Pasukan Elite Inggris SAS Sedih Taliban Bunuh Tentara Afghanistan yang Mereka Latih

Kompas.com - 19/09/2021, 13:27 WIB
Anggota Taliban mengawasi jalannya demo perempuan Afghanistan di luar Universitas Kabul, Sabtu (11/9/2021). AP PHOTO/BERNAT ARMANGUEAnggota Taliban mengawasi jalannya demo perempuan Afghanistan di luar Universitas Kabul, Sabtu (11/9/2021).

LONDON, KOMPAS.com - Pasukan elite Inggris SAS mengungkapkan, mereka sedih karena melihat Taliban membunuh militer Afghanistan yang mereka latih.

Sumber menuturkan, beberapa perwira yang tidak bertugas memberi tahu atasan mereka bahwa terdapat "pelalaian tugas".

Kabar itu muncul setelah beberapa anggota mengaku menerima pesan WhatsApp dari anggota unit khusus Afghanistan, karena mereka diburu atau sudah dibunuh.

Baca juga: Sekolah di Afghanistan Dibuka Lagi Tanpa Murid Putri, Ini Kata Taliban

"Saya menerima beberapa pesan dari tentara yang pernah bekerja bersama. Salah satu pesannya berbunyi 'Di mana kalian? Mengapa kalian meninggalkan kami'," ujar dia.

Sumber SAS tersebut mengaku tidak percaya mereka sudah meninggalkan pasukan pemerintah yang sudah mereka latih.

Tentara elite itu memuji kompatriotnya dengan menyebut militer khusus Afghanistan sangatlah pemberani dan punya kemampuan unggul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka tidak akan selamat. Taliban tahu di mana mereka tinggal, maupun keluarga mereka bermukim," papar sumber tersebut.

Pasukan elite Inggris itu mengatakan, sejumlah besar pasukan pemerintah dan polisi kontra-teror tewas sejak Agustus lalu.

Satu anggota SAS itu menjelaskan, dia begitu malu atas keputusan Inggris dan AS yang menarik diri dari Afghanistan.

Dilansir Daily Mirror Sabtu (18/9/2021), sumber itu berujar penarikan tersebut tidak menjamin keamanan militer setempat.

"Kami seharusnya memetakan rute aman menjamin keselamatan mereka ke negara ketiga. Banyak orang yang bersedia membantu," paparnya.

Menteri Angkatan Bersenjata James Heappey mengatakan upaya penyelamatan sekutu mereka tetaplah terbuka.

Tetapi, Kementerian Pertahanan Inggris dilaporkan tidak memberikan komentar.

Baca juga: Taliban Tutup Kementerian Urusan Perempuan Afghanistan dan Aktifkan Polisi Moral

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.