Kompas.com - 15/06/2021, 12:26 WIB
Presiden Amerika Serikat Joe Biden (tengah kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah kiri) terlihat dalam foto menghadiri KTT NATO di Brussels, Belgia, Senin (14/6/2021). AP PHOTO/PATRICK SEMANSKYPresiden Amerika Serikat Joe Biden (tengah kanan) dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah kiri) terlihat dalam foto menghadiri KTT NATO di Brussels, Belgia, Senin (14/6/2021).

BEIJING, KOMPAS.com - China pada Selasa (15/6/2021) menuduh NATO menciptakan konfrontasi dan membuat fitnah berlebihan, tentang menyebut negara pimpinan Xi Jinping itu sebagai ancaman dunia.

Para pemimpin NATO pada Senin (14/6/2021) mengatakan, mereka akan bersatu melawan tantangan sistemik yang ditimbulkan oleh kebijakan China.

Dalam pernyataan yang dikutip AFP, para pemimpin NATO mengatakan tindakan China yang semakin tegas dalam membangun persenjataan nuklir, serta kemampuan perang antariksa dan dunia maya mereka mengancam tatanan dunia.

Baca juga: Rangkuman KTT NATO 14 Juni: Tentang China, Rusia, dan Luar Angkasa

"Negeri Panda" menanggapinya dengan amarah lewat pernyataan dari Misi China untuk Uni Eropa.

Mereka meminta NATO melihat perkembangan China secara rasional, berhenti melebih-lebihkan berbagai bentuk "teori ancaman China", dan tidak menggunakan kepentingan sah serta hak hukum China sebagai alasan memanipulasi kelompok politik dengan menciptakan konfrontasi yang dibuat-buat.

Disebutkan pula bahwa tuduhan NATO adalah fitnah terhadap perkembangan damai China, salah menilai situasi internasional dan perannya sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Itu adalah kelanjutan dari mentalitas Perang Dingin dan psikologi politik kelompok itu di tempat kerja," kecamnya.

Baca juga: AS dan NATO Mulai Tarik Mundur Pasukan dari Afghanistan secara Resmi

Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mengatakan, para sekutu akan berusaha untuk bekerja sama dengan China dalam masalah global seperti perubahan iklim, tetapi mengecam sikap Beijing yang semakin keras pada masalah lain.

Itu terjadi sehari setelah Kedutaan Besar China di Inggris membalas komentar G7 sebagai "manipulasi politik", setelah kelompok itu mengkritik penegakan hak asasi manusia China di Xinjiang dan Hong Kong.

Baca juga: Sinyal Awasi NATO, Rusia Luncurkan Rudal Supersonik dari “Pembunuh Kapal Induk”


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Menipu, Pengacara Australia Ditangkap untuk Ketiga Kalinya di Papua Nugini

Diduga Menipu, Pengacara Australia Ditangkap untuk Ketiga Kalinya di Papua Nugini

Global
Atlet Lompat Galah AS Positif Covid-19, Atlet Olimpiade Lain Takut 'Efek Domino'

Atlet Lompat Galah AS Positif Covid-19, Atlet Olimpiade Lain Takut "Efek Domino"

Global
AS Akui Keterlibatan China dalam Konflik Afghanistan-Taliban Bisa Jadi 'Positif'

AS Akui Keterlibatan China dalam Konflik Afghanistan-Taliban Bisa Jadi "Positif"

Global
AS Akan Beri BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga yang Mau Divaksin

AS Akan Beri BLT Rp 1,4 Juta bagi Warga yang Mau Divaksin

Global
Covid-19 di Thailand Memburuk, ICU Membeludak, RS Kekurangan Ranjang

Covid-19 di Thailand Memburuk, ICU Membeludak, RS Kekurangan Ranjang

Global
32 Tahun Berlalu, Korban Tewas Tragedi Hillsborough Bertambah Jadi 97

32 Tahun Berlalu, Korban Tewas Tragedi Hillsborough Bertambah Jadi 97

Global
Asteroid Seukuran Piramida Giza Melintas Dekat Bumi

Asteroid Seukuran Piramida Giza Melintas Dekat Bumi

Global
POPULER GLOBAL: Raja Malaysia Desak PM Mundur | Gempa Alaska M 8,2

POPULER GLOBAL: Raja Malaysia Desak PM Mundur | Gempa Alaska M 8,2

Global
Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Kisah Misteri: Bagaimana George HW Bush Lolos dari Kanibalisme Jepang dalam Perang Dunia II

Global
Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Demo Thailand: Apakah Reformasi Monarki yang Dituntut Demonstran Bisa Terwujud?

Global
Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Kisah Putu Pendit, Doktor Perpustakaan yang Tak Dapat Tempat di Indonesia

Global
Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Inggris Sumbang 100 Juta Dosis Vaksin AstraZeneca ke Seluruh Dunia, Indonesia Termasuk

Global
Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Truk Ngebut Tabrak Bus Mogok, 18 Buruh Tewas di India

Global
Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Miliader Sun Dawu Dihukum Penjara 18 Tahun Setelah Vokal Lawan Pemerintah China

Global
Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Tsunami Kecil Melanda Usai Gempa Alaska, Peringatan Bahaya Dicabut

Global
komentar
Close Ads X