Terungkap Kerajaan Inggris Alami Krisis 40 Jam Usai Wawancara Harry dan Meghan dengan Oprah

Kompas.com - 22/06/2021, 17:36 WIB
Susunan surat kabar harian Inggris yang difoto sebagai ilustrasi di Brighton pada 8 Maret 2021, menampilkan berita utama halaman depan yang melaporkan kisah wawancara yang diberikan oleh Meghan, Duchess of Sussex, istri Pangeran Harry Inggris, Duke of Sussex, kepada Oprah Winfrey , yang ditayangkan di CBS penyiar AS. AFP PHOTO/GLYN KIRKSusunan surat kabar harian Inggris yang difoto sebagai ilustrasi di Brighton pada 8 Maret 2021, menampilkan berita utama halaman depan yang melaporkan kisah wawancara yang diberikan oleh Meghan, Duchess of Sussex, istri Pangeran Harry Inggris, Duke of Sussex, kepada Oprah Winfrey , yang ditayangkan di CBS penyiar AS.

LONDON, KOMPAS.com - Wawancara Pangeran Harry dan Meghan Markle dengan Oprah Winfrey memicu krisis Kerajaan Inggris selama 40 jam, dan berhasil memaksakan isu keberagaman dalam agenda istana, menurut sebuah biografi baru.

Situasi ketika itu dihebohkan dengan pengakuan Duke dan Duchess of Sussex kepada dunia, bahwa seorang anggota keluarga telah menyatakan keprihatinannya tentang betapa gelapnya kulit putra mereka yang belum lahir.

Meghan juga memberi tahu Oprah bahwa dia dibiarkan “bunuh diri” oleh liputan pers negatif. Dia diberitahu bahwa pergi ke institusi kesehatan untuk pulih akan membuat monarki terlihat buruk.

Baca juga: Pangeran Charles Dipastikan Tidak Akan Membiarkan Putra Harry dan Meghan Jadi Pangeran

“Biography Battle of Brothers”, yang diserialisasikan di surat kabar Inggris The Times, menggambarkan bagaimana istana berada dalam mode krisis setelah publikasi wawancara itu.

Ratu Elizabeth II membuat media menunggu satu hari ekstra, untuk memastikan dia memberikan tanggapannya dengan benar.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Harry dan Meghan mempublikasikan ke dunia pada Minggu malam. Pada Senin pagi, Istana Buckingham memasuki mode krisis.

“Tiga keluarga kerajaan yang mewakili Ratu, Pangeran Charles dan Pangeran William terkunci dalam diskusi yang berlangsung lama sepanjang hari,” tulis Robert Lacey, penulis "Biography Battle of Brothers" dalam surat kabar itu.

Lebih lanjut kata dia, pada pengujung hari Senin, upaya gabungan dari tiga rumah tangga telah mengeluarkan pernyataan—pernyataan yang sangat singkat.

Sementara pers terus mendesak di gerbang. Media menginginkan dan mengharapkan reaksi pada waktunya untuk berita TV malam.

"Tetapi Elizabeth II, yang berhubungan dengan semua diskusi keluarga dan istana hari itu melalui telepon dan konferensi video dari Windsor, memutuskan mereka bisa menunggu.”

Baca juga: Pangeran William dan Harry Diharap “Rujuk” saat Acara Peringatan Patung Putri Diana

Halaman:

Sumber Newsweek
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Cabut Larangan Jual Miras

Kasus Covid-19 Sudah Turun, Afrika Selatan Langsung Cabut Larangan Jual Miras

Global
Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Anthony Fauci Bela Pendanaan AS untuk Penelitian Virus Corona di Laboratorium Wuhan

Global
Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Makin Canggih, Ilmuwan Racik Vaksin Covid-19 Berbentuk Pil dan Inhaler

Global
Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk 'Dine In'

Jelang New Normal Singapura, Vaksinasi Akan Jadi Syarat Wajib untuk "Dine In"

Global
Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Jalan dan Taman di Madrid Jadi Situs Baru Warisan Dunia UNESCO

Global
Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Selandia Baru Terima Pemulangan Wanita yang Terkait dengan ISIS

Global
WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

WHO: Pandemi Covid-19 Belum Berakhir Setidaknya hingga Pertengahan 2022

Global
Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Korbannya Masih Hidup, Guru Ini Dibebaskan Setelah 21 Tahun Dipenjara

Global
Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Sebelum Indonesia, 5 Negara Ini Juga Batasi Waktu Makan di Luar Saat Pandemi

Global
Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Berminggu-minggu di ICU, Veteran Perang Dunia Berusia 102 Tahun Sembuh dari Covid-19

Global
Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Utang Jadi Dampak Panjang Bagi Keluarga Penyintas Covid-19 di India

Global
Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Dokter Malaysia Mogok, Parlemen Akhirnya Aktif Usai Tujuh Bulan Vakum Ditengah Lonjakan Covid-19

Global
PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

PBB: Warga Sipil Korban Perang di Afghanistan Capai Rekor Tertinggi, 783 Tewas dan 1.609 Terluka

Global
China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

China Laporkan 76 Kasus Baru Covid-19, Tertinggi sejak Januari

Global
Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Alami Kondisi Langka, Pria Ini Tidur 300 Hari Setahun, Bisa Terlelap 25 Hari Beruntun

Global
komentar
Close Ads X