusia lalu Dibelanjakan untuk Kepentingan Ukraina

Kremlin Marah Barat Berencana Rebut Aset Rusia lalu Dibelanjakan untuk Kepentingan Ukraina

Global
Para Ahli Sebut Korea Utara Berada di Ambang Bencana Covid-19

Para Ahli Sebut Korea Utara Berada di Ambang Bencana Covid-19

Global
Ukraina Siap Lakukan Segala Hal demi Selamatkan Pejuang Mariupol

Ukraina Siap Lakukan Segala Hal demi Selamatkan Pejuang Mariupol

Global
Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Global
AS Beri Kelonggaran Sanksi ke Kuba, Ubah Kebijakan Era Trump

AS Beri Kelonggaran Sanksi ke Kuba, Ubah Kebijakan Era Trump

Global
Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol Tidak Jelas, Bisa Jadi Tawanan Rusia?

Nasib Pasukan Ukraina yang Menyerah dari Mariupol Tidak Jelas, Bisa Jadi Tawanan Rusia?

Global
Putin: Embargo Minyak Rusia oleh Uni Eropa Sama Saja Bunuh Diri

Putin: Embargo Minyak Rusia oleh Uni Eropa Sama Saja Bunuh Diri

Global
Parlemen Finlandia Bilang 'Ya' untuk Gabung NATO

Parlemen Finlandia Bilang "Ya" untuk Gabung NATO

Global
Terus Dihantui Mimpi Buruk, Komplotan Pencuri Mengembalikan Patung Jarahannya ke Kuil Kuno

Terus Dihantui Mimpi Buruk, Komplotan Pencuri Mengembalikan Patung Jarahannya ke Kuil Kuno

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.