Kompas.com - 19/07/2021, 15:35 WIB
Warga berdoa di luar ambulans yang membawa peti mati dua korban COVID-19 sebelum dimakamkan di Pemakaman Cipenjo di Bogor, Jawa Barat, Indonesia, Rabu, 14 Juli 2021. AP PHOTO/ACHMAD IBRAHIMWarga berdoa di luar ambulans yang membawa peti mati dua korban COVID-19 sebelum dimakamkan di Pemakaman Cipenjo di Bogor, Jawa Barat, Indonesia, Rabu, 14 Juli 2021.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagian besar negara di kawasan Asia Tenggara mengalami wabah terburuk sejak pandemi dimulai, didorong oleh munculnya varian Delta yang lebih agresif dan kurangnya vaksin Covid-19.

Guardian melaporkan pada Minggu (18/7/2021), infeksi Covid-19 harian di Indonesia sudah lebih tinggi daripada India dan Brasil, sehingga memberikan tekanan kuat pada sistem kesehatan.

Baca juga: KABAR DUNIA SEPEKAN: Klaster Karaoke Plus-plus Singapura | Indonesia Episentrum Covid-19 Asia

Di Malaysia, kontainer pengiriman dikirim ke rumah sakit karena kamar mayat sangat kewalahan.

Di Thailand, rumah sakit lapangan sedang dibangun di dua bandara ibu kota. Di Myanmar, media sosial dibanjiri dengan permintaan oksigen dari warga yang putus asa.

Disebut sebagai yang terparah, Indonesia menjadi sorotan dengan laporan relawan mengumpulkan jenazah dari rumah-rumah warga yang tidak mampu mengakses pengobatan.

Pada Sabtu (17/7/2021), Indonesia melaporkan 51.952 kasus dan 1.092 kematian, lebih tinggi dari India dan Brasil untuk hari ketiga berturut-turut. Lebih dari 72.400 orang telah meninggal, menurut catatan resmi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hanya Inggris, yang memiliki tingkat pengujian yang jauh lebih tinggi, mencatat lebih banyak infeksi baru pada hari yang sama dengan 54.674 kasus baru Covid-19.

Pakar kesehatan percaya bahwa angka-angka di Indonesia terlalu rendah.

Baca juga: Indra Rudiansyah, Pemuda Indonesia di Balik Terciptanya Vaksin AstraZeneca

Pengujian lemah

“Pusat (pandemi) di Asia sudah ada di Indonesia sekarang, tetapi jika kita memiliki lebih banyak kapasitas pengujian, kita sudah menjadi episentrum dunia,” kata Dr Dicky Budiman, ahli epidemiologi Indonesia di Universitas Griffith Australia, kepada Guardian.

“Kami kehilangan banyak kasus dan kami tidak mengidentifikasi mungkin 80 persen kasus ini di masyarakat. Di Indonesia pengujiannya pasif, tidak aktif. Yang datang ke fasilitas kesehatan adalah yang dites jika menunjukkan gejala, atau juga identitasnya sebagai kontak,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!


Video Pilihan

Sumber Guardian
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Krisis Suku Cadang, Setengah Armada Pesawat Sipil di Iran Terpaksa Dikandangkan

Krisis Suku Cadang, Setengah Armada Pesawat Sipil di Iran Terpaksa Dikandangkan

Global
Rusia Komentari Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing: Tak Berguna

Rusia Komentari Boikot Diplomatik Olimpiade Beijing: Tak Berguna

Global
Puluhan Unta Didiskualifikasi dari Kontes Kecantikan karena Disuntik Botox

Puluhan Unta Didiskualifikasi dari Kontes Kecantikan karena Disuntik Botox

Global
Setelah Afghanistan, Pasukan AS Akhiri Misi Tempurnya di Irak

Setelah Afghanistan, Pasukan AS Akhiri Misi Tempurnya di Irak

Global
Ingin Punya Anak, Pria Lajang Ini Pinjam Rahim Perempuan untuk Mengandung Anaknya

Ingin Punya Anak, Pria Lajang Ini Pinjam Rahim Perempuan untuk Mengandung Anaknya

Global
Studi: Rasa Bosan Buat Orang Merokok Lebih Banyak Selama Pandemi Covid-19

Studi: Rasa Bosan Buat Orang Merokok Lebih Banyak Selama Pandemi Covid-19

Global
Viral: Gara-gara Tolak Bersihkan Salju, Pria Ini Tinggalkan Istrinya

Viral: Gara-gara Tolak Bersihkan Salju, Pria Ini Tinggalkan Istrinya

Global
AS dan China Dinilai Akan Terus Mendominasi Dunia Beberapa Abad ke Depan

AS dan China Dinilai Akan Terus Mendominasi Dunia Beberapa Abad ke Depan

Global
Diduga Suntik Botox, Puluhan Unta Didiskualifikasi dari Festival Unta Arab Saudi

Diduga Suntik Botox, Puluhan Unta Didiskualifikasi dari Festival Unta Arab Saudi

Global
Drama Olimpiade Beijing Berlanjut, China Kecam Negara-negara Pemboikot

Drama Olimpiade Beijing Berlanjut, China Kecam Negara-negara Pemboikot

Global
Indonesia Tetap Berangkatkan Jemaah Umrah ke Arab Saudi meski Ada Varian Omicron

Indonesia Tetap Berangkatkan Jemaah Umrah ke Arab Saudi meski Ada Varian Omicron

Global
Perusahaan Massachusetts Buat Brownies Ganja Raksasa, Bikin Kenyang atau Teler?

Perusahaan Massachusetts Buat Brownies Ganja Raksasa, Bikin Kenyang atau Teler?

Global
Tim Luar Angkasa China Temukan 'Rumah Misteri' di Bulan

Tim Luar Angkasa China Temukan "Rumah Misteri" di Bulan

Global
Biden: AS Tak Akan Kirim Pasukan ke Ukraina untuk Hadapi Rusia

Biden: AS Tak Akan Kirim Pasukan ke Ukraina untuk Hadapi Rusia

Global
Australia Laporkan Kasus Covid-19 Varian 'Mirip Omicron'

Australia Laporkan Kasus Covid-19 Varian "Mirip Omicron"

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.