Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Strategi Penggiling Daging Tewaskan 27.300 Tentara Rusia di Ukraina

Kompas.com - 21/04/2024, 21:18 WIB
BBC News Indonesia,
Aditya Jaya Iswara

Tim Redaksi

MOSKWA, KOMPAS.com - Korban jiwa di pihak militer Rusia dalam perang melawan Ukraina kini telah melampaui 50.000 orang, demikian konfirmasi yang didapat BBC.

Selama tahun kedua di garis depan—ketika Moskwa menerapkan taktik yang disebut "strategi penggiling daging"—kami menemukan jumlah korban hampir 25% lebih tinggi dibanding tahun pertama.

BBC Rusia, grup media independen Mediazona, serta sejumlah sukarelawan telah menghitung jumlah kematian sejak Februari 2022.

Baca juga: BBC Sebut 50.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang di Ukraina

Kuburan baru di tempat permakaman membantu mengungkap nama-nama serdadu Rusia yang tewas.

Tim kami juga menyisir informasi sumber terbuka dari laporan resmi, surat kabar, dan media sosial.

Berdasarkan temuan kami, lebih dari 27.300 tentara Rusia tewas pada tahun kedua pertempuran antara Rusia dan Ukraina—yang mencerminkan betapa perebutan wilayah telah mengorbankan banyak nyawa.

Rusia menanggapi laporan BBC dengan mengatakan bahwa hanya Kementerian Pertahanan di Moskwa yang dapat memberikan informasi semacam ini.

Istilah "penggiling daging" digunakan untuk menggambarkan strategi Moskwa yang mengirimkan gelombang tentara tanpa henti guna melemahkan pasukan Ukraina dan membuat lokasi mereka terdeteksi sehingga bisa digempur artileri Rusia.

Jumlah korban tewas secara keseluruhan—lebih dari 50.000 orang—delapan kali lebih tinggi dari satu-satunya jumlah kematian yang pernah diberikan Moskwa ke hadapan publik secara resmi pada September 2022.

Jumlah kematian warga Rusia yang sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi.

Analisis kami tidak mencakup kematian milisi di Donetsk dan Luhansk yang diduduki Rusia di Ukraina timur.

Jika ditambah, jumlah korban tewas di pihak Rusia akan lebih tinggi lagi.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan bahwa memberikan informasi mengenai korban adalah "hak prerogatif eksklusif kementerian pertahanan", yang tercantum dalam undang-undang mengenai rahasia negara dan penyebaran informasi selama "operasi militer khusus", ungkapan yang digunakan Rusia dalam melancarkan perang di Ukraina.

Sementara itu, Ukraina jarang berkomentar mengenai korban jiwa di medan perang.

Pada Februari, Presiden Volodymyr Zelensky mengatakan 31.000 tentara Ukraina telah terbunuh. Namun perkiraan berdasarkan intelijen AS, jumlahnya jauh lebih besar.

Baca juga: Mengapa Banyak Sekali Tentara Rusia Tewas di Ukraina?

Taktik penggiling daging

Daftar kematian tentara Rusia terbaru yang diperoleh BBC dan Mediazona menunjukkan Rusia mengalami kerugian besar akibat perubahan taktik garis depan.

Grafik di bawah menunjukkan bagaimana jumlah kematian tentara Rusia mengalami lonjakan tajam pada Januari 2023, ketika mereka memulai serangan besar-besaran di wilayah Donetsk, Ukraina.

BBC INDONESIA Jumlah kematian mingguan yang dikonfirmasi BBC.

Saat pasukan Rusia bertempur di Kota Vuhledar, mereka menggunakan "serangan gelombang manusia secara frontal yang tidak efektif", menurut Institute for the Study of War (ISW).

“Medan yang menantang, kurangnya kekuatan tempur, dan kegagalan untuk mengejutkan pasukan Ukraina”, kata lembaga kajian itu, hanya menghasilkan jumlah kematian yang tinggi tapi hanya sedikit wilayah yang direbut.

Lonjakan signifikan lainnya pada grafik dapat dilihat saat musim semi 2023, ketika kelompok tentara bayaran, Wagner, membantu Rusia merebut Kota Bakhmut.

Pemimpin Wagner, Yevgeny Prigozhin, memperkirakan kelompoknya waktu itu kehilangan sekitar 22.000 orang.

Perebutan Kota Avdiivka di Ukraina timur oleh Rusia pada musim gugur lalu juga menyebabkan lonjakan jumlah tentara yang tewas.

Menghitung kuburan

Relawan yang bekerja sama dengan BBC dan Mediazona telah menghitung kuburan militer baru di 70 kompleks permakaman di seluruh Rusia sejak perang dimulai.

Kompleks permakaman telah diperluas secara signifikan, merujuk pada hasil foto udara.

Halaman:

Terkini Lainnya

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

ICJ Perintahkan Israel Buka Penyeberangan Rafah di antara Mesir dan Gaza

Global
Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Pria Ini Pesan Burger McDonald's dengan Menghapus Semua Unsur, Ini yang Didapat

Global
Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Disebut Tak Berlaku di Hongaria

Global
Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Singapore Airlines Ubah Aturan Sabuk Pengaman dan Rute Setelah Turbulensi Fatal

Global
Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Singapore Airlines Minta Maaf Setelah Penumpang Terluka Keluhkan Diamnya Maskapai

Global
Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Kepala CIA Bakal ke Paris, Bahas Lagi Gencatan Senjata di Gaza

Global
Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Beberapa Sumber: Putin Inginkan Gencatan Senjata di Ukraina Garis Depan

Global
Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

China Uji Coba Rebut Taiwan dalam Lanjutan Latihan Perang

Global
Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Tanah Longsor di Papua Nugini, Diyakini Lebih dari 100 Orang Tewas

Global
Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Wanita Ini Kencan 6 Kali Seminggu agar Tak Beli Bahan Makanan, Hemat Rp 250 Juta

Global
Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Penikaman di China oleh Seorang Pria, 8 Orang Tewas

Global
Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Imbas Perang di Gaza, Otoritas Palestina Berisiko Alami Keruntuhan Keuangan

Global
Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Hari Ini, Mahkamah Internasional Bakal Putuskan Upaya Gencatan Senjata di Gaza

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com