Kompas.com - 22/06/2021, 20:06 WIB
Seorang tentara Ukraina sedang bertugas jaga pos di garis depan perbatasan dengan separatis dukungan Rusia, tak jauh dari Gorlivka, region Donetsk, 27 April 2021. AFP PHOTO/ANATOLII STEPANOVSeorang tentara Ukraina sedang bertugas jaga pos di garis depan perbatasan dengan separatis dukungan Rusia, tak jauh dari Gorlivka, region Donetsk, 27 April 2021.

KIEV, KOMPAS.com - Pasukan separatis yang didukung Rusia menuduh tentara Ukraina membunuh empat dan melukai lima anggota mereka, dalam baku tembak terbaru di perbatasan dalam konflik itu.

Jatuhnya korban baru ini terjadi setelah Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden mengadakan KTT pertama mereka di Jenewa pekan lalu.

Konflik selama bertahun-tahun di Ukraina timur termasuk eskalasi sejak awal 2021 masuk dalam agenda mereka, tetapi tidak ada kesepakatan yang dijalin.

Baca juga: Ketegangan di Ukraina Meningkat, AS Kirim Kapal Perusak ke Laut Hitam

Para pejabat di Republik Rakyat Donetsk yang memisahkan diri berkata pada Senin malam (21/6/2021), tiga tentara mereka tewas dan satu terluka dalam tembakan mortir di desa Lozove, dekat Donetsk ibu kota de facto separatis.

Kantor berita DAN yang merupakan corong suara separatis mengatakan, satu prajurit lagi tewas dan empat lainnya terluka beberapa jam kemudian, setelah mobil ambulans dihantam granat dari peluncur saat mengevakuasi korban luka.

Pejabat tinggi Donetsk, Denys Pushilin, berujar bahwa separatis akan membalas insiden itu, sebagaimana diwartakan AFP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ukraina berperang melawan separatis yang didukung Rusia di Donetsk dan Luhansk sejak 2014, menyusul pencaplokan semenanjung Krimea oleh Moskow.

Perang tersebut merenggut lebih dari 13.000 nyawa.

Baca juga: Model Ukraina yang Berpose Telanjang di Dubai Dideportasi, Dilarang Kembali selama 5 Tahun

Setelah sempat mereda tahun lalu, ketegangan meningkat lagi awal 2021.

Kemudian pada April Rusia mengumpulkan 100.000 tentaranya di dekat perbatasan Ukraina dan Krimea, memicu peringatan dari NATO.

Meskipun Rusia kemudian mengumumkan pengunduran pasukan, baik Washington maupun Kiev mengatakan penarikan itu terbatas.

Ukraina dan sekutu Baratnya menuduh Rusia mengirim pasukan dan senjata untuk mendukung separatis, yang dibantah Moskwa.

Baca juga: Sejarah Konflik Rusia-Ukraina, dari Crimea hingga Jersey Euro 2020


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Tanah Longsor Bangladesh: 10.000 Pengungsi Rohingya Dievakuasi, 14 Orang Tewas

Global
Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Polisi Australia Minta Bantuan Militer untuk Tertibkan Lockdown Covid-19

Global
Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Gempa Alaska Magnitudo 8,2, Risiko Tsunami 30 Cm

Global
Raja Malaysia Kecewa Berat, Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

Raja Malaysia Kecewa Berat, Desak PM Muhyiddin Segera Mundur

Global
Alaska Dilanda Gempa Magnitudo 8,2, Memicu Peringatan Tsunami

Alaska Dilanda Gempa Magnitudo 8,2, Memicu Peringatan Tsunami

Global
Covid-19 Varian Delta Timbulkan Lonjakan Kasus di 3 Provinsi China

Covid-19 Varian Delta Timbulkan Lonjakan Kasus di 3 Provinsi China

Global
Miliarder Peternak Babi China Dituding Jadi Provokator Dihukum Penjara 18 Tahun

Miliarder Peternak Babi China Dituding Jadi Provokator Dihukum Penjara 18 Tahun

Global
Pejabat Tinggi China dan Taliban Bertemu Jelang Penarikan Penuh Pasukan AS dari Afghanistan

Pejabat Tinggi China dan Taliban Bertemu Jelang Penarikan Penuh Pasukan AS dari Afghanistan

Global
Potret Hidup Sederhana Presiden Baru Peru: Rumah di Kampung Miskin, Istrinya Guru Desa

Potret Hidup Sederhana Presiden Baru Peru: Rumah di Kampung Miskin, Istrinya Guru Desa

Global
2 Remaja Curi Perhiasan di Tubuh Jenazah lalu Unggah Video di Media Sosial

2 Remaja Curi Perhiasan di Tubuh Jenazah lalu Unggah Video di Media Sosial

Global
Kantor Google AS Wajibkan Pekerja Divaksinasi Penuh Sebelum Masuk Kerja

Kantor Google AS Wajibkan Pekerja Divaksinasi Penuh Sebelum Masuk Kerja

Global
Kudeta Tunisia: Kepala Stasiun TV Nasional Dipecat karena Larang Aktivis Tampil

Kudeta Tunisia: Kepala Stasiun TV Nasional Dipecat karena Larang Aktivis Tampil

Global
Diprotes Soal Aturan Covid-19, Presiden Perancis Digambarkan seperti Hitler dalam Reklame Raksasa

Diprotes Soal Aturan Covid-19, Presiden Perancis Digambarkan seperti Hitler dalam Reklame Raksasa

Global
Panduan Baru Covid-19 CDC Membingungkan, Direktur CDC Ditekan dalam Wawancara TV

Panduan Baru Covid-19 CDC Membingungkan, Direktur CDC Ditekan dalam Wawancara TV

Global
Kalahkan Elon Musk, Perusahaan Kecil AS Inilah yang Disetujui untuk Uji Chip Otak Manusia

Kalahkan Elon Musk, Perusahaan Kecil AS Inilah yang Disetujui untuk Uji Chip Otak Manusia

Global
komentar
Close Ads X