Komunitas Internasional Desak Taliban Hentikan Serangan di Afghanistan

Kompas.com - 19/07/2021, 14:06 WIB
Konvoi tentara Afghanistan berhenti sejenak di garis depan pertempuran melawan Taliban, dekat kota Badakhshan, Afghanistan utara, Minggu (4/7/2021). Lebih dari 1.000 personel melarikan diri ke negara tetangga, Tajikistan, karena kalah bentrok melawan Taliban. AP PHOTO/NAZIM QASMYKonvoi tentara Afghanistan berhenti sejenak di garis depan pertempuran melawan Taliban, dekat kota Badakhshan, Afghanistan utara, Minggu (4/7/2021). Lebih dari 1.000 personel melarikan diri ke negara tetangga, Tajikistan, karena kalah bentrok melawan Taliban.

KABUL, KOMPAS.com – Lebih dari 12 misi diplomatik di Afghanistan mendesak Taliban untuk mengakhiri serangannya di seluruh negeri.

Pernyataan itu ditandatangani oleh Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan lebih dari belasan misi diplomatik lainnya di Kabul.

Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah delegasi Afghanistan dan perwakilan Taliban memulai pembicaraan damai di Qatar.

Baca juga: Putri Dubes Afghanistan untuk Pakistan Diculik dan Disiksa, Kabul Murka

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat mendukung penyelesaian kekerasan sebagaimana dilansir AFP.

"Serangan Taliban bertentangan langsung dengan klaim mereka untuk mendukung penyelesaian yang dirundingkan," bunyi pernyataan itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini telah mengakibatkan hilangnya banyak nyawa warga Afghanistan yang tidak bersalah,” tambah pernyataan tersebut.

Pada Minggu (18/7/2021) malam waktu setempat, delegasi Afghanistan dan perwakilan Taliban merilis pernyataan bersama yang berbunyi perlunya mencapai solusi yang adil.

Baca juga: Pemimpin Taliban Nyatakan Dukung Penyelesaian Konflik Afghanistan

Saat pembicaraan sedang berlangsung, pemimpin tertinggi Taliban Hibatullah Akhundzada merilis pernyataannya sendiri.

Dalam rilisnya itu, dia menyatakan sangat mendukung penyelesaian politik di Afghanistan meski Taliban terus melanjutkan serangannya di seluruh negeri.

Meski demikian, pernyataan pemimpin Taliban itu secara khusus tidak menyebutkan seruan resmi untuk gencatan senjata.

Halaman:

Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Video Pilihan

komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.